Sistem Penguasa Abadi

Sistem Penguasa Abadi
Chapter 53 : Membantu Peng Chao


__ADS_3

Setelah mengalahkan kelabang raksasa, ia pergi ke puncak gunung tidak diketahui tempatnya. Jelas semua yang ia lihat adalah hutan yang runtuh, dan sungai-sungai membanjiri daratan tersebut, bahkan banyak orang-orang terseret ke tepian dengan monster-monster sungai.


"Seharusnya ada disini, tapi sudah tidak ada apa mungkin mereka pergi ketempat lainnya karena merasakan getaran hebat sebelumnya. Bahkan banyak kapal-kapal yang hancur oleh serangan sebelumnya."


Ia mengangguk mengerti, lalu melesat pergi ketempat lainnya mencari harta langit yang dibicarakan karena tidak ada lagi yang bisa ia lakukan selain mencari itu dan pergi keluar dari tempat ini.


***


Hutan Seribu Pedang


Ditempat Qin Chen, ia berada didalam hutan dengan ribuan pedang patah maupun utuh bergeletakan di tanah, bahkan tertancap ditanah dengan kondisi yang sangat lama sehingga berkarat.


Saat itu, Qin Chen tengah berdiri diantara ribua pedang itu, ia melihat satu persatu pedang yang bagus dimana. "Ah! Itu dia! Itu adalah senjata mematikan yang aku inginkan dari dulu!"


Ia mendekati batu besar dimana sebuah pisau dapur tertancap di batu itu, dengan tangannya menarik dan tiba-tiba sebuah gemuruh dilangit bersamaan dengan itu sebuah petir menyambar batu tersebut hingga meledak.


Duarr!


Qin Chen terhempas kebelakang dengan pisau dapur di tangannya, ia tidak mengharapkan bahwa ada petir menyambar batu itu saat Qin Chen menarik pisaunya.


"Sial! Petir itu mengangetkanku, aku hanya menarik pisau ini, apa ada yang salah dengan pisau dapur ini."


[Ding!]


[Selamat tuan, karena berhasil mendapatkan harta langit. Pisau dapur legendaris, harta karun kelas Dewa.]


"Urghh! Tu- Tunggu dulu, apa mungkin mereka semua datang hanya untuk pisau ini! Jangan bercanda, setidaknya harta langit seperti sabit kematian, armor, bukan pisau dapur ini!"


[...]


Melihat apa yang terjadi sekarang, ia tercengang tidak berkata-kata lagi, harta yang selama ini mereka cari adalah pisau dapur yang memiliki kekuatan setingkat Dewa.


"Sial! Aku tertipu masuk kedalam Segitiga Bermuda, ternyata hanya pisau dapur legendaris. Tch, sudahlah lebih baik farming level sampai mentok!"


Setelah menyesal, ia melesat pergi dari sana karena harta langit telah ia temukan tanpa sengaja. Sekarang, ia berada di antara pulau terapung, dimana banyak kapal-kapal berhenti disana dan berkumpul disatu tempat saling melihat satu sama lain.

__ADS_1


Qin Chen yang di sana duduk melihat untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi sekarang ini. "Apa mereka menemukan harta legendaris lagi, lalu bertengkar seperti anak kucing di pulau terapung ini?"


"Raja Laut Utara! Apa maksudmu menghadang jalan kami! Apa kau mencoba memecah belah kekuatan kami, lalu merebut kekuasaan laut barat!"


"Khahaha! Aku mencoba melindungi harta yang ingin aku ambil! Apa aku salah? Seharusnya kau telah mengetahui hal ini, karena itu aku tidak akan banyak bicara lagi!"


"Keparat! Serang!"


Tap ... Tap ... Tap ...


Ribuan orang berlarian membawa senjata ditangan mereka, pertarungan besar di antara 4 penguasa laut membuat pulau terapung bergetar hebat. Qin Chen memakai popcorn sambil menikmati teh manis disampingnya, ia menonton acara ekslusif yang hanya sekali terjadi di dunia.


"Sangat menarik, dia bisa menang karena memiliki equipment terbaik. Sementara lainnya akan kewalahan tanpa bekerja sama satu sama lain, bagaimanapun Peng Chao adalah suadaraku, aku akan membantunya."


Ia menghabiskan popcorn itu dengan terburu-buru sampai-sampai mulutnya dipenuhi popcorn, tersedak-sedak hampir mati karena keselek jagung, ia menghabiskan teh manisnya dan setelah itu berdiri dengan bangga.


