Sistem Penguasa Abadi

Sistem Penguasa Abadi
Chapter 44 : Pahlawan Kesiangan


__ADS_3

Pusat kota


Setelah mengantarkan pegawai baru ke kapal, Qin Chen sendirian membawa barang-barang yang ia borong di pasa loak pinggir jalan. Melihat kanan dan kiri, ia melihat banyak hal-hal menarik di kota.


"Belanja saat cuaca seperti ini benar-benar menyenangkan, angin laut berhembus tanpa henti menerbangkan CD di langit, dan burung-burung berkicau dimana-mana membawa alunan nada harmonis."


Gedubrakkk!


"*Cough! Cough!" Qin Chen terbatuk-batuk saat seseorang menabraknya hingga terjatuh kebelakang, dan bahkan dirinya tertimpa oleh dua gunung surgawi yang cukup besar, lagi dan lagi.


'Ah! Mimpi apa aku semalam? Aku terbangun dan mendapatkan keberuntungan terus-menerus di benua ini, aku ... Aku semakin tidak ingin berpetualang dan menetap disini dengan wanita-wanita cantik!'


"Aduh! Kepalaku pusing." Wanita itu terbangun setelah menabrak Qin Chen yang berada dibawahnya, saat ia melihatnya. "Ah! Maafkan aku tuan, aku tidak melihat-lihat saat berjalan karena terburu-buru, maafkan aku."


Dengan gugup ia berbicara dan mencoba berdiri untuk membantu Qin Chen berdiri. Tiba-tiba dibelakangnya orang menyenggolnya hingga kembali terjatuh kebawah, Qin Chen mencoba menyelamatkannya dan ...


Cup!


Mata Qin Chen terbuka lebar saat bibirnya kembali terkunci, reaksi dan ekspresinya membeku melihat mata wanita itu bergetar hebat dengan wajah yang memerah karena malu.


"Hadeh! Anak muda zaman sekarang tidak memiliki otak, mau dimanapun selalu bermesraan! Bahkan berciuman ditempat umum seperti sekarang ini, benar-benar generasi perusak bangsa!"


"Namanya juga anak muda, energi mereka dua kali lebih kuat dibandingkan orang tua seperti kau! Na*su melihat lawan jenis lebih intens dibandingkan melihat kakek tua kering seperti kau, seperti kau tidak pernah muda saja, ba*ingan!"


"Urghh! Setidaknya jangan menyangkut hal pribadiku, aku ini berbeda dengan pria lain, aku ini pria elit yang bermesraan menyewa ruangan mewah sewaktu muda. Tidak seperti mereka yang langsung main sosor ditempat umum, benar-benar perusak generasi muda."


"Tch! Baru satu menit sudah KO."


"Ugh!"


Kedua pria itu berdebat satu sama lain tanpa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi kepada Qin Chen sekarang ini. Citranya buruk sekarang, namun lidahnya bergulat didalam mulut membelit dan mengirimkan madu bening satu sama lainnya.

__ADS_1


Wanita itu awalnya kehilangan akal sehat, lalu secara tiba-tiba menarik ciumannya dan mengigit bibir Qin Chen hingga berdarah. Nafasnya terengah-engah dengan wajah yang memerah.


Qin Chen menahan rasa sakit itu dalam hatinya, meski beruntung untuk sesaat, namun bibirnya terluka. Ia beranjak berdiri membersihkan pakaiannya sambil melihat wanita sebelumnya tengah terengah-engah dengan tubuh panas.


"Ma- Maafkan aku, tuan. Aku tidak sengaja sebelumnya, aku ditabrak oleh seseorang hingga terjatuh, tidak ada maksudku untuk mengambil keuntungan. Tentang sebelumnya, aku tidak akan mempersalahkan hal ini, karena ini kesalahanku, selamat tinggal."


Setelah membungkuk sebentar meminta maaf, ia pergi berlari dari tempat Qin Chen yang belum sempat berkata sepatahpun kepadanya yang tengah terburu-buru.


Ia tidak memikirkan hal tersebut, karena ia tengah menyentuh bibirnya yang terluka akibat digigit olehnya. "Sangat licik, namun memiliki bibir kecil dan manis seperti madu. Lidahnya sangat licin seperti belut, sampai-sampai sulit bagiku untuk menangkapnya."


"Benar-benar laki-laki me*um! Setelah mengambil keuntungan dari gadis kecil, dia malah tersenyum kesenangan! Tch! Dasar laki-laki keparat!"


