Sistem Sahir Mirah Bengis Hatma

Sistem Sahir Mirah Bengis Hatma
bab 07


__ADS_3

"Darma. Kupikir tiada pernah kan menarik jikalau memberi lawan sulit ke Hatma."


"Jangan naif. Ketimbang menyuguhkan lawan yang mudah, segeralah habisi lawan sebelum mendapat kekuatan dan kemampuan yang dapat melawan kita."


"Hee.. begitu kah? Sebagai kakaknya Alpa pikir, kita musti berikan dia panggung untuk bersinar dan jatuhkan ketika berada di atas langit.. itu lebih baik."


Kedua orang ini tengah bercakap-cakap tentang Hatma, bagaimana cara agar dia menderita? Salah satu dari mereka melemparkan semacam telur dari atas gedung. Keberadaan mereka pada ketinggian membuat tidak banyak orang mengetahui mengenai mereka, sekelumit cerita pun tidak.


***


Helaan napas Hatma mencerminkan kekesalan, dia telah menunggu selama satu jam lebih tidak ada tanda-tanda Rablis datang. Remaja ini menyeruput secangkir kopi hitam, uang yang entah darimana muncul begitu saja pada dompetnya tanpa Hatma sadari. Hatma sadar bila uang ini berasal dari tugas sebelumnya yang benar-benar nyata.


"Bahkan bisa ditukarkan, apa maksudnya? Hatma benar-benar penasaran.. dengan layar ini.."


Pada awalnya Hatma pikir ini sebuah game atau khayalan belaka. Namun, segala pemikiran dipatahkan oleh realita menciptakan sebuah kesan aneh semacam nostalgia, Hatma seolah-olah dia kangen pada sesuatu perihal saat menatap layar ini.


Dia meneguk kopi hitamnya yang terakhir, hendak ketika bakal beranjak pergi beberapa remaja berlarian terpontang-panting dari warnet seperti tengah ketakutan. Hatma masuk ke dalam justru menemukan Reza sedang memukuli seorang pria dewasa, sedang sekelilingnya terdapat kerusakan.


"Reza? ... Tidak, ada suatu yang sedikit mengganjal pada lengannya.." batin Hatma memperhatikan.


[Skill: Tembus Pandang]


Hatma berjalan mendekati remaja yang tengah berkelahi serupa kerasukan iblis, tanpa memikirkan lebih lanjut dia memukul Reza hingga terjatuh ke lantai. Hatma membuang napas dan berjongkok melihat muka Reza yang sedikit aneh.


[Rablis tingkat 5]


[ . . . ]


[Sepertiga Rasukan Iblis]


Hatma cemberut waktu teks yang telah dibaca oleh dirinya lenyap, bermaksud akan menarik Sord Kembar dari penyimpanan, pandangan Reza naik ke atas memperoleh Hatma. Dia kelihatan kepenatan serupa sudah berlari lama, Reza mengerutkan kening seusai menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Menyadari bahwa Reza merasakan kehadirannya, dia berdiri dan pergi dari tempat tersebut. Disusul orang-orang hadir, membantu mereka yang terluka, meskipun Hatma tertampak kesal. Dia mengigit jari seraya berekspresi marah meluap-luap.


"Hatma. Kamu ngapain aja? Lama banget, ke toilet apa ke rumah!" Silvi memperlihatkan muka masam seolah-olah keinginannya tak terwujud.


"Tanpa Hatma sadari sudah sampai di sini," cakapnya mencuaikan Silvi dan masuk ke dalam. Silvi yang diabaikan tertampak kesal, walaupun demikian tetap dia mengikuti Hatma dari belakang.


"Kau seperti peliharaan Hatma saja," ucap Hatma menempelkan senyum tipis. Membuat Silvi berupaya untuk tangannya bergerak merangkul Hatma.


***


Malam hari, Hatma keluar dengan mengendap-endap layaknya pencuri kabur seusai mengambil barang curian. Dia keluar kamar melewati jendela segera menemukan Rablis besar, kali ini seekor Rablis manusia berwujud cumi-cumi. Dengan tentakel yang panjang akan merepotkan lawan.


[Skill: Api]


Sord Kembar di tangan Hatma terselimuti api yang membara, dia berada di pantai sepi sunyi membuatnya sedikit lega, sebabnya tidak akan ada yang mengetahui kegiatannya. Cengkraman tangan Hatma begitu kuat. Dia bersikap seakan bermaksud akan menyerang, namun, tetap diam menunggu.


"Jantur masih aktif, jika dia menyerang sekalipun tak akan membuat luka besar.. tetapi repot juga bila mahkluk itu bisa menyembuhkan diri," batin Hatma.