"Auoooooo!"


Dengan ia melompat kelangit memecahkan perseteruan keempat penguasa, pandangan mata keempat Raja Laut melihat ke langit dimana pemuda tengah mendekati mereka melalui jalur langit.


"Makan ini, pisau dapur surgawiku!"


Swushh!


Sebuah siluet bulan sabit melesat dengan kecepatan tinggi membelah daratan tersebut dan menciptakan ledakan-ledakan dahysat yang membuyarkan keempat pasukan dari masing-masing penguasa.


"Saudara Peng, apa kau baik-baik saja?"


"Ya, kenapa kau kemari saudara Chen, ini bukanlah tempat seharusnya kau datangi sekarang. Keempat penguasa saling merebutkan harta dibelakang gunung ini, saudara Chen, pergilah tidak baik ditempat ini."


"Tidak-tidak, aku akan membantumu untuk membalas kebaikanmu sebelumnya. Karena itu, tunggulah sebentar, aku akan membereskannya dengan cepat."


Qin Chen membuat keributan membuat orang-orang disana marah, mata mereka penuh niat membunuh. Ia mengeluarkan pedangnya di tangan kirinya, sekarang dua senjata jarak dekat ada ditangan.


"Baiklah, kita mulai pestanya, teman-teman!"

__ADS_1


Ia melesat dengan kecepatan tinggi, mengayunkan pedangnya kesamping menyeret pedangnya. Ratusan meter hancur, pisau dapurnya membelah batu di hadapannya, meledak dan membuat orang-orang kocar-kacir.


Peng Chao untuk pertama kalinya melihat kekuatan Qin Chen membuatnya tidak berkata-kata lagi, hanya ada rasa kagum melihat betapa lincahnya Qin Chen menggunakan pedang, bahkan itu adalah dual pedang.


Bahkan pendekar pedang terbaik di benua tidak mungkin bisa menggunakan dual pedang dengan mahir, karena mereka hanya menggunakan satu pedang, satu hati, satu pikiran dimana dapat membelah segalanya tanpa batas.


Sementara Qin Chen, ia belum menyempurnakan Dao Pedang sehingga ia masih dibilang amatir. Meski begitu, ia begitu hebat dengan dua pedang di tangannya, walaupun satunya adalah pisau dapur.


"Pedang surga, hancurkan! Hiyaakkk!"


Swoosh!


"Pertahankan posisi, gunakan artefak bumi! Lindungi Raja!"


"Hiyaaaa!"


Sebuah proyek pertahanan terbentuk, Qin Chen mencoba memotong pertahanan tersebut dengan ayunan tangannya. Tiba-tiba siluet bulan sabit melesat menghantam pertahanan tersebut, percikan-percikan api membuat mereka tercengang.


Qin Chen tidak tahu apa yang digunakan mereka, namun itu cukup kuat untuk menghalangi serangan Qin Chen yang tidak serius itu. "Sangat bodoh, terima ini sekali lagi! Haaaaaa!"


"Apa! Tidak mungkin, bagaimana bisa dia begitu kuat dalam waktu singkat ini! Apa dia membodohi kita semua dan menyembunyikan kekuatannya!"


"Diam dasar tolol, fokus dalam pertahanan melindungi Yang Mulia Raja! Jangan biarkan bocah ini mengambil panggung Raja, bunuh dia dan seret dia hingga tidak memiliki bentuk lagi, sialan!"


Ia membentuk pertahanan yang berlapis-lapis membuat orang-orang disekitarnya kagum melihat pertahanan mutlak itu. Sementara Qin Chen, ia terlihat biasa saja karena ia sudah menghabiskan monster tua sebelumnya, dan mendapatkan peningkatan kekuatan yang luar bisa.


"Itu, bagus terima ini lagi!"


Dengan semangat menyerang, ia mendorong lebih keras membuat pertahanan itu satu-persatu pecah dan membuat orang-orang berjatuhan ketanah membuat disekitarnya tercengang.


Peng Chao tercengang, ia tidak tahu apa-apa sekarang ini, tiba-tiba Qin Chen datang dan membuat keributan di pertempuran antara 4 Raja Laut. Bahkan ia sendiri tidak tahu bisa menang atau tidak melawan tiga Raja laut lainnya.


Sementara Qin Chen, ia secara frontal membantai orang-orang tanpa melihat dari kelompok mana.


...

__ADS_1


*Bersambung ...


__ADS_2