Solram Saga

Solram Saga
Chapter 10


__ADS_3

Selama perjalanan, Xenon menoleh melihat keluar jendela, Ariana melihat Valia yang terus memperhatikan Xenon, dia langsung bergerak ke sebelah Xenon dan merebahkan kepalanya di pangkuan Xenon yang otomatis mengelus rambutnya walau wajahnya melihat keluar jendela.


“Hei....jangan tidak sopan di depan tuan puteri ya...” Tegur Lynx.


“Hah...” Xenon langsung menoleh melihat Lynx.


“Sudahlah Lynx, tidak apa apa, kalian adik kakak yang mesra ya...” Ujar Valia.


“Siapa adik kakak ? kita teman.” Tegas Ariana.


“Oh....maaf kalau salah.....” Balas Valia.


“Soal legenda itu, kapan legenda itu terjadi ?” Tanya Xenon.


“Menurut cerita dari para penyair dan para pujangga, legenda itu terjadi sekitar 1000 tahun yang lalu...” Jawab Valia.


“Apa ?” Teriak Xenon dan Ariana yang mendadak duduk di tempatnya kembali karena kaget mendengar nya.


Xenon langsung menggenggam tangan Ariana dengan erat, keduanya tidak percaya kalau mereka sudah berada di dalam dungeon selama 1000 tahun, mungkin malah lebih. Sebab menurut hitungan yang di buat Xenon, mereka berada di dalam dungeon hanya selama 5 tahun. Ariana merebahkan kepalanya di pundak Xenon yang langsung merangkul nya, sulit bagi keduanya menerima kenyataan ini. Melihat reaksi keduanya, tentu saja benak Valia dan Lynx di penuhi tanda tanya.


“Maaf, tapi boleh katakan siapa kalian sebenarnya ?” Tanya Valia.


Xenon dan Ariana tidak menjawab apa apa, Xenon langsung menoleh melihat kembali ke luar jendela dan Ariana memejamkan matanya sambil bersender di pundak Xenon.


“Putri bertanya kepada kalian....” Tegur Lynx.


“Maaf, tapi kami sendiri tidak tahu siapa kami, kami tidak mempunyai ingatan, hanya saja mendengar kisah legenda yang di ceritakan barusan membuat kami bingung dan ada perasaan aneh yang muncul.” Jawab Ariana yang berpura pura kehilangan ingatan.


“Oh jadi begitu, kalau begitu, biar kami bantu, Xenon san, Ariana san...” Ujar Valia sambil tersenyum.


“Terima kasih...” Jawab Ariana.


Kereta terus berjalan dan akhirnya keluar dari hutan. Xenon dan Ariana melihat hamparan padang rumput yang luas dan sebuah jalan yang memotong di tengah tengah nya. Iring iringan kereta masuk ke dalam jalan, di tepi jalan ada petunjuk tanda panah yang menunjukkan arah ke kota Fertus. Sepanjang perjalanan, Valia dan Lynx mengajak keduanya berbicara, mereka juga menjelaskan kalau tujuan Valia ke kota Fertus untuk masuk ke akademi sihir yang berada di sana, selain akademi sihir, ada juga akademi petualang dan akademi ksatria. Kalau ingin menjelajahi dungeon, harus menjadi petualang dan bersekolah di akademi petualang. Setengah hari kemudian, ketika hari sudah mulai gelap, kota Fertus sudah terlihat di depan mereka. Xenon dan Ariana melihat kota yang di kelilingi dinding tinggi dan hanya memiliki satu gerbang masuk.


Setelah sampai di depan gerbang, para penjaga memeriksa kereta kereta di depan dan ketika sampai di kereta yang di naiki oleh Valia, para penjaga menunduk dan membiarkan kereta lewat. Di dalam, Valia dan Lynx meminta pengemudi kereta untuk mengantar Xenon dan Ariana ke penginapan, kemudian mereka juga memberi sejumlah uang kepada keduanya untuk menginap dan hadiah karena menolong mereka ketika sedang di hutan. Begitu sampai di penginapan, Xenon dan Ariana turun.


