Solram Saga

Solram Saga
Chapter 30


__ADS_3

Monster yang baru muncul itu mengamuk, dengan sekali ayunan kapaknya, dia membunuh beberapa orang berjubah hitam yang sedang berdiri di sisi lingkaran sihir, tapi tidak ada satu pun orang berjubah hitam yang lari dari sana dan terus membaca mantra sihirnya. Ariana menggunakan analyze nya untuk melihat status monster yang muncul itu,


\=================


Monster : Minotaur


Level : 440, Rank : A+


\=================


“Kita bisa melawan nya Ayumu....” Ujar Ariana.


“Ayo Rui, kamu masuk ke tas saja....” Balas Xenon sambil mengeluarkan tas punggung nya dari item box.


“Iya, aku mengerti.....”


Xenon langsung memakai tas punggung nya dan berjongkok di depan Ariana yang melepaskan kedua kakinya, setelah Ariana masuk ke dalam tas punggung nya,


“Ayo....Rui.” Ujar Xenon.


“Iya....Ayumu...” Balas Ariana.


Xenon melompat keluar dan ketika menapak tanah, dia langsung menjerjang ke arah minotaur sambil menghunus tombak nya, sementara Ariana yang berada di punggung nya membidik minotaur yang mengangkat kapak nya dan siap mengayunkan nya. Xenon melompat melewati orang orang yang berdiri, dia menusukkan tombak nya ke kepala minotaur yang mengangkat kapak nya untuk menangkis serangan tusukan Xenon. Tapi Xenon berputar dan Ariana yang berada di belakang nya langsung melepaskan panah nya kemudian mengenai leher dan dada minotaur. Xenon yang sudah berputar menyabetkan tombak nya dan memenggal kepala minotaur sampai jatuh. Setelah itu keduanya mendarat di tengah tengah lingkaran sihir yang sudah tidak menyala karena minotaur yang keluar dari dalam nya sudah tewas. Para orang berjubah hitam langsung jatuh terduduk dengan wajah ketakutan melihat Xenon dan Ariana yang berdiri di depan mereka.


“Mundur...mundur....kita gagal....” Teriak seorang pria berjubah hitam.


Orang orang berjubah hitam yang masih hidup berlarian dan berpencar masuk ke dalam hutan meninggalkan Xenon dan Ariana di tengah, tapi ternyata masih ada seorang berjubah hitam yang terkena sabetan minotaur dan masih hidup walau kaki nya sudah tidak ada. Xenon dan Ariana menghampirinya. Dengan sihir heal nya, Ariana menyembuhkan kaki orang itu walau kondisi nya tetap terputus, setelah orang kembali tenang dan sudah tidak kesakitan,


“Hei...siapa kalian ? kenapa kalian memanggil monster besar tadi ?” Tanya Xenon.


“Ugh....”


Pria itu terlihat ragu ragu menjawab pertanyaan Xenon, dia menoleh melihat teman teman nya yang sudah mati di sebelah nya.


“Oi jawab....” Tegur Xenon sekali lagi.

__ADS_1


“Aku....kita....pasukan pemanggil monster di bawah komando pangeran pertama.” Balas pria itu.


“Hah....mau apa pasukan seperti itu datang ke hutan akademi begini dan apa tujuan mu ?” Tanya Xenon.


“Kami di perintah pangeran untuk membunuh......”


Belum selesai pria itu berbicara, kepalanya sudah tertembus panah dan langsung meninggal, Xenon dan Ariana langsung berdiri sambil bersiaga, mereka melihat sekeliling mencari siapa yang menembakkan panah.


“Dia dibunuh supaya tidak membocorkan rencana...tapi dia sudah memberi kita petunjuk.” Ujar Xenon.


“Hmm mereka mau membunuh putri Valia karena di suruh pangeran pertama ?” Tanya Ariana.


“Dugaan ku begitu....kita harus laporkan ini kepada akademi....” Jawab Xenon.


“Ayo kita pulang....” Ajak Ariana.


Supaya cepat, Ariana kembali masuk ke dalam tas punggung. Xenon mengambil kepala minotaur dan di masukkannya ke dalam item box, kemudian dia berlari kencang masuk ke dalam hutan untuk pulang ke akademi.


*****


Xenon dan Ariana langsung menuju gedung utama akademi dan menuju ke kantor kepala utama akademi. Setelah sampai dan membuka pintunya, mereka melihat Marlon, Rafalna dan 2 orang kepala akademi lainnya sedang berkumpul, ketika melihat Xenon dan Ariana masuk, Marlon langsung berdiri dan menghampiri keduanya,


“Ada yang mau kami bicarakan, tapi sepertinya ossan sedang sibuk ya...” Jawab Xenon.


