Sistem Penguasa Abadi

Sistem Penguasa Abadi
Chapter 59 : Misi sampingan yang manis


__ADS_3

Wilayah Tukang


Ditepian kota adalah wilayah bagi rakyat biasa yang bekerja mencari nafkah melalui pembangunan. Mereka adalah tukang sejati dimana otot-otot mereka terbentuk sempurna, dan bahkan sangat hebat dalam hal menukang dan membangun rumah, pekerjaan yang sangat mulia.


Qin Chen duduk di salah satu pria disana sambil merokok sebatang, dengan matanya yang melirik kesana-kesini mencari sesuatu yang bisa ia lakukan.


"Hei, paman ... Apa paman bisa membantuku membangun sebuah rumah? Akan aku gaji dengan harga yang bisa kita bicarakan, namun tidak di benua ini, tapi di daratan persik apa bisa?"


"Ho? Daratan Persik sangatlah jauh dari sini, itu membutuhkan waktu 1 Minggu untuk tiba disana. Ditambah, biaya kapal untuk disewa dan makanan sampai disana tidaklah murah, bagaimana caramu mengatasi ini?"


"Jawab aku dulu, apa bisa? Soal kapal dan lainnya bisa di atur, itu masalah gampang untukku."


"Bocah sialan! Apa kau tidak memiliki sopan santun pada orang tua?"


"Mau bagaimana lagi, dari lahir aku memang memiliki sifat seperti ini. Kalau aku memaksakan diri untuk bersikap baik, itu bukan aku, itu mungkin kesadaranku yang lainnya."


"Tch! Dasar anak muda zaman sekarang, tidak diajarkan sopan santun bahkan berbicara dengan orang yang lebih tua." Ia melirik ke arah Qin Chen merokok, meski muda namun jiwanya adalah orang tua sehingga sulit untuk dibedakan mana yang bocah dan mana yang dewasa.


"Mau bentuk seperti apa? Cepat katakan, aku bisa membangunnya dengan menutup mataku! Bahkan bisa membangun bangunan tinggi dalam sehari!"


"Dasar pria tua menyebalkan, ini aku berikan sketsa gambarnya." Ia mengeluarkan rumah impiannya yang ingin ia dirikan di daratan persik untuk dirinya jika sudah mencapai keabadian tertinggi di dunia ini.


Pria itu melihat dan tercengang, begitu rumit dan sulit namun sangat menantang adrenalin sebagai tukang sejati. "Bocah apa kau serius? Ini tidaklah murah, apa kau mampu membayarnya dimuka sekarang?"


Qin Chen langsung meletakkan dua puluh karung besar dihadapannya. "Ini uang muka, kau bisa menggunakannya. Untuk kapal dan lainnya, aku dapat mengatur hal itu sehingga kau bisa pergi setelah disini selesai."


"Ho! Kau langsung membayar uang muka sebanyak ini, apa kau tidak takut aku bawa lari?"


"Coba saja, itupun jika kau bisa. Kau pasti memikirkan pekerjaanmu dibandingkan membawa lari uang ini yang bisa habis kapapun. Dengan bekerja, kau bisa menghasilkan uang lebih banyak dibandingkan sekarang ini."


Mata pria itu terbuka lebar, meski pemuda dihadapannya tidak memiliki sopan santun, namun perkataannya begitu dewasa seolah-olah ia adalah anak kecil yang diceramahi oleh orang tuanya sendiri.


"Tch! Baiklah, aku akan menyelesaikan yang disini. Setelah itu, aku akan membawa rombonganku ke daratan persik, dan kau siapkan orang disana untuk menunjukkan tempatnya."


"Baik-baik, kalua begitu aku permisi terlebih dahulu."


Setelah menawarkan pekerjaan membangun rumah, Qin Chen pergi ketempat lainnya dimana ia secara acak datang ketempat-tempat yang aneh.


***

__ADS_1


Gedubrak!


"*Cough! *Cough!" Qin Chen terbatuk-batuk keselek beton nangka hingga membuatnya hampir mati dengan wajah yang mulai biru disana.


Orang yang menabraknya panik, ia memeluk Qin Chen dari belakang dan mencoba mengeluarkan beton tersebut. Namun siapa sangka, orang itu adalah wanita dengan dada besar sehingga hidung Qin Chen muncrat mengeluarkan darah.


"Bertahanlah tuan!"


"*Cough! *Cough!"


