
Roarrr?
"Eh! Ada suara anak harimau disampingku!"
Qin Chen melihat kesamping dan bukan anak harimau, melainkan induk kelabang raksasa yang tengah berputar di sekitarnya. Tubuhnya seperti gunung, dan panjangnya beribu-ribu mil jauhnya.
"Ini ... " Qin Chen tercengang melihat kelabang itu, menelan ludahnya karena kelabang itu setidaknya di Level Saint (Puncak).
Roarrr!
Duarr! Duarr! Duarrr!
Ratusan gunung diledakkan, ribuan hektar tanah dihancurkan. Qin Chen tercengang dengan mata terbuka lebar, ia tidak sanggup melihat hal ini, karena begitu kuat dibandingkan dirinya.
"Ughh! Sial! Aku mendapatkan masalah kali ini, padahal aku belum membuat masalah dengan monster-monster! Apa mungkin keberuntungan burukku mulai bergerak karena Keberuntunganku sebelumnya sudah aku peroleh dengan wanita-wanita cantik sebelumnya."
"Sistem, berikan aku senjata sat set sat set untuk membunuh kelabang ini."
[Selamat tuan, karena berhasil membeli payung hujan. Harga; 999 Triliun Poin Sistem.]
"Ughh!" Qin Chen mengeluarkan payung hujan itu, ia tidak tahu apapun kali ini karena sistem dalam mode tsundere.
Ia bergerak ke langit karena serangan dari kelabang itu beracun sehingga dibawah menjadi danau racun yang ia bentuk dengan racunnya sendiri. Qin Chen melayang dengan memegang payung yang tidak tahu apa fungsinya.
"Masa bodoh, makan ini payung mahalku!"
Dengan kesal ia melempar payung itu dan melesat seperti gasing yang begitu cepat memotong salah satu kaki kelabang tersebut membuat Qin Chen tercengang.
"Eh! Tidak sia-sia aku membeli payung semahal ini, setidaknya ini berguna untuk sat set sat set melawan kelabang raksasa ini!" Ia dengan cepat mengambil kembali payung itu dan mengeluarkan palu besar miliknya.
Dari sekian banyak senjata, senjata Qin Chen yang sangat aneh mulai dari palu besar, payung hujan, hanya ada satu senjata yang normal, pedang miliknya yang ia jarang pakai.
Duarrr!
Tiba-tiba ledakan besar membuat punggungnya terhempas kebawah hingga membentur tanah, Qin Chen tersenyum puas dengan palu miliknya masih berguna dibandingkan sistem yang sekarang cemberut menghadapi Qin Chen saat ini.
Secara tiba-tiba, kelabang itu menyemburkan racun ke langit hingga membentuk hujan asam yang mengerikan. Hujan itu dapat melelehkan apapun, untungnya Qin Chen memiliki payung sehingga ia tidak terkena hujan asam.
Melihat hal ini, Qin Chen berterimakasih kepada sistem meski ia tengah cemberut di sana. Walaupun begitu, sistem masih memberikan yang terbaik untuk Qin Chen walaupun Poin Sistem miliknya dikorbankan begitu besar hingga membuat Qin Chen tidak berkata-kata lagi.
__ADS_1
Ia bergerak kesamping menarik palunya. "Palu Surga Penghancur Gunung!"
Boom! Boom! Boom!
Dari belakang Qin Chen sebuah tebasan seperti pedang mengenainya, untungnya ia memiliki armor yang kuat sehingga tidak terluka sama sekali. Namun, serangan Qin Chen tidak berefek apapun saat menghadapi kelabang yang memiliki kekuatan fisik luar biasa.
"Sial!"
Ia melompat ke langit dan turun kebawah memperlihatkan telapak tangannya. "Telapak Tangan Penghancur Awan!"
Pada saat itu, sebuah bayangan besar menyerupai telapak tangan membuat kelabang itu bergerak ke langit mencoba melilitnya dengan tubuhnya.
"Kuekk!"
Ia mengeluarkan seteguk darahnya menyembur keluar, lalu jatuh kebawah dengan keras hingga meledak-ledakkan wilayah sekitarnya menjadi daratan yang hancur. Aliran sungai bergelombang dan raungan monster-monster lainnya bergema.
Mereka mendekati membantu kelabang besar itu dengan serangan susulan di berbagai tempat, Qin Chen kebingungan lalu mengamuk di langit.
"Oraaaa! Oraaa! Oraaaa!"