"Huh!" Qin Chen mendengarnya, namun tidak mempermasalahkan hal tersebut.


Saat ia hendak pergi, ia menemukan barang wanita sebelumnya terjatuh dibawah. Mengambilnya dan melihat isi didalamnya ternyata adalah Pil Penyembuhan kelas Langit (Tinggi).


"Apa mungkin dia terburu-buru untuk memberikan Pil ini? Jika benar, bukankah ini berarti ada masalah besar baginya? Hehehe, meski aku orang baik, menjadi pahlawan sekarang ini tidak buruk mengisi waktu kosong! Nona cantik, aku datang!"


***


Ditempat terpencil di kota, kediaman yang tidak besar maupun kecil berada di puncak bukit. Disana, Qin Chen berdiri didepan gerbang masuk kediaman yang tidak diketahui, karena kosong tanpa penjagaan sedikitpun.


"Apa ini rumahnya? Aku telah bertanya-tanya dengan orang-orang disekitar sini, dan mereka mengatakan bahwa wanita itu berada ditempat ini. Sudahlah, nanti akan tahu didalam sana."


Ia masuk kedalam dan melangkah kekediaman yang terbuka, saat berada disana, orang-orang didalam kediaman terkejut saat melihat kedatangan seseorang secara tiba-tiba.


"Siapa kau!" Teriak pria itu dengan keras sambil menghembuskan pedangnya ke arah Qin Chen.


Wanita sebelumnya langsung menoleh dan melihat Qin Chen dengan bingung. "Tuan, kenapa anda ketempat saya, saya telah meminta maaf kepada tuan sebelumnya."


"Aku tidak mempermasalahkan sebelumnya, aku menemukan ini dan mungkin ini sesuatu yang penting kau butuhkan sekarang." Qin Chen memberikan barang sebelumnya kepadanya dan membuat wanita itu terkejut melihat Pil Penyembuhan kelas langit (Tinggi) dimana dengan susah payah ia mendapatkannya.

__ADS_1


Jika orang lain yang menemukannya, mereka akan memakainya sendiri tanpa mempedulikan yang lain. Sedangkan di depan matanya, pria yang baik mengembalikan satu-satunya harapan yang ia punya.


"Ini ... Terimakasih banyak tuan karena mengembalikan barang ini."


"Ya, karena tidak ada lagi, aku permisi karena ada banyak urusan yang harus diselesaikan. Sampai nanti."


Qin Chen tanpa mendengarnya balasan mereka ia pergi meninggalkan ruangan tersebut, ini sesuai dengan rencananya. Seperti adegan-adegan drama percintaan, pahlawan yang membantu wanita yang kesulitan dengan sikap dinginnya membuat kesan tersendiri kepada wanita itu.


Ia mengikuti alur yang baik, dan melesat ketempat sebelumnya mencari Peng Chao yang tidak diketahui dimana ia berada sekarang ini, karena Qin Chen ingin membantunya sebagai balasan terimakasih.


"Kemana saudara Peng, aku mencarinya bermenit-menit tidak menemukannya. Apa mungkin dia tengah bersenang-senang dengan para wanita cantik! Sial! Aku akan banyak belajar dari suadara Peng agar bisa dikelilingi wanita cantik!"


Duarr!


Tiba-tiba disampingnya terdengar ledakan besar membuat ia mengaktifkan armor miliknya melindungi diri dari batu-batu beterbangan. Saat asap menghilang, Qin Chen melihat orang-orang mengenakan topeng berwarna-warni tengah merampok ditengah-tengah kota siang bolong ini.


"Nani! Lari semuanya, perampok pakaian dalam tengah merajalela, selamatkan diri kalian semuanya, lari ... "


"Pembunuhan! Semuanya lari, perampok pakaian dalam telah membantai orang-orang di kediaman keluarga besar! Selamatkan pakaian dalam kalian dari mereka, mereka perampok gila dan brutal!"


Tap ... Tap ... Tap ...


Puluhan langkah kaki meninggalkan Qin Chen yang tengah berdiri didepan kelompok perampok tersebut. Mereka memiliki ukuran tubuh yang berbeda-beda dengan topeng berwarna-warni seperti pelangi.


"Ini ... Bercandakan!"


"Tangkap bocah itu, dia saksi mata yang melihat kita, ikat dia dan lempar ke lautan!" Perintah Perampok bertopeng Pink di kepalanya dengan keras.


...


*Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2