Sistem Penguasa Abadi

Sistem Penguasa Abadi
Chapter 26 : Diculik tengah malam (9)


__ADS_3

Daratan rumput malu


Ditempat tersebut, ada banyak orang-orang berkumpul dari berbagai Tim/kelompok tengah berkumpul di hamparan yang luas. Mereka semua saling mengobrol berbagi informasi satu sama lain, mengingat tempat ini begitu luas sampai-sampai sulit untuk menemukan jalan keluar maupun monster.


Sementara itu, segerombolan monster-monster tengah berkumpul di suatu tempat untuk bersiap-siap turun ke lapangan meratakan penyusup dan pembuat onar sebelumnya.


Qin Chen yang telah mendapatkan banyak Poin Sistem sebelumnya, kini mendekati sekumpulan orang-orang tersebut dengan wajah yang polos seperti bocah.


Satu orang berpaling dan melihat Qin Chen tengah masuk kedalam. "Bocah gila ada disini, bersiap-siap menyerang!" Teriaknya dengan keras mengejutkan orang-orang disana.


"Nani! Bocah gila sebelumnya datang kesini, cepat waspadai kantong kalian! Dia perampok gila yang kami bicarakan, tetap waspada dan jangan tertipu dengan wajahnya yang polos!"


Tap ... Tap ... Tap ...


Qin Chen berdiri di sana sendirian, sementara di hadapannya ada banyak orang-orang berdiri mengepungnya dari depan. Melihat reaksi mereka, ia memiringkan kepalanya dengan bingung.


"Paman, apa yang Paman lakukan? Kenapa paman begitu tega dengan bocah tersesat sepertiku, dan sekarang paman menuduhku seperti perampok. Kejam sekali ... Huhuhu ... " Qin Chen sedikit mengesampingkan kepalanya dengan air mata palsu yang membuat orang-orang sebelumnya geram mengigit bibirnya.


Salah satu wanita berdada besar dengan polosnya mendekati Qin Chen. "Kyaaaa~ adik kecil sangat tampan, tidak apa-apa ... Selama bibi disini, kamu tidak akan diganggu oleh mereka, mereka benar-benar laki-laki baji*gan!" Ia merangkul Qin Chen dan menenggelamkan wajahnya kedalam dua gunung besar nan kenyal seperti jelly.


"Gerrrrr!"


"Tch! Sangat beruntung! Sialan aku iri dengannya!"


Mereka mengigit bibir masing-masing dengan mata melotot tidak tahan melihat keindahan surgawi yang alami jatuh ke tangan perampok gila.


"Uhumm .... Uhmm ... " Qin Chen berbicara namun tidak jelas, karena suaranya terpendam dikedalaman gunung. Sementara wanita itu sedikit memerah karena merasakan geli seperti di kelitik.


Setelah itu, Qin Chen dapat melihat dan menarik nafas meski dikepalanya terdapat dua gunung surgawi menindihnya. Senyuman misterius terlihat di mata mereka, Qin Chen menggodanya dengan mengejeknya.


"Kakak cantik, mereka melihatku dengan tatapan marah. Aku tidak salah, aku tersesat di kedalaman hutan ini, tolong bantu aku." Dengan mulutnya yang manis, wanita itu luluh dan mengeluarkan niat membunuh menekan mereka.


"Sudah besar tapi mengancam dan menuduh anak kecil, memalukan! Kalian benar-benar pria tua tidak tahu malu!"


"*Cough!" Tersentak rubuh semu orang karena perkataannya begitu menyakitkan, apa yang mereka katakan ada kebenaran, hanya wanita itu tertipu daya dengan sikap Qin Chen yang polos.


"Adik kecil siapa namamu?"


"Qin Chen, kakak cantik. Panggil aku Qin Chen."


"Qin Chen, nama yang bagus seperti orangnya, ayo ikut bibi. Disini ada om-om jahat yang suka menculik anak kecil, menakutkan, bukan?"


"Benar-benar ... Mereka benar-benar om-om jahat, suka menculik. Aku lebih menyukai bibi, mereka masam, bibi manis, mereka buruk, bibi sangat cantik." Dengan mulut manisnya seperti madu, karena habis makan madu, wanita itu meleleh dan memeluknya dengan erat.

__ADS_1


"Kyaaa~ Dasar mulut manis, bibi jadi bingung sekarang." Dengan wajahnya yang memerah dan malu ia memeluk Qin Chen.


Setelah itu, mereka berdua ketempat yang aman dari orang-orang sebelumnya. Sementara orang-orang itu membuat circle sendiri, dan mengobrol tentang niat Qin Chen sebenernya, apa?


"Bagaimana saudaraku? Apa kalian mengetahui niat bocah gila sebelumnya? Jika seperti ini terus, dia akan merajalela dan merebut posisi kita sebagai laki-laki sejati!" Dengan bangga mengenggam tangannya di depan perkumpulan.


"Sial! Aku sangat iri dengan boca gila itu, dia dapat tenggelam dikedalaman gunung surgawi! Sedikit saja, jika aku memiliki sedikit sifatnya, aku pasti sudah bahagia sekarang! Sialan! Aku benar-benar iri!"