Pukulan demi pukulan terus dilontarkan, Qin Chen ia menghajar semuanya dengan membabi-buta membuat ledakan-ledakan dimana-mana. Gunung-gunung bergetar dan meledak, air sungai meluap-luap karena pergerakan lempeng bumi.
Namun komandan tahu siapa Qin Chen, meski hanya sebentar bersama, ia memahami kekuatan Qin Chen yang luar biasa sehingga hal seperti ini bisa diatasi oleh Qin Chen sendiri tanpa bantuan mereka.
"Bagaimana dengan tuan Chen, dia sendirian diluar sana, komandan!"
"Tenanglah, kapten akan baik-baik saja, dia sangat kuat sehingga tidak perlu dikhawatirkan lagi. Bahkan jika kapten disini, dia akan memerintahkanku untuk menjauhi tempat ini untuk keselamatan yang lainnya."
"Tapi! Bagaimana cara kita mencarinya dan bagaimana cara tuan Chen kembali ketempat ini! Kita akan terpisah di dalam Segitiga Bermuda yang luas ini."
"Untuk hal itu, kapten adalah pemilik kapal ini sehingga kapten akan mudah mencari tempat ini, karena itu kita tidak boleh keluar dari kapal ini agar tidak tersesat didalam hutan yang luas ini."
Para pelayan terdiam, dan kedua gadis kecil itu memeluk tangan wanita sebelumnya dengan erat karena khawatir dengan keadaan Qin Chen yang tidak ada di samping mereka, karena Qin Chen adalah penyelamat sekaligus orang tua yang mereka anggap sebagai ayah angkat.
Sedangkan Qin Chen sekarang ini bersenang-senang membantai monster-monster dengan serangan brutalnya, bahkan notifikasi miliknya terus berdering membuat Qin Chen kewalahan mendengarnya.
"Langkah Surga Pembunuh Dewa!"
Tap ... Tap ... Tap ...
__ADS_1
Ia naik ke langit dan menarik pedangnya sambil mengisi kekosongan dalam pedangnya. Setelah itu, ia mengayunkan pedangnya secara vertikal kebawah dengan kecepatan penuh dan serangan mematikan.
Kelabang itu begegas berputar menutupi kepalanya dengan tubuhnya, saat itu ayunan Qin Chen membentuk siluet bulan sabit yang melesat dengan kecepatan tinggi.
Swoosh!
Serangan Qin Chen menghantam tubuhnya dengan keras membuat kelabang itu menggeliat kesakitan saat tubuhnya terus terpotong lebih dalam dari serangan Qin Chen saat ini.
"Haaaaaa!"
Srash! Srash! Srashh!
Lapisan-lapisan kulitnya terbelah dengan darah berwarna hijau cerah muncrat ke langit, Qin Chen menyeringai sifat alaminya sebagai tiran dunia muncul saat ha*rat membunuhnya menyelimuti dirinya.
Matanya bercahaya merah kesenangan untuk pertama kalinya menyerang musuh dengan noda darah dimana-mana, ini membuatnya gila dan semakin gila.
"Kikkekkkkk!"
Duarr!
Pada saat terakhir kelabang itu, ia berteriak membangunkan monster-monster besar lainnya memperingati kepada mereka bahwa ada manusia yang memiliki kekuatan yang sangat hebat sehingga membutuhkan sekumpulan monster saint untuk membunuhnya.
Didetik terakhirnya, Qin Chen mendapatkan notifikasi bahwa ia berhasil membunuh monster saint kelabang raksasa dan mendapatkan banyak Exp meningkatkan kekuatan dirinya ke level selanjutnya.
[Ding!]
[Selamat tuan, karena berhasil naik level Kaisar Lapisan 3.]
[Selamat tuan, karena berhasil naik level Kaisar Lapisan 4.]
Qin Chen terengah-engah dan turun kebawah menyederkan tubuhnya ke pohon dibelakangnya sambil meminum pontion yang ia beli dari sistem untuk memulai stamina dan energinya.
"Aku kewalahan, aku tidak pernah melawan monster saint dalam kondisi sehat seperti ini. Kalau monster ini bukan kelabang melainkan banteng yang menyerupai manusia, aku mungkin akan kalah dan mengalami luka-luka besar meski akan pulih kembali."
Ia tidak mengharapkan akan bertemu monster saint, namun senyuman puas ia rasakan karena ini menyenangkan apa lagi ia naik level meski sedikit namun itu sudah lebih dari cukup meningkatkan kekuatannya dengan menyerang monster saint sambil mencari harta langit di Segitiga Bermuda.
...
*Bersambung ...
__ADS_1