“Terima kasih Valia sama....” Xenon menunduk.


“Sama sama Xenon san, nanti kita bertemu lagi....kami permisi dulu sekarang, sampai jumpa lagi.” Balas Valia.


Kemudian kereta kembali berjalan meninggalkan Xenon dan Ariana di depan penginapan. Keduanya masuk ke dalam, mereka melihat suasana di dalam penginapan yang merangkap restoran itu sangat ramai, banyak sekali pengunjung yang sedang makan di sana dan para pelayan yang sibuk melayani juga mengantar pesanan para pengunjung. Seorang wanita berpakaian pelayan menghampiri mereka,


“Ada yang bisa di bantu ?” Tanya nya.

__ADS_1


“Um...kami berdua mau menginap di sini.....” Jawab Xenon.


“Oh baiklah, harganya 3000 gen.” Ujar pelayan itu.


Xenon mengambil sebuah koin emas dari kantung yang di berikan oleh Valia kemudian memberikan nya pada pelayan itu.


“Wah kebanyakan, mau berapa hari menginap nya ?” Tanya pelayan itu.


“Um...tidak tahu, tapi yang pasti akan lama....di kembalikan nya nanti saja...” Jawab Xenon.


“Baiklah kalau begitu, silahkan duduk dulu di tempat yang kosong, kita akan siapkan kamarnya dulu.”


Tanpa mereka sadari, seluruh mata pengunjung di dalam restoran itu memandang mereka dengan pandangan yang sinis. Beberapa dari mereka melihat kantung berisi koin emas yang di pegang oleh Xenon. Ketika Xenon dan Ariana hampir sampai di tempat duduk yang di tunjuk oleh pelayan itu, seorang pria yang mereka lewati berdiri dan langsung menghadang keduanya. Beberapa pria juga berdiri kemudian berdiri di belakang keduanya.


“Oi, kalian orang baru ya di kota ini ? aku baru pernah melihat kalian, biasanya pendatang baru harus tunduk pada penduduk lama kan, mana kantung koin nya..” Ujar pria berbadan besar dan kekar yang berdiri di depan Xenon.


“Hmm...mau merampok kami ?” Tanya Xenon.


“Hahaha merampok ? kalian harus bayar upeti kepada kami kan, buat apa kami merampok kalian.”


“Oh begitu, maaf, aku tidak bisa menuruti nya, permisi....”


Xenon menarik tangan Ariana dan mengacuhkan pria di depan nya, kemudian melewatinya. Tapi tiba tiba pria itu memegang pundak Ariana.


“Hehe tunggu, jangan sembarangan saja mengacuhkan ku, mana uang nya atau wanita ini akan aku bawa untuk bersenang senang...” Ujar pria itu sambil terkekeh.


“Gyaaaaah.....apa yang kamu lakukan perempuan ******....” Teriak pria itu sambil memegang  tangan nya.


“Jangan sentuh aku sembarangan....” Ujar Ariana.


“Sudah lah, mereka tidak penting, ayo Ariana, kita duduk...” Ajak Xenon.


“Iya Xenon.....” Balas Ariana.


Kemudian mereka duduk di meja kosong di depan mereka. Banyak pengunjung dan pelayan yang terlihat lega karena gerombolan pria yang menghadang mereka sudah keluar membawa pria besar yang tangan nya remuk karena di remas oleh Ariana. Seorang pelayan restoran menghampiri mereka dan mengantarkan minuman, dia mengatakan kalau gerombolan pria tadi memang sering berbuat rusuh di bar, tapi mereka tidak bisa berbuat apa apa, karena mereka berasal dari kalangan noble dan siswa akademi ksatria. Tak lama kemudian seorang pelayan yang lain kembali menghampiri dan membawakan makanan untuk keduanya. Setelah mengucapkan terima kasih, keduanya langsung makan dengan lahap.