Mereka mengangguk, karena kalah saing dengan Qin Chen.


"Bagaimanapun bocah gila ini sekarang berada di wilayah kita! Kita dapat menangkapnya kapanpun itu, bagaimana jika malamnya kita culik dia dan kita siksa habis-habisan malam itu!"


"Hehehehe ... Ide yang tidak buruk, bocah tetaplah bocah! Dia pasti membutuhkan tidur, dengan waktu itu, kita dapat culik dia dan menyiksanya!"


"Karena sudah diputuskan, mari kita tidur dan mimpi indah malamnya! Karena tidak ada bocah gila itu lagi besok!"


"Khahahhaha!"


***


Malam harinya


Didalam tenda wanita sebelumnya, Qin Chen tidur dengan mimpi indah karena baru kali ini tidur disamping wanita cantik berdada besar. Bahkan, Qin Chen tidak sanggup menahan detak jantung yang hampir copot dari ranting kecilnya.


"Sial! Mau tadi dan sekarang, dia benar-benar beruntung bisa tidur dengan wanita cantik!"


"Ssssss ... Diam mulutmu, kau bisa membangunkan, kita hanya diberikan tugas untuk menculiknya, mengerti!"


"Baik-baik!"


Dengan iman yang kuat, mereka menelan ludah terus-menerus saat mata melirik kesamping, dan tangan mereka meraih Qin Chen. Penculikan tidak profesional, karena tergoda dengan Duniawi.


'Gluk! Sial! Dada itu begitu besar dan mulus, aku tidak terima! Kenapa bocah ini terlebih dahulu menyelam di kedalaman gunung!' Batin mereka berdua.


"Angkat bodoh! Kemana matamu melihat!"


"Diamlah! Ini kesempatan yang sulit didapatkan! Kapan lagi melihat dada gratis dimalam hari dengan pakaian tipis seperti ini!"


"Kau benar! Ini kesempatan yang sulit didapatkan!"


Kedua orang tua itu berhenti sejenak melihat kecantikan tengah tidur, dan mata mereka melayang-layang ke langit memikirkannya dengan imajinasi liar.


"Apa kalian sudah selesai?" Kata pria yang tiba-tiba dari samping tenda melihat tindakan mereka.

__ADS_1


Hick!


Mereka melihat kebelakang. "Kau mengejutkan kami! Padahal sedikit lagi aku akan mencapai puncaknya!"


"Cepat! Jangan lama-lama keburu dia bangun!"


Mereka mengangkat Qin Chen seperti mengangkat bab* guling. Membawa Qin Chen kedalam ruangan yang sudah di siapkan sebelumnya, saat berada didalamnya, mereka mengikatnya di kursi dengan penerangan satu cahaya di atas kepalanya.


Byurr!


"Bangun kau bocah!" Pria itu menyiram Qin Chen dengan air satu ember penuh, Qin Chen bangun dengan kata kunang-kunang melihat mereka semua dan ruangan yang gelap dengan cahaya di atas kepalanya.


"Aduh ... Padahal sedikit lagi aku dapat keluar didalam! Sialan! Siapa yang menganggu tuan muda ini saat tidur, tidak punya hati dan perasaan!"


"Hohohoh!"


Bagh! Bagh! Bagh!


Masing-masing mereka memegang kayu, pukulan bisbol, dan beberapa alat lainnya. "Paman, kita bisa berbicara baik-baik ... Kenapa paman begitu marah denganku, aku akan meminta bayaran atas pertolongan sebelumnya."


"Pertolongan kau bilang! Dari mana pertolongan itu, kau yang membuat keributan disana dan berpura-pura menjadi pahlawan kesiangan! Setelah itu, kau merampok kami secara brutal!"


"Hehehehe ... Itu salah sendiri. Cepat lepaskan aku, bibi cantik masih menunggu ronde selanjutnya! Aku harus cepat-cepat kesana menyiapkan tenaga untuk malam ini!"


"Bajin*an! Pukul dia dan siksa dia sampai kita semua puas, serang!" Dengan suara keras mereka bersorak didalam ruangan tersebut sambil melangkah mendekati Qin Chen.


"Makan ini!" Qin Chen berteriak mengeluarkan peledak miliknya secara otomatis melalui sistem dan tiba-tiba.


Bzzzrt! Bzzzrt! Bzzzrt!


Sambaran-sambaran listrik menyambar-nyambar mereka dengan ganas. Setelah beberapa saat, mereka semua tergeletak dengan tubuh hitam karena gosong, Qin Chen melepaskan ikatan tersebut dan berdiri membersihkan dirinya.


"Ma- Mau kemana kau! Kau tidak akan bisa keluar, hahahaha!"


"Mau aku pukul?" Tanya Qin Chen menarik dengan wajah serius memperlihatkan tangannya dan memukulnya.


Bugh!


[Ding!]


[Selamat tuan, karena berhasil membunuh kultivator Pembentukan (5). Memperoleh; 50.000 Exp + 50.000 Poin Sistem.]


...

__ADS_1


*Bersambung ...


__ADS_2