“Benar, ada berita mengejutkan datang dari ibukota, paduka raja meninggal dunia semalam....penyebabnya belum di ketahui...kita baru saja mendapat kabarnya sore ini.” Ujar Marlon.


Xenon dan Ariana langsung saling melihat satu sama lain, kemudian mereka bertanya,


“Putri Valia ada di akademi kan ? dia sudah tahu belum ?” Tanya Ariana.


“Eh...putri baru saja keluar dari ruangan dan mau melakukan perjalanan ke ibukota malam ini....kenapa ?” Jawab Marlon.


“Aduh...tolong cegah dia ossan. Ada yang mau aku katakan kepada ossan dan Rafalna sensei sekarang....”


Marlon langsung menghampiri kepala akademi sihir dan ksatria yang sedang duduk di sofa dan melihat ke arah pintu.

__ADS_1


“Trendoll san, Halley san...tolong cegah putri Valia keluar dari akademi atau keluar kota, tolong panggil dia kesini bersama dengan pengawal nya Lynx. Sepertinya mereka bawa berita penting.” Ujar Marlon.


“Baik Marlon san....” Ujar kepala akademi sihir Trendoll yang langsung berdiri.


“Aku akan mengabari Lynx kun....” Ujar kepala akademi ksatria Halley.


Keduanya langsung berlari keluar dari ruangan Marlon, kemudian setelah mempersilahkan Xenon dan Ariana duduk, Xenon mengeluarkan kepala minotaur dari item box nya. Marlon dan Rafalna terkejut melihat nya, Xenon dan Ariana menceritakan kejadian di hutan yang berada di belakang akademi kepada keduanya, dari berkumpulnya monster monster ke sisi sebelah sungai, sampai mereka melihat ritual pemanggilan monster.


“Pasukan pemanggil monster ? memang di kerajaan kita ada ya pasukan seperti itu ?” Tanya Marlon kepada Rafalna.


“Tidak ada, kita tidak punya pasukan pemanggil monster, hanya satu kerajaan yang memiliki pasukan seperti itu, kerajaan yang di bangun oleh God of Greed, kerajaan sihir Magna.” Jawab Rafalna.


“Hmm...tapi mereka bilang kalau mereka di komandoi oleh pangeran pertama dan menurut dugaan kami, mereka mau membunuh putri Valia, sekarang dengan kabar meninggalnya raja, kami yakin mereka mengincar putri Valia.” Ujar Xenon.


“Itu kalau menurut kami, sebab orang yang selamat di bunuh sebelum dia menceritakan seluruh rencana nya.” Tambah Ariana.


“Begitu ya, Rafalna, tolong minta orang untuk mengecek kondisi di dalam hutan...” Ujar Marlon.


“Baik, aku pergi dulu sebentar....” Ujar Rafalna yang berjalan keluar ruangan.


Marlon terlihat berpikir keras, dia mengamati kepala minotaur yang ada di depan mejanya,


“Mereka memanggil monster ini di hutan, hal ini bisa menyebabkan terjadinya serangan monster ke akademi karena monster monster yang berkumpul itu pasti sudah merasakan energi sihir yang besar di dalam hutan. Sepertinya benar, mereka mengincar putri Valia dan berniat membungkam semuanya.” Ujar Marlon.


“Maksudnya ossan ?” Tanya Xenon.


“Monster monster itu memiliki habitat nya masing masing, kalau ada sesuatu yang mengganggu mereka, pasti mereka akan melawan nya, tapi kalau sesuatu itu melebihi kekuatan mereka, seperti energi sihir yang besar, monster yang jauh lebih kuat dan lahirnya monster spesies baru, secara otomatis mereka akan pergi mencari tempat baru yang aman menurut mereka. Kalau mereka tahu ada kota manusia di dekat mereka, pasti yang akan mereka serang adalah kota manusia itu, tujuannya untuk mengambil tempatnya. Coba bayangkan kalau sampai para monster sebanyak itu menyerang akademi dari belakang kemudian masuk ke dalam kota, semuanya akan hancur.” Jawab Marlon.


“Tapi kan kita bisa melawan mereka ?” Tanya Ariana.


“Kita pasti akan kalah jumlah, memang kebanyakan dari monster itu hanyalah rank C, D dan E, tapi kalau jumlah mereka melebihi siswa akademi dan para penjaga kota....penduduk yang tidak berdaya akan menjadi mangsa mereka.” Jawab Marlon.


“Oh benar juga.....” Balas Xenon.


Tiba tiba pintu di buka, kepala akademi sihir Trendoll dan kepala akademi ksatria Halley datang bersama dengan Valia dan Lynx.

__ADS_1


“Xenon kun....Ariana chan....” Ujar Valia.


“Apa kabar Valia sama....” Balas Xenon dan Ariana yang menoleh melihat ke pintu.


__ADS_2