
Slash! Slash! Slash!
Puluhan tebasan pedang Qin Chen hindarkan, ia melompat-lompat kebelakang sambil menyerang balik dengan tangannya, mereka terlempar kebelakang dan terluka cukup parah di bagian wajahnya yang membengkak.
"Sial! Kalian benar-benar tanpa pandang menyerangku! Aku tidak ada salah, kalian malah menyerangku, benar-benar membuatku kesal!"
"Bacot, bocah!"
"Nani!" Qin Chen melesat seperti cahaya dengan mata geram mengarah pukulan super serius miliknya tepat di wajahnya.
Bang!
Duarr! Duarr! Duarr!
Ledakannya membentuk pola 'U' yang besar dan panjang di hadapannya, untungnya kediaman ini dekat dengan tepi kota sehingga serangan Qin Chen tidak membuat banyak korban jiwa.
Orang-orang melihatnya berlarian ketakutan karena Qin Chen seperti monster mengamuk ditengah kota. Mata terbuka, dan rahang jatuh kebawah, mereka tercengang dengan air liur mengalir deras ketanah.
"Bukankah, aku ini keterlaluan? Tapi sudahlah, lanjutkan lagi!" Gumam Qin Chen langsung menoleh kesamping dengan mata tajamnya membuat perampok berwarna pink sebelumnya ketar-ketir merangkak kebelakang.
Duarr!
Kaki Qin Chen tiba-tiba meledakkan tempat tersebut tepat didepan matanya, ia gemeteran dengan keringat dingin bercucuran membasahi pakaiannya. "Tu- Tuan ini salah paham, ini semu kesalahpahaman."
"Hohoho ... Mau itu kesalahpahaman, kau telah merusak mentalku dan harus menerima hukuman yang sepadan!"
Qin Chen menariknya dan melemparnya ketempat orang-orang berkumpul sekarang. Disana, mereka begitu beringas dan menghajar perampok tersebut dengan sangat ganas hingga babak belur, sama halnya dengan yang lainnya.
Ia melempar kedalam buaya yang kelaparan, wajah mereka sampai-sampai tidak berbentuk lagi setelah menerima pukulan keras dari orang-orang. Tidak sampai disitu, mereka di arak sampai ketempat penjara berada.
Setelah itu, ia pergi ke puncak paling tinggi di kota, menara jam terbesar di kota, ia duduk di atap melihat ketinggian. "Ha! Sensasi ini benar-benar mengagumkan! Jika aku ada HP, mungkin akan mengambil gambar untuk kenangan disini. Ngomong-ngomong tentang itu aku ingin melihat statistikku."
[Ding!]
[Nama : Qin Chen]
[Usia : 14 th (36)]
[Level : Kaisar (1)]
__ADS_1
[Exp : 638.892/1 Kuadriliun .]
[Exp Storage : 0.]
[Gelar : Master Perselingkuhan»]
[Tubuh : Abadi Abadi Sejati]
[Blood : Primordial Surga.]
[Profesi : Alkemis (Unknown) - Formasi (Unknown).]
[Pasif Skill : Pemulihan - Regenerasi Abadi]
[Skill : Manual surga : Sembilan Gerbang Surgawi (Unknown) - Sembilan Gerakan Agung (Surga) - Langkah Surga Pembunuh Dewa (Surga) - Telapak Tangan Penghancur Awan (surga) - Palu Penghancur Gunung (surga) - Tinju Pemecah Air (surga). Telapak Tangan Menyegel Surga (Surga).]
[Inti : Inti Abadi Primordial - Inti Elemen Primordial.]
[Nyala Api : Sembilan Surga Pemurnian.]
[Toko : » ]
[Harta : 39.980.840 Koin Emas.]
[Inventori : Box misteri (2) - Seribu Pedang Abadi (Surga) - Pembetukan Tubuh Abadi Abadi Sejati (Unknown) - Palu Surga (Surga) - Pil Darah Monster (Abadi) - Topi Cowboy - Sarung Merah Legendaris - »» ]
"Tidak ada yang berubah, hanya Exp yang melebihi batas imajinasiku! Bagaimana caraku mendapatkan banyak Exp, sekumpulan monster dengan level tinggi mungkin bisa menembus levelku."
Ia berdiri kembali menghilangkan panel di hadapannya, melihat seluruh kota dibawah kelopak matanya. Disana, ia melompat ke langit untuk kembali mencari Peng Chao yang tidak diketahui kemana ia pergi.
***
Malamnya
"Tuan ... Ternyata tuan berada di sini, saya telah mencari tuan cukup lama di kota."