Tentakel pertama memelesat cepat, sekali ayun bergerak ke atas menangkis tangan lawannya hingga terpotong. Hatma tidak bergeming dan berlari pada depan muka Rablis, kedua Sord kembar terayun dan menebas berbentuk silang, disusul api meruak ke seluruh tubuh Rablis begitu cepat.


[Skill: Bolide]


Hatma memukul bola api yang melayang di hadapan mukanya kayaknya bola bisbol, rupa Bolide sendiri yang serupa batu yang terbakar. Usai mendapatkan rentetan tembakan bola api, Rablis makin kewalahan karena tindakan Hatma. Dia bermaksud akan kabur, namun Hatma sama sekali tidak membiarkan.


Rablis pun meraung-raung menantang Hatma buat lawannya waspada, kewaspadaannya pun membuahkan hasil. Mahkluk itu mengganti kulit layaknya ular. Selepas menghabiskan beberapa detik Rablis memiliki wujud manusia, perawakan tinggi dengan tubuh mirip pria dewasa buat Hatma kaget.


[Jantur: Pertahanan Mutlak, patah]


"Ugh!"


Tanpa terduga, Hatma terdorong jauh seusai refleks kedua pedangnya digunakan senagai perisai menyilang, bahkan dampaknya bukan itu saja. Cukup menciptakan kerusakan besar, pedang Sord Kembar nyaris patah dan Hatma yakin akan segera patah.

__ADS_1


"Dia sangat cepat. Bagaimana mengimbangi gerakan super cepat itu?" Batin Hatma. Dia mengamati tingkah musuh dan bergumam, "tampaknya Rablis ini akan kelelahan seusai melakukan gerakan cepat."


Hatma berlari masuk ke dalam jangkauan musuh, selagi lawan berupaya menggerakkan tangan, Hatma mengayunkan pedang secara horizontal dengan bergantian, memberi dua luka. Sementara dia akan mendaratkan tebasan lagi, Rablis bersikap seolah ingin memukul buat Hatma mendorong diri menjauh.


"Apa-apaan itu?" Ungkap Hatma menjumpai bahwa Rablis memukul udara dan muncul hembusan angin yang memberi bekas cakaran di tanah.


[Skill: Cenangkas Pawana]


Hatma mengibaskan pedang berulangkali mencipta serangkaian pisau angin, tiupan itu menghasilkan angin bagaikan pisau tajam mencabik-cabik musuh dalam sekejap. Namun, pada kasus kaki ini Hatma tau bahwa Rablis ini tahan terhadap sihir tingkat dasar membuat Hatma hilang akal.


"Hatma telah kehabisan ide. Apa cara agar Rablis ini dapat tumbang?" Gumam Hatma berpikir.


[Jantur: Pertahanan Mutlak]


Pertahanan Mutlak ialah sebuah satu jantur yang memberi pertahanan serta dapat menghindari satu serangan berbahaya, kecil kemungkinan ada musuh yang bisa mematahkan jantur ini. Meskipun begitu Hatma tidak kuasa menahan beban jantur ini.


"Dampak menggunakan jantur ini tubuh Hatma akan menerima luka, jangan terlalu lama menggunakan jantur semacam ini.." ucapnya pelan.


Jantur merupakan sihir yang masuk dalam kategori pendukung, dimana jantur hanya dapat digunakan pada pengguna atau teman, sebagian besar mereka berfungsi untuk melindungi. Sementara skill sama dengan sihir, tapi dibawah tingkatan sihir, sihir pula berada di tingkatan tertinggi.


"Bisakah Hatma dapat hadiah? Hadiah tanda tanya sangat menyebalkan!" Gerutu Hatma sembari menunggu pergerakan lawan.


[Tugas opsional: membunuh Rablis tingkat 5]


[Hadiah: dua pedang besi dan pelindung]


"Kebetulan. Di depan Hatma Rablis tingkat 5, bagus kau mengerti perasaan Hatma.. layar sialan.." lirih Hatma sambil bersikap siaga.


Asap keluar dari bilah kedua pedangnya, dengan durja bermuram Hatma lenyap dari tempat meninggalkan bekas di tanah. Diikuti suara bising Hatma muncul depan Rablis, Rabilis akan memakai tinjunya, tapi sayang Hatma mengayunkan pedang kiri terlebih dahulu dan memotong tangannya.


Tidak berhenti disitu, Rablis memakai tangan kirinya justru malah bernasib sama seperti tangan kanan, selagi itu pula Hatma membalikkan cengkraman tangan, menebas Rablis pada dada. Meninggalkan sebuah ukiran silang berdarah-darah.

__ADS_1


[Skill: Bolide]


Belum habis menyerang, Hatma melepaskan bola api mengenai musuh. Bersicepat Hatma terpelesat dan memenggal kepala Rablis dengan kedua pedangnya, layaknya tengah memakai gunting pada leher Rablis. Tubuh Rablis manusia pun tergeletak di tanah serupa mayat asli.


__ADS_2