Solram Saga

Solram Saga
Chapter 36


__ADS_3

Kelima ksatria itu masih berkutat dengan wendigo yang menjaga gerbang dan terlihat sudah terdesak. Ariana menggunkan analyze nya untuk melihat kekuatan kelima ksatria itu,


“Hmmm....mereka hanya level 210, jauh dengan teman teman kita. Apa kita harus bantu mereka Ayumu ?” Tanya Ariana.


“Tidak perlu, selain tujuan kita menghancurkan batu permata itu, kita juga harus menghalangi mereka, jadi kita tidak perlu membantu mereka.” Jawab Xenon.


“Baiklah....biarkan saja mereka....lalu apa kita hanya menunggu di sini ?” Tanya Ariana.


“Sementara kita istirahat dulu di sini....sambil menonton pertunjukkan, aku rasa tidak lama, monster itu menyapu habis kelimanya.”


“Hehe benar....yuk duduk di sana....” Ujar Ariana sambil menunjuk tebing yang menjorok masuk ke dalam.


Xenon melompat dan masuk ke dalam celah tebing tempat gerbang berada, mereka menonton pertempuran 5 orang ksatria dengan wendigo dari atas. Tidak ada yang menyadari mereka melompat ke atas, karena semua sedang sibuk bertempur. Dugaan Xenon benar, ke 5 orang ksatria itu mulai terdesak, seorang ksatria yang bersenjatakan dua bilang pedang besar, maju menyerang, tapi serangan nya dengan mudah di patahkan oleh wendigo yang mengibaskan tangan nya, lalu ksatria itu di tangkap dan dengan kedua tangan nya, wendigo menarik kepalanya sampai terlepas, kemudian melemparkan tubuh nya ke arah ksatria yang lain.


Melihat teman nya di bunuh, tentunya ksatria ksatria itu menjadi marah dan menyerang wendigo membabi buta. Hasil akhirnya, tidak ada satupun ksatria yang selamat, tapi wendigo sedikit terluka. Melihat wendigo yang terluka, Xenon melompat turun ke bawah sambil menghunus tombak nya, sementara Ariana yang berada di punggung nya menarik panahnya dan siap menembak. “Brus.” Tombak Xenon menancap di tengkuk wendigo yang besar itu, kemudian dia bersalto  melompat ke belakang, ketika sedang bersalto, Ariana melepaskan panah nya dan langsung menembus dada wendigo sampai berlubang. Ketika mendarat di tanah, wendigo sudah menghilang menjadi debu cahaya dan tombak Xenon jatuh ke tanah.


“Maafkan......” Ujar Xenon sambil mengambil tombak nya.


“Eh...kenapa minta maaf sama monster ?” Tanya Ariana.


“Kita diam diam menyerang dia kan.....dia sampai tidak sempat berbuat apa apa hehe.” Jawab Xenon.


“Oh gitu....kirain apa...yuk....” Ajak Ariana.


“Ok....kita teruskan....”


Xenon mendorong gerbang yang sudah tidak terkunci dan masuk ke dalam. Sementara, ketika Xenon masuk ke dalam,


“Hm....hei...ikuti mereka....kita harus mengambil permata itu.” Ujar seorang pria di atas kuda.”


Para ksatria yang menemani nya langsung mengikuti Xenon dan Ariana masuk ke dalam setelah Xenon dan Ariana masuk terlebih dulu. Pria berkuda itu mengikuti para kesatria dari belakang.


*****


Xenon dan Ariana terus menerobos dari lantai 46 sampai akhirnya mereka sampai di gerbang untuk naik lantai 50 yang terletak di lantai 49. Setelah mengalahkan monster penjaga gerbang, Xenon mendorong gerbang nya sedikit dan masuk ke dalam. Keduanya berjalan menelusuri tangga sampai akhirnya mereka menemukan sebuah gerbang besar lagi. Xenon dan Ariana melihat gerbang besar di depan nya,


“Kita masuk Rui....”


“Iya Ayumu.....”


Xenon mendorong pintu gerbang nya dan membuat nya terbuka sedikit, kemudian dia masuk ke dalam bersama dengan Ariana yang ada di punggung nya. Begitu di dalam, keduanya melihat ruangan yang luas seperti singgasana istana dengan altar di depan mereka dan lingkaran sihir di sebelah nya. Di atas altar itu ada sebuah batu kristal besar berbentuk piramida berwarna merah dan ada sebuah permata merah berbentuk oval di dalam nya.

__ADS_1


“Hmm...itukah ?” Tanya Xenon.


“Iya....tapi...kok tidak ada musuh di sini ?” Tanya Ariana.


Tiba tiba seluruh ruangan bergetar, Xenon dan Ariana langsung bersiaga menunggu sesuatu yang akan muncul. “Sssssssh......” Terdengar suara mendesis walau tidak ada apa apa di depan mereka. Ariana menggunakan skill anaylyze nya, ternyata ada monster di depan mereka yang tidak terlihat,


\====================


Boss : Chameleon Serpent


Level : 820 Rank : SS


\====================


“Hati hati Ayumu.....dia besar sekali....” Ujar Ariana.


Tiba tiba monster itu memunculkan diri, ternyata monster itu adalah seekor ular cobra yang luar biasa besar dan