Tiba-tiba suara wanita membuat Qin Chen menoleh kebelakang melihat wanita cantik lainnya datang ketempatnya. Ia beberapa kali menggelengkan kepalanya karena tidak yakin akan hal ini, lalu ia kembali melihat dengan matanya sendiri.
Mereka berdua berada di pelabuhan kapal dimana Qin Chen malam ini akan mulai berangkat menelusuri lautan menjadi Raja Laut Terakhir.
__ADS_1
"Ternyata kau, aku kira siapa, ada apa malam-malam ini menemuiku? Apa kamu sudah kangen denganku yang tampan ini, atau kamu mau dimanjakan olehku? Atau mungkin, kamu tidak menyukaiku, ughh! Nasib, aku mungkin menjomblo sangat lama."
"Tidak-tidak, saya datang kesini membawakan tuan sesuatu yang menemani tuan berlayar di lautan ini, tolong diterima sebagai ucapan terimakasih dariku."
Qin Chen mengambilnya dan melihat ada banyak makanan kue, dan cemilan enak saat aromanya masuk kedalam hidungnya. "Apa ini kamu sendiri yang membuatnya?"
"Benar tuan, saya membuatnya sendiri setelah tuan pergi. Kapan-kapan tuan dapat mampir ke toko kue milikku di kota ini, saya akan memberikan tuan diskon untuk pelanggan pertama dan terakhir."
"Begitu rupanya ... Aku akan mampir setelah urusanku selesai, terimakasih atas kue ini, aku akan memakannya saat perjalanan."
"Sama-sama."
Qin Chen memegangnya dan menunggu semuanya selesai, wanita itu masih berada dibelakangnya melihat Qin Chen dengan mata yang berbeda dibandingkan wanita pada umumnya.
"Ada apa? Kamu ingin naik? Atau ikut berpetualang denganku?"
"Maafkan saya tuan, saya hanya memikirkan sesuatu. Karena tidak ada lagi, saya akan kembali untuk beristirahat kembali, sekali lagi saya berterimakasih kepada tuan, selamat tinggal dan jaga diri tuan baik-baik agar bisa kembali ke kota ini dan mengunjungi toko kue saya."
Sebelum mendengar balasan Qin Chen, ia meninggalkan Qin Chen secara perlahan menghilang ditutupi oleh kegelapan malam yang abadi. Qin Chen tersenyum kecil, ia tidak mengharapkan akan mendapatkan kesan yang baik padanya.
"Wanita yang aneh, namun dia benar-benar cantik! Untuk sekarang, dia akan masuk kedalam list wanita dengan karakteristik unik."
Setelah melihat kue-kue buatannya, Qin Chen menyimpannya kedalam penyimpanan. Ia lalu naik ke kapal setelah barang-barang diangkut kedalam kapal, disana ia berdiri melihat mini Qin Chen yang mulai begegas menggerakkan kapal tersebut.
"Komandan, putar baling-baling, kita akan berangkat sekarang menuju dunia luar yang luas ini."
"Baik kapten."
Ia melangkah keluar melihat kapal mulai bergerak, sebelumnya mencari Peng Chao namun tidak menemukannya. Mungkin ia telah berangkat buru-buru sampai tidak bisa memberitahukan Qin Chen kalau ia akan pergi sebelumnya.
Sementara itu, di atas bangunan tinggi, wanita sebelumnya berdiri melihat Qin Chen yang bergerak menjauh dari kota meninggalkan benua tersebut. Ia mengeluarkan bunga mawar di tangannya, dan mulai beterbangan terhembus angin ke arah Qin Chen.
Ditempat Qin Chen, ia mengambil satu kelopak bunga mawar merah beterbangan di sekitarnya. "Bunga ini ... " Qin Chen langsung menoleh kebelakang dan melihat bayangan wanita sebelumnya menghilang dari gedung tinggi. "Dia sepertinya malu mengucapkan terima kasih dan selamat tinggal secara sungguh-sungguh. Ha! Dia benar-benar unik, memberikan bunga-bunga ini untuk kepergianku, dia wanita dengan hati baik, tapi tidak cocok denganku yang memiliki kepribadian buruk."
Qin Chen menggelengkan kepalanya. "Anak-anak, kita akan menuju pulau bunga! Angkat dada kalian dan percepatan laju kapal, dan besok kita akan sampai di sana!"
"Baik kapten!"
Setelah memberikan perintah kepada mereka, ia meninggalkan tempat tersebut masuk kedalam ruangan pribadi miliknya.
__ADS_1
...
*Bersambung ...