Sistem Penguasa Abadi

Sistem Penguasa Abadi
Chapter 70 : Kota Besar Matahari


__ADS_3

Mini Qin Chen bergerak menyerang monster, Qin Chen mengangkat gadis itu lalu melemparkannya ke gerombolan monster-monster. Suaranya merengek begitu keras membuat monster-monster itu kesakitan mendengarnya, bahkan Qin Chen menutup kupingnya mendengar suara cempreng.


"Huaaaaa ... Dasar pria tidak punya hati, kau membuangku, huaaa .... "


"Berhenti! Berhenti! Kau membuat telingaku hampir meledak!"


"Tidak mau!"


"Kapten!"


"Sialan! Kenapa bukannya menjauh tapi musuh-musuh semakin dekat ketempat ini sekarang! Ayo bergerak cepat, tinggalkan gadis yang membawa bencana kalau tidak mau bergerak sendiri."


"Tuan ... Anda sangat kejam melempar nona lalu meninggalkannya, pria tidak bertanggung jawab! Brengsek! Sampah! Bajingan!" Katanya dengan keras.


"Bacot! Kalau mau bergerak sendiri saja sana, jangan bawa orang ikut dalam bencana."


Qin Chen hendak lari, namun sesuatu yang mengikatnya dengan cahaya emas menariknya kebelakang—


"Kau mau kemana? Kalau aku mati, kau harus ikut mati bersama biar impas."


Gadis kecil di hadapannya mempunyai senjata kelas surga membuatnya tercengang, bahkan ia sendiri hanya mempunyai senjata kelas surga dan itu hanya palu besar.


Qin Chen terhempas kebelakang menabranya hingga terguling-guling ke rerumputan luas membuat semua orang tercengang, Qin Chen melambaikan tangannya untuk memberikan perintah mereka kabur terlebih dahulu menuju Istana matahari!


"Ughh! Sial, pendaratan darurat yang membahagiakan!"


Tangannya menyentuh dua bola kenyal dengan beberapa kali menggerakkan dengan meremasnya karena bingung benda apa di tangannya sedang matanya tengah melihat wanita itu memerah.


"Kyaaa ... Dasar sampah! Brengsek! Baj*gan! Me*sum!"


Qin Chen langsung mendapatkan pukulan di wajahnya hingga tersungkur ke bawah tanah, ia menyentuh bagian yang tidak seharusnya di sentuhnya.


Ia merangkak keluar dari tanah melihat wanita itu menutup dadanya dengan tangan seolah-olah kesuciannya menghilang, Qin Chen mengerutkan keningnya.


"Apa-apaan kau ini, akulah korban karena kau menarikku sampai ke tempat ini."


"Tch! Omong kosong, kalau kau sengaja menabrakkan tubuhmu untuk mendapatkan keuntungan gadis ini!"


"Merepotkan! Untuk sekarang aku mau lari duluan, monster begitu banyak membuatku tidak dapat bergerak bebas." Ucap, ia langsung berdiri hendak lari di tahan gadis itu memegang tangannya.


"To– Tolong bantu aku, kakiku terkilir tidak dapat bergerak lagi."

__ADS_1


"Huh! Merepotkan! Untuk apa aku membantumu, gadis kecil yang membuat keributan dan mencoreng nama baik Qin Chen di hadapan publik, aku tidak terima itu, dan ini adalah karma karena mempermainkan tuan muda ini."


"Aku mohon, aku janji tidak akan mengatakan apapun pada ayahku kalau kamu membantuku kali ini." Katanya, ia memohon bantuan dari Qin Chen.


Qin Chen menghela nafas, ia mengangkatnya dan melompat ke langit menjatuhkan peledak yang ia simpan kebawah menghancurkan tempat tersebut dengan tanpa sisa.


Deringan sistem berjatuhan membuat Qin Chen tersenyum puas, ia menyusul rombongan mini Qin Chen dan keluarganya yang tengah menuju istana matahari.


***


Hutan Laba-laba.


Sesampainya di sana, ia menemukan rombongan mini Qin Chen tengah beristirahat di suatu tempat. Mereka menunggu kedatangannya, dimana Qin Chen datang dari sisi lain mengejutkan mereka semua karena Qin Chen tengah mengendong gadis kecil sebelumnya.


"Dasar merepotkan, aku harus menggendong gadis gemuk sepanjang jalan. Punggung dan kakiku keram, bagaimana bisa melanjutkan perjalanan lagi."


Qin Chen menurunkannya, ia membuat gadis sebelumnya cemberut marah.


"Ibu angkat apa bisa memijat paman? Kasihan paman karena kelelahan, ibu angkat sangat hebat dalam memijat seharusnya ibu angkat bisa menyembuhkan lelah paman." Gadis kecil itu membuatnya tidak dapat membatah, ia mengangguk kecil.


