Solram Saga

Solram Saga
Chapter 21


__ADS_3

Cecil yang sudah berdiri di tengah arena memberi hormat kepada lawan nya, tapi Harold memandang nya dengan sebelah mata. Karena penasaran Ariana menggunakan analyze kepada Harold dan hasil nya,


\=========================


Nama         : Harold.


Level          : 110 / 999


Stats rank  : B+


Skill             : Sword slash, round swing, body strengthening.


\=========================


Sensei mengangkat tangan nya, “Mulai.” Sensei mengayunkan tangan nya ke bawah sambil berteriak. Tanpa menunda lagi, dengan senyum lebar meremehkan, Harold langsung maju menyerang Cecil yang mengangkat tangan untuk menangkis ayunan pedang kayu nya. “Krak.” Pedang kayu Harold patah ketika menghantang lengan Cecil, kemudian Cecil membalas dengan mengayunkan palunya dan mengenai perut Harold yang kaget karena pedang nya patah. “Uaaah.” Harold berteriak karena perutnya terkena hantam oleh palu Cecil, dia terpental jauh keluar dari arena dan membentur kencang dinding di belakang nya, Harold tidak bangun lagi. Melihat Harold pingsan, Jerry dan teman teman nya berlari menghampiri Harold bersama dengan Portemis, sementara Cecil melihat kedua tangan nya sambil terheran heran.


“Aku.....menang ?” Tanya nya dalam hati dengan wajah bingung.


Georg, Lifana dan Edlan naik ke arena menghampiri Cecil, mereka bertanya kepada Cecil apa dia terluka atau tidak,


“Aku tidak apa apa......” Ujar Cecil.


“Kamu tadi terkena sabetan pedang kan ? lihat tangan mu....” Ujar Lifana yang menarik tangan Cecil.


Tidak ada bekas luka atau memar sama sekali di lengan Cecil yang di pakai untuk menangkis pedang, ketiga temannya menjadi sedikit kebingungan, sementara Xenon dan Ariana yang melihat nya dari bawah arena hanya tersenyum senyum saja, sebab mereka sudah tahu perbedaan tingkat kekuatan keduanya. Jerry dan kelompoknya, mengundurkan diri kemudian membawa Harold pergi menuju ke ruang perawatan di dalam gedung. Setelah itu, Portemis berdiri lagi di tengah arena,


“Ayo sekarang siapa lagi, mereka menang, siapa yang mau melawan mereka ?” Tanya nya sambil menunjuk ke kelompok Xenon.


Seorang wanita maju naik ke tengah arena, dia dan kelompoknya langsung berdiri di depan kelompok Xenon.


“Kita yang maju....” Ujar nya.


“Baiklah, sekarang kelompok Darlene yang maju, siapa yang mau mulai duluan ?” Tanya Portemis.


“Aku....dan aku pilih Georg sebagai lawan ku....” Ujar seorang siswa pria bertubuh kekar dan besar.


“Siapa namamu ?” Tanya Portemis.


“Wendell.......”


Georg naik ke arena bergantian dengan Cecil, dia langsung berdiri di depan Wendell,

__ADS_1


“Masih ingat dengan ku Georg ?” Tanya Wendell sambil tersenyum sinis.


Georg tentu saja sangat mengingatnya, sebab Wendell adalah orang yang selalu meminta uang kepada Georg dan menjadikan nya pesuruh, dia jugalah yang menyebarkan kalau Georg lemah sebagai perisai dan kadang mengumpankan Georg kepada musuh. Tubuh Georg gemetar, dia ketakutan karena orang di depan nya adalah mimpi buruk baginya.


“Georg....semangat.” Teriak Xenon sambil mengacungkan jempolnya.


Georg menoleh dan melihat Xenon, dia mengangguk dan langsung melihat ke arah Wendell dengan wajah siap bertarung.


“Oi oi....jangan sombong ya......” Wendell memasang kuda kudanya.


“Mulai....” Teriak Portemis.


Tanpa menunda lagi Wendell yang menggunakan senjata dua buah tombak pendek dari kayu langsung maju menyerang dengan tusukan ke arah Georg sekuat tenaga. Dia mendahului Georg yang belum sempat mengambil kapak kayu nya. Georg melihat serangan Wendell sangat lambat, dia mengangkat kedua tangan nya dan menangkap kedua tombak pendek Wendell, kemudian Georg memutar tubuh Wendell yang belum menjejak tanah dan melemparkan nya keluar dari arena. Wendell yang kaget langsung bersalto, kakinya menapak ke dinding dan menghentak maju kembali. Kali ini Georg sudah menyiapkan kapak nya, ketika Wendell mendekat, Georg mengayunkan kapaknya dari atas ke bawah. Hasilnya, kepala Wendell terkena bacokan kapak Georg, sementara perut Georg tertusuk kedua tombak Wendell yang patah. Terkena hantaman kapak Georg, Wendell tidak bergerak lagi dan terlungkup di depan kaki Georg.


