Solram Saga

Solram Saga
Chapter 20


__ADS_3

Keesokan harinya, ketika di kelas, sensei mengumumkan kalau mereka kelompok Xenon dan Ariana mengikuti pertandingan kelompok yang akan di adakan waktu eksebisi nanti, seluruh teman sekelas kaget dan protes kepada sensei. Tapi karena bukan sensei yang mendaftarkan nya, jadi sensei tidak bisa berbuat apa apa. Waktu istirahat makan siang, ke enam nya pergi ke atap akademi untuk berdiskusi mengenai pertandingan mereka dan jadwal latihan mereka sekaligus makan siang. Tiba tiba dua orang pria masuk ke atap dan langsung menghampiri mereka ber enam.


“Hei....” Ujar seorang pria.


Xenon, Ariana, Cecil, Georg, Lifana dan Edlan menoleh, yang menegur mereka rupanya teman sekelas mereka dan mereka kelihatan marah.


“Um...kalau tidak salah Reggy ya....” Ujar Lifana.


“Benar, elf gagal dan kelinci liar, masih ingat aku rupanya....apa apaan kalian, kumpulan orang gagal berani mewakili kelas kita di pertandingan eksebisi nanti, kenapa kalian mendaftar tanpa berdiskusi dengan teman sekelas yang lain ?” Tanya Reggy.


“Kami tidak mendaftar, siswi senior dari akademi ksatria yang mendaftarkan kami, namanya Inggrid, silahkan tanya dia...” Jawab Xenon.


“Keterlaluan.....kalian pikir kalian siapa, hei Cecil, aku bersama mu dulu di akademi pemula, kamu tidak bisa apa apa kan selain menyembuhkan orang....” Ujar seorang pria di sebelah Reggy.


“Um....maaf, aku lupa, kamu siapa ya ?” Tanya Cecil.


“Hah...kurang ajar, berani sekali kamu lupa...ini aku Harold....lawanmu yang mengalahkan mu dengan telak waktu di akademi pemula.” Jawab Harold.


“Oh...maaf, aku tidak ingat...” Balas Cecil menunduk.


“Keterlaluan......”


Harold mengangkat tangannya untuk memukul Cecil yang langsung melindungi wajah nya dengan tangan. Tapi tangan Harold di tahan oleh Reggy di sebelah nya,


“Jangan Harold....kalian ingat ya, nanti siang ada pelajaran latih tanding di arena khusus kelas kita, jangan salahkan kita kalau kalian di keroyok nanti, ayo kita pergi Harold.” Ujar Reggy yang berbalik dan melangkah menuju pintu.


Harold mengikuti Reggy yang berjalan kembali menuju ke dalam, Xenon, Ariana, Cecil, Georg, Lifana dan Edlan melihat mereka berjalan masuk. Setelah itu, Cecil, Georg, Lifana dan Edlan menunduk,


“Apa kita tidak usah ikut saja ya....mereka pasti marah semua sama kita.” Ujar Georg.


“Yah mau gimana lagi, aku tidak tahu reputasi Cecil dan Georg, tapi aku dan si kelinci ini memang selalu di jauhi oleh orang lain....” Ujar Edlan.


“Haaah kupikir pergi ke kota ini kehidupan ku lebih baik, ternyata di sini ada yang kenal aku....” Tambah Lifana.


“Memang nya kalian di juluki apa sih ?” Tanya Xenon.

__ADS_1


“Aku di juluki pembunuh teman, karena kadang sihir ku tidak bisa kukendalikan dan menyasar kemana mana, termasuk teman. Kalau dia di juluki kelinci liar yang tidak bisa kerjasama...aku hanya berdua dengan Lifina di kotaku dan kita berdua di asingkan.” Jawab Edlan sambil menunjuk kepada Lifana yang sedang tertunduk.


“Kalau aku di juluki....Georg si lemah di kota ku dan selalu di bully, banyak teman sekelas yang tahu itu karena ada beberapa orang datang dari kota ku...itu sebab nya kemarin aku takut masuk ke dalam akademi.” Ujar Georg.


“Maaf Xenon kun, Ariana chan, sebaiknya memang kita mundur saja...aku tidak mau ada masalah. Apa yang kalian harapkan dari kumpulan orang gagal seperti kita.” Tambah Cecil sambil menunduk.


Xenon dan Ariana tertawa mendengar pembicaraan ke empatnya dan membuat mereka menjadi heran. Xenon kemudian menoleh kepada Ariana yang mengangguk ketika melihatnya. Langsung saja Xenon melepas lengan kanan nya dan Ariana melepas sepasang kaki nya. Melihat itu, Cecil, Georg, Lifana dan Edlan langsung berdiri, wajah mereka terlihat kaget,


“Nah sekarang aku balik tanya, melihat diriku dan Ariana seperti ini, apa kalian masih mau satu kelompok dengan kami ?” Tanya Xenon.