Duduk di belakang Qin Chen, ia memijatnya pegal-pegal di pundak maupun punggungnya yang terguling-guling sebelumnya.


"Ya lumayan, seorang wanita cantik yang belum menikah dan masih suci mengurus anak-anak seperti anaknya sendiri lalu memijat punggungku, lumayan."


"Tch! Kalau bukan permintaan mereka, aku akan menyayat punggung ini dengan belati!"


Ugh!


"Menyeramkan! Kau seorang psikopat handal dalam pembunuh, benar kau sebelumnya seorang assassin! Aku hampir lupa, untungnya sekarang kau menurut, atau aku akan memberikan tindakan tegas seperti di kapal sebelumnya!"


Wanita itu mengertak kesal selalu di ancaman Qin Chen untuk menurutinya, mereka masih dalam perjalanan ke Istana Matahari yang mempunyai jarak yang cukup jauh.


"Berapa jauh lagi untuk sampai ke Istana Matahari?" Tanya Qin Chen.


"Itu ... Itu membutuhkan dua hari lagi."


"Sangat lama, apa kalian berdua kabur dari istana tanpa sepengetahuan orang-orang di dalam istana? Sepertinya, aku akan mendapatkan masalah kalau bersama kalian, karena itu aku memutuskan untuk meninggalkan kalian berdua di hutan ini dan berpisah."


Gadis itu langsung menggerakkan tangannya mengunci bibirnya dengan senjata surga seperti syal emas. Qin Chen memberontak tidak bisa berbicara karena di tutup syal dengan kekuatan besar.


"Dasar pria brengsek, baj*ngan! Sudah menyentuh kesucian gadis ini lalu mau meninggalkannya, dimana rasa tanggung jawabmu sebagai pria? Aku ... Aku pasti tidak akan bisa menikah lagi karena kau, kau menyentuh kesucianku."

__ADS_1


'Huh! Apa masalahnya dengan menyentuh? Aku bukan mengambil, dasar gadis merepotkan mempunyai seribu alasan untuk menuduh laki-laki seperti buaya darat.'


"Bibi, kamu sangat jahat pada paman, paman sudah membantu bibi dari monster-monster dan paman mengendong bibi sampai sakit seperti sekarang, tapi bibi malah mengikat paman, hmph! Bibi jahat, kejam, tidak punya rasa berterimakasih."


Ugh! Ugh!


Gadis itu langsung menunduk dan melepaskan ikatannya, ia kalah melawan racun gadis manis di sampingnya.


"Terimakasih gadis kecil." Qin Chen mengusap-usap kepala kedua gadis kecil yang manis di depannya.


Mereka tertawa bahagia lalu Qin Chen memberikan permen Lolipop agar rasa takut sebelumnya menghilang.


Setelah beberapa menit berlalu, Qin Chen dan lainnya begegas melanjutkan perjalanan menuju Istana matahari yang berada tepat di ujung mata mereka.


Perjalanan panjang dua hari di hutan yang penuh akan macam-macam monster, mereka meningkat kewaspadaan dan kekuatan masing-masing selama perjalanan.


"Sudah dua hari perjalanan, di depan sana adalah negara matahari!"


Mereka keluar dari hutan dan melihat negara matahari begitu besar di bawah sana, membentang luas seperti samudera tak berujung dengan ornamen kuno di setiap bangunan.


Qin Chen dan lainnya berada di ketinggian menatap dengan penuh semangat.


"Kota ini akan menjadi cerita baru di kehidupan kita selanjutnya." Ucap Qin Chen.


"Paman, apa artinya kita akan hidup di sana selamanya?" Tanya gadis kecil di bawahnya, dia memegang tangan Qin Chen dengan erat di kedua sisi.


"Benar, kita akan hidup di sana untuk beberapa tahun sembari meningkatkan kekuatan paman dan kalian berdua hingga dewasa bisa mengurus diri sendiri."


"Baik paman."


"Apa kita akan tinggal di sana selama beberapa tahun kedepannya?" Tanya wanita itu dengan penasaran.


"Ya, kalau aku memaksakan untuk terus melangkah, aku khawatir kedua gadis kecil yang aku bawa akan terlibat masalah besar kedepannya. Karena aku tidak mau itu terjadi, aku akan tinggal di kota matahari sampai mereka berdua berusia 18 tahun dengan kualitas kekuatan luar biasa selama mengikuti panduanku."


"Lakukan yang kau mau, aku tidak ingin membuat mereka masuk ke masalah yang kau perbuat kedepannya."


Qin Chen mengangguk lalu pergi meninggalkan tempat tersebut memasuki kota besar matahari untuk hidup lama di sana membesarkan kedua gadis kecil yang manis agar bisa melindungi diri sendiri karena kedepannya akan banyak bahaya yang datang.


...


*Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2