“Pemenang nya Georg....” Teriak Portemis.


“Aku....menang.....Xenon kun....aku menang....” Teriak Georg girang.


Ariana menggunakan analyze melihat status Wendell, ternyata Wendell bisa di bilang lebih lemah dari Harold, jadi tentu saja Georg menang dengan mudah. Selagi merasakan kemenangan, tiba tiba sebuah bola api menghantam punggung


Georg dan membuatnya terpental keluar arena.


“Georg....” Teriak Xenon, Ariana, Cecil, Lifana dan Edlan sambil berlari mengejar Georg yang terpental.


\=========================


Nama         : Darlene


Level          : 180 / 999


Stats rank  : A+


Skill             : Fire ball, fire lance, fire wall, fire weapon enchant, .


\=========================


“Kenapa sensei diam saja ?” Tanya Edlan.


“Peraturan nya kan pemenang tinggal di atas dan penantang berikutnya naik, secara teknis sih dia tidak melanggar, hanya saja tidak sopan.” Ujar Xenon.


“Biar aku yang urus dia....” Ujar Edlan.

__ADS_1


Tanpa menunda lagi, Edlan langsung melompat naik ke atas arena. Darlene tersenyum melihat Edlan naik, dia langsung mengacungkan tongkatnya yang sudah ada di bola api di ujungnya ke arah Edlan yang berdiri tegak di depan nya.


“Fire ball.”


Darlene menembakkan lagi bola api nya, dengan santai Edlam menangkisnya menggunakan tangan, bola api itu melesat menuju dinding tempat Wendell yang masih berusaha berdiri. “Blar” Bola api itu menghantam tubuh Wendell,


“Aaaaaah....aku terbakar....” Teriak Wendell.


Darlene langsung melompat turun dari arena dan berlari menuju Wendell bersama dengan kelompoknya, mereka berusaha memadamkan api yang membakar pakaian Wendell menggunakan jubah mereka. Akhirnya, Darlene menyatakan kalau kelompoknya menyerah. Setelah itu, Portemis menawarkan lagi kepada kelompok yang lain, kali ini tidak ada yang menjawab nya dan mengakui kekuatan kelompok Xenon.


“Jadi soal pertandingan sudah tidak ada yang protes kepada saya ya.....kalian berenam, tolong wakili kelas kita....terima kasih atas kesediaan nya berpartisipasi, sekarang kalian boleh istirahat...” Ujar Portemis sambil tersenyum.


Xenon, Ariana, Cecil, Georg, Lifana dan Edlan menunduk pamit kepada Portemis, kemudian mereka berjalan masuk kembali ke dalam gedung akademi.


“Ngomong ngomong, aku belum dapat giliran nih...” Ujar Lifana.


“Hehe aku dan Xenon juga belum....” Balas Ariana.


“Wah kalau kalian sih sebaiknya jangan, kasihan musuhnya hahaha...” Ujar Edlan.


Ke enam nya berjalan dengan ceria sambil tertawa tawa menuju ke kelas mereka. Begitu sampai di kelas mereka, enam orang senior dari akademi ksatria yang di pimpin Inggrid berada di depan kelas mereka.


“Hei....kalian sudah resmi terdaftar ya.....aku menantikan pertarungan kita....jangan mengecewakan ya hahahaha....” Ujar Inggrid sambil pergi bersama kelompoknya.


Ariana yang kesal melihat Inggrid langsung menggunakan analyze nya, ternyata status Inggrid cukup membuat kaget,


\=========================


Nama         : Inggrid.


Level          : 320 / 999


Stats rank  : S+


Skill             : body enchantment, lightning sword, rapid thrust, crescent slash.


\=========================


“Dia kuat....” Gumam Ariana.


“Ya....biar aku yang melawan nya....” Balas Xenon.

__ADS_1


“Iya...aku setuju....yang lainnya juga level nya cukup tinggi...hampir sama dengan Inggrid....” Ujar Ariana.


Cecil, Georg, Lifana dan Edlan yang mendengar percakapan Xenon dan Ariana, langsung terbakar dan mengatakan ingin berlatih di dungeon supaya menjadi lebih kuat dari sekarang. Xenon dan Ariana tersenyum melihat semangat teman teman nya, mereka mengajak teman teman nya ke dungeon sepulang sekolah.


__ADS_2