'Adegan yang dramatis! Bagaimana bisa aku mati dengan sekonyol ini! Setidaknya, aku ingin mati dengan posisi yang oke, memegang pedang setelah berperang dengan berlumuran darah, itu lebih keren dibandingkan mati keselek beton.'


Setelah beberapa menit menekan dada Qin Chen, beton itu keluar dan Qin Chen terjatuh dan terbatuk-batuk karena hampir mati. Wajahnya kembali normal dengan darah di hidungnya masih menetes, ia menutupinya dengan tangannya.


"Tuan ... Tuan maafkan saya, saya benar-benar tidak sengaja menabrak anda, saya benar-benar minta maaf sekali lagi, tolong jangan laporkan saya kepada kepala keluarga." Ia menundukkan kepalanya dengan ketakutan minta Qin Chen tidak melaporkannya kepada kepala keluarga.


Mendengar itu, ia yang baru tiba kebingungan karena tidak tahu apapun. Setelah beberapa menit, tenggorokannya mulai membaik dan suaranya mulai bisa digunakan kembali sekarang.


"Sudahlah, lupakan saja. Lain kali berhati-hatilah saat berjalan, kota ini sangat ramai dan tidak banyak orang yang baik di sini. Jadi, untuk kedepannya berhati-hati agar tidak terjadi lagi."


"Baik, baik, saya benar-benar minta maaf kepada tuan."


Dengan sombongnya ia pergi meninggalkan wanita itu, Qin Chen melakukan ini menghindari hidungnya yang berdarah mengingat sensasi sebelumnya. Ia melangkah dan mengambil kain membersihkan darah di hidungnya lalu pergi ketempat lainnya.


Sekarang, ia berada dekat dengan gerbang kota yang menuju portal/gerbang ke Domain Dewa. Disana, penjagaan yang sangat ketat, bahkan orang yang keluar harus menunjukkan id card mereka sebagai seorang pemburu.


"Merepotkan! Lebih baik besok tinggal melompat pagar dan berlari sekencang mungkin ke hutan seperti sewaktu di SMA dulu, aku sering bolos dan pantasan aku menjadi seperti sekarang, benar-benar kangen masa dulu."


[...]


"Apa sistem? Dari kemarin kamu memberikan aku tanda titik berkali-kali, apa kamu sedang gabut? Atau sedang mengerjaiku sekarang ini?"


[Tidak tuan.]


"Lalu?"


[Tidak tuan.]


"Tch! Menyebalkan, kalau begitu upgrade sistem ke Level selanjutnya?"

__ADS_1


[Tidak tuan.]


"Ughh!" Ia ingin marah, dan sekarang wajahnya merah dengan asap-asap keluar dari telinganya dan asap lain muncul di atas kepalanya yang seperti mendidih.


"Apa kamu ingin duel denganku?"


[Ya Tuan.]


"Ughh! Begitunya kamu marah pada tuanmu sendiri, ughh! Jadi apa gunamu jika marah denganku, aku tidak mendapatkan apapun nantinya."


[...]


"Memiliki sistem suka cemberutan seperti ini, seperti mengurusi istri saja. Humph! Mau sistem ataupun istri, matan istriku benar-benar memiliki kepribadian yang mirip."


Qin Chen menggelengkan kepalanya, karena ia tidak tahu apapun sekarang, mau sistem dan istrinya di bumi memiliki kepribadian yang mirip suka cemberutan dan sulit di ajak kompromi.


Meski begitu, sistemnya masih berguna karena meningkatkan kekuatannya secara signifikan. Karena sudah kontribusi, Qin Chen tidak mempermasalahkan ini, ia melanjutkan perjalanan mencari sesuatu yang menyenangkan dibanding membuat keributan.


"Nah, Sistem, apa kamu tahu sesuatu yang lebih menarik dibandingkan membuat keributan di kota?"


[Ding!]


[Misi sampingan.]


[Selamatkan Dewa Bumi yang menyamar menjadi wanita tua di kota.]


[Hadiah: Mendapatkan restu dari Dewa Bumi untuk menikahi cucu manisnya.]


"Ugh! Cucu manis, hehehehe ... Sistem, kau tahu saja kalau aku ini suka yang manis-manis. Baiklah, aku terima misi ini dengan senang hati."


Qin Chen langsung melompat-lompat dengan kegirangan untuk mengekspresikan misi yang manis. Ia mencari wanita tua yang perlu diselamatkan dengan cara mencari energi yang disembunyikan oleh dirinya sendiri.


Saat berada di pusat kota, ia menemukan wanita tua yang dimaksud.


"Ketemu!"


...


*Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2