Mendengar perkataan Xenon, ke empatnya menjadi bingung, mereka saling menoleh dan melihat satu sama lain, kemudian ke empatnya kembali duduk seperti semula.


“Maafkan aku Xenon kun, Ariana san....aku hanya melihat hal yang menimpa diriku sendiri dan tidak melihat orang lain...ku mohon, aku masih mau satu kelompok dengan kalian.” Ujar Edlan.


“Aku juga, maaf....aku egois, aku hanya melihat kesusahan ku saja, maafkan aku, tolong jangan berkata seperti itu lagi, aku akan selalu bersama kelompok kalian...” Tambah Lifana.


Xenon dan Ariana menoleh kepada Georg dan Cecil yang masih tertegun dan menunduk.


“Kalau kalian gimana ?” Tanya Ariana.


Cecil langsung memeluk Ariana dan menangis, kemudian dia melepaskan Ariana dan kembali ke tempat duduk nya.


“Aku akan bersama kalian selalu, sekarang aku tidak perduli lagi orang lain berkata apa terhadap ku....” Ujar Cecil sambil menghapus air matanya.


Xenon dan Ariana tersenyum, keduanya saling membantu memakai lengan dan kaki palsu mereka.


“Jadi kita tidak mundur kan ?” Tanya Xenon.


“Tidak...” Jawab ke empatnya yakin.


“Baiklah, aku dan Ariana mengucapkan terima kasih yang sebesar besanya pada kalian karena sudah mau satu kelompok dengan kami.” Ujar Xenon sambil menunduk bersama dengan Ariana di sebelah nya.


“Jangan berkata seperti itu......kita teman.....” Teriak Cecil.


“Benar, tolong angkat kepala kalian, aku sudah menganggap kalian berdua teman...” Tambah Edlan.

__ADS_1


“Ku mohon, jangan seperti ini.....kita di sini semua teman, jangan menganggap aku, Edlan, Cecil dan Georg seperti orang lain begini.....” Ujar Lifana.


“Terima kasih Xenon kun, Ariana san, karena kalian aku sekarang memiliki kelompok dan orang yang bisa ku panggil teman, jadi tolong, jangan sungkan terhadap ku....mohon angkat kepala kalian.” Tambah Georg.


Bel masuk ke kelas berbunyi, Xenon dan Ariana mengangkat kepalanya kemudian mereka berdiri dan menjulurkan lengan kepada ke empat teman nya. Setelah semua berdiri, mereka masuk kembali ke gedung akademi untuk mengikuti pelajaran berikutnya, yaitu latih tanding di arena. Mereka langsung menuju arena, ketika tiba di sana, semua siswa teman sekelas mereka melihat mereka dengan pandangan yang sinis dan penuh amarah.


“Huh masih berani muncul......” Ujar seorang siswa.


“Lihat saja nanti....” Tambah siswa di sebelah nya.


Ke enam nya berdiri di sisi paling ujung dan tidak berbaur dengan yang lain, sementara seluruh pandangan teman sekelas mereka terlihat siap menghajar mereka sampai babak belur. Setelah sensei Portemis masuk,


“Sekarang berdiri sesuai kelompoknya, latih tanding siang ini di mulai.....siapa mau duluan ?” Tanya Portemis sensei.


“Kelompok ku....dan kelompok para pecundang di ujung itu...” Ujar Reggy.


“Haaah.....baiklah, silahkan kedua kelompok maju ke depan.”


Xenon, Ariana, Cecil, Georg, Edlan dan Lifina maju ke tengah arena, sementara di sisi lain, Reggy, Harold dan ke empat kelompok nya yang lain maju berhadapan dengan kelompok Xenon.


“Baiklah, peraturan latih tanding kelompok ini, satu lawan satu, yang kalah keluar dan yang menang tetap di arena untuk melawan anggota kelompok berikutnya. Gunakan senjata kayu yang sudah di sediakan sesuai kemampuan masing masing, dua kelompok yang maju sudah siap ?” Tanya Portemis.


“Siap sensei...” Teriak dua kelompok di arena.


“Siapa mau maju duluan ?” Tanya Portemis.


“Aku....dan aku minta Cecil yang melawan ku....” Jawab Harold.


“Baiklah, gimana Cecil ?” Tanya Portemis.


Cecil menoleh melihat teman teman nya, Xenon, Ariana, Georg, Lifana dan Edlan mengangguk sambil tersenyum.


“Aku tidak masalah sensei....” Jawab Cecil.


Keduanya maju ke tengah dan berhadapan satu sama lain, Harold menggunakan senjata pedang dan terlihat meremehkan Cecil yang hanya menggunakan palu dari kayu.

__ADS_1


__ADS_2