“Ini enak sekali Ayumu.....” Ujar Ariana.


“Iya Rui.....ini benar benar enak, walau sedikit berbeda dengan masakan ku....” Balas Xenon.


“Hehehe masakan mu kan khas dunia kita dulu....yang ini khas dunia ini...” Balas Ariana.


“Kamu lebih suka mana ?” Tanya Xenon.

__ADS_1


“Dua duanya suka......” Jawab Ariana.


Keduanya makan sambil berbincang bincang dan tanpa sadar mereka berbincang bincang menggunakan bahasa jepang. Tiba tiba seorang pria paruh baya yang duduk di sebelah mereka menoleh dan memperhatikan mereka. Akhirnya pria paruh baya itu menegur mereka.


“Maaf, boleh aku bertanya ?” Tanya pria itu.


Xenon dan Ariana menoleh sambil meneruskan makan nya, mereka melihat seorang pria berkepala botak, berjanggut dan mengenakan pakaian seperti jubah seorang professor, menyapa mereka sambil tersenyum.


“Um....iya, ada apa ossan (paman) ?” Tanya Xenon.


“Kalian berdua, bicara menggunakan bahasa dewa ?” Tanya pria paruh baya itu.


“Hah...bahasa dewa ?” Tanya Xenon yang menjawab dengan bingung.


“Iya, bahasa yang di gunakan pahlawan dalam legenda yang merupakan penjelmaan 7 dewa yang ada di dunia ini.....” Ujar pria itu.


Xenon dan Ariana yang mendengarnya bertambah bingung, tapi mereka jadi tergelitik ingin tahu.


“Um....jadi para pahlawan dalam legenda itu berbicara menggunakan bahasa kami ?” Tanya Ariana.


“Benar sekali, aku punya buku di kantor ku yang sedang kita terjemahkan, apa kalian bisa lihat buku itu ?” Tanya pria itu.


“Um...nama ossan siapa ?” Tanya Xenon.


“Ah maaf, aku belum memperkenalkan diri, namaku Marlon, aku kepala akademi dan peneliti di akademi sihir, boleh tahu nama kalian siapa ?” Tanya Marlon.


“Namaku Xenon dan di sebrang ku Ariana....” Jawab Xenon.


“Hmm nama yang normal, kupikir nama kalian mirip seperti nama para pahlawan dulu...” Ujar Marlon.


“Memang namanya siapa Marlon ossan ?” Tanya Xenon.


“Pendiri kerajaan ini, penjelmaan dari God of Glutonny, Hirokuma Masashi...salah satu dari 7 pahlawan yang berhasil mengalahkan dan mengurung dewi kejahatan.” Jawab Marlon.


Xenon dan Ariana langsung berdiri mendengar nama itu di sebut, mereka yakin kalau pahlawan itu berasal dari dunia mereka sebelum nya, tapi karena sadar seluruh pengunjung melihat mereka, keduanya kembali duduk dengan tenang.


“Melihat reaksi kalian berdua, pasti kalian mengenal nama seperti itu.....” Ujar Marlon sambil mengelus ngelus janggutnya dan tersenyum.


“Ah....jujur saja ossan, kita berdua kehilangan ingatan.....jadi tiba tiba saja nama itu membuat kita terperanjat....” Ujar Ariana berusaha mengalihkan Marlon.


“Aku mengerti, jujur saja aku tertarik kepada kalian, berapa usia kalian ?” Tanya Marlon.


“Um....kita berdua 17 tahun....” Jawab Xenon.

__ADS_1


“Hmm terlambat 1 tahun, tapi tidak apa apa, maukah kalian datang ke akademi dan bersekolah di sana ?” Tanya Marlon.


Xenon dan Ariana saling menoleh dan melihat satu sama lain setelah mendengar tawaran dari Marlon.


__ADS_2