
Penginapan,
Qin Chen membawa wanita sebelumnya kedalam ruangannya, meninggalkan pelayan wanita dibawah. Dimana pintu penginapan berhasil di dobrak masal oleh ibu-ibu di kota, bersama pasukannya membawa alat rumah tangga.
"Dimana laki-laki brengsek sebelumnya! Aku akan menghantamnya dengan panci hitamku!" Wanita gendut dengan panci hitam di tangannya bertanya kepada pelayan wanita.
"No- Nona muda di bawa ke dalam ruangannya!"
"Apa!"
Kesalahpahaman mulai membakar lemak dan kalori mereka, suara langkah kaki yang terdengar hampir mengguncang bangunan penginapan. Bahkan suara ribut-ribut dari berbagai tempat mulai berkumpul menjadi satu.
Qin Chen melihat kanan dan kiri tidak ada pintu keluar karena semuanya sudah terkepung. Sedangkan wanita itu, ia tertawa kecil sedikit tersenyum melihat ke arah Qin Chen yang panik.
"Gawat! Mereka hampir sampai di ruangan ini!" Katanya yang panik, dimana wanita itu menarik Qin Chen dan terjatuh ke atas tempat tidurnya dengan pose yang ketakutan.
Gedubrak!
Saat adegan yang panas, pintu ruangan Qin Chen terbuka lebar dengan seluruh mata menyaksikan langsung bagaimana gadis kecil itu dipaksa hingga disudut matanya mengeluarkan air mata.
Sebenarnya itu adalah air mata karena wanita itu menahan tawanya hingga membuatnya terlihat seperti menangis.
Mata Qin Chen terbuka lebar dan membeku melihat mereka sudah berada di depan matanya. Wanita itu mengerakkan sedikit kakinya membuat keseimbangan Qin Chen terganggu.
Brukk!
"Kyaaaaaa! Tolong .... "
"Dasar brengsek! Sudah tertangkap basah masih ingin melecehkan gadis kecil yang polos! Kalian semua, tangkap bocah ini dan gantung ditiang! Kita arak di keliling kota!"
Tap ... Tap ... Tap ...
Dalam waktu yang singkat, kaki dan tangannya telah diikat oleh mereka semua. Mulutnya di solatib hingga tidak dapat berbicara, melihat wanita itu yang menjulurkan lidahnya mengejeknya karena berani mengatakannya kesasar.
"Gadis kecil, kamu tidak apa-apakan? Dimana yang sakit, sini biar aku bantu merawatmu. Kamu pasti disiksa oleh pria BRENGSEK ini kan."
Sedangkan orang-orang Qin Chen masih mencerna semuanya, kedua gadis kecilnya turun melindungi pamannya. "Jangan bawa paman pergi!" Kata mereka berdua dengan keras membuat orang-orang itu tertegun.
"Gadis kecil ... Pamanmu sudah melakukan tindakan pelecahan terhadap gadis polos ini, dia harus menerima hukumannya karena sudah membuat gadis ini ketakutan dan menangis, apa gadis kecil tidak kasihan."
"Tidak! Paman tidak jahat, kakak disana yang membuat paman seperti ini."
__ADS_1
"Benar, kakak kamu sangat jahat! Paman sudah membantu tapi kakak balas paman seperti ini, dasar jahat!"
Keduanya sama-sama mengutuknya, wajahnya cemberut dengan genangan air mata. Wanita itu langsung drop, karena kedua gadis kecil dihadapannya benar-benar menyanyangi pamannya.
"Semuanya, kalian dapat kembali, aku akan menyelesaikan urusanku dengannya secara pribadi. Terimakasih banyak atas bantuannya."
"Kau yakin gadis?"
"Ya, aku yakin."
"Baiklah, kalau kamu butuh bantuan kami, langsung datang pada kami, kami akan membantumu mendapatkan keadilan."
"Terimakasih."
Mereka melepaskan Qin Chen, setelah itu keluar dari sana. Tangan Qin Chen bergerak, dan memeluk kedua gadis kecilnya yang manis dihadapannya.
"Terimakasih gadis kecil,"
"Sama-sama paman."
Qin Chen tersenyum puas, ia mengusap-usap kepalanya dan mengeluarkan sebuah permen lollipop besar untuk mereka. "Sebagai hadiah, paman memberikan lollipop ini untuk kalian berdua. Sekarang, kalian bermainlah dengan ibu angkat di ruangan sebelah. Paman akan menyelesaikan ini."
"Baik Paman."
"Maafkan saya tuan. Saya benar-benar minta maaf membuat kekacauan sebelumnya, saya benar-benar salah!"
Qin Chen mengerutkan keningnya, ia mengeluarkan sabuk panjangnya. "Kau benar-benar membuat keributan besar, sekarang bagaimana caramu membalas apa yang kau perbuat?"
"Itu ... "
"Pertama, berikan aku pijatan selama satu bulan penuh. Karena kau membuat mentalku terganggu, jika tidak bersedia, kau bisa keluar dan tinggal menunggu waktu kau di culik oleh pria gemuk, lalu dilahap dengan ganas!"
Hickkk!
"Ba- baik ... "
Ia mendekati Qin Chen dan memberikannya pijatan didalam ruangan tersebut, Qin Chen sambil baring menikmati setiap pijatannya karena benar-benar melelahkan hari ini disebabkan olehnya.
***
Paginya,
__ADS_1
Semua orang pergi pagi-pagi buta karena Qin Chen tidak mungkin bertemu oleh ibu-ibu komplek kota, karena bisa menjadi bahan samsat mereka nantinya, karena itu ia pergi lebih awal menghindari matahari naik ke cakrawala langit.
Perjalanan mereka sekarang adalah Istana matahari, untuk mengantarkan bocah merepotkan dibelakangnya.
Gerrrrr!
"Gadis ini semakin melompat saja, saat aku sampai kota nanti, lihatlah seberapa jantannya aku dengan saudara kecilku bereaksi ditengah malam!" Gumam Qin Chen.
"Tidak senonoh, apa kau pikir aku tidak dengar?"
"Huh! Kau punya telinga yang bagus, nanti aku lahap itu lihat saja sebagai hukuman mengguncang mentalku, aku tidak akan peduli dengan ayahmu, karena putrinya berani bertindak, maka sudah seharusnya bertanggung jawab."
Ia langsung merasakan merinding ketakutan disekujur tubuhnya, seperti merasakan niatan jahat seorang iblis kecil.
Sebenarnya Qin Chen tidak mempunyai pekerjaan yang bisa membangunkan semangatnya seperti di Domain Abadi. Ia sangat kecewa dengan Domain Dewa, karena tidak ada apapun yang membuatnya semangat.
Jika di Domain Abadi, ia bisa menjadi dirinya sendiri yang gila membuat keributan dimana-mana dan sudah sangat terkenal. Namun sekarang, ia hanya sebatas kunang-kunang malam.
"Ha! Aku rindu kampung halamanku dimana aku sangat terkenal disana, dan tidak di Domain Dewa ini, aku seperti kunang-kunang kesepian di bawah langit yang dingin, ha! Hidup memang tidak adil, apa ini namanya perasaan bertepuk sebelah tangan."
Mata mereka penuh kebingungan mendengar ocehan tidak masuk akal Qin Chen yang terus mengoceh sepanjang jalan tentang hidupnya yang suram dan suram setiap saat tidak pernah bahagia.
Dan hanya bahagia sekali seumur hidupnya saat bermain kuda-kudaan dengan janda muda dan cantik semalaman, setelah itu ia pergi meninggalkannya karena suatu misi yang harus diselesaikan.
Mereka menutup telinga karena sampai beberapa jam terlewatkan Qin Chen masih mengoceh tentang hidupnya membuat gadis itu geram dan menerjangnya dari belakang terguling-guling kedepan.
"Dasar pria malang, jangan mengoceh dihadapanku, kau mengganggu perjalanan yang menyenangkan ini."
"Nani! Gadis keparat, aku akan menghukummu lihat ini!" Qin Chen langsung mengangkatnya dan memukul bokongnya dengan keras membuat ia berteriak kesakitan selama dua menit.
Ia menangis membuat kebisingan dimana-mana menarik sekumpulan monster-monster buas yang kuat mendekati mereka semua.
"Gadis sialan, kau membawa banyak monster-monster buas yang kuat untuk menghabiskan kita semua!"
"Blewww ~"
Qin Chen menahan kekesalannya di sudut keningnya mulai terbentuk simbol pagar yang terdapat tanda seru tiga gars.
Ia melihat sekelilingnya sudah dikepung banyak monster, para mini Qin Chen melindungi mereka karena tugas mereka adalah bertarung dan mengelola kapal bajak laut.
...
__ADS_1
*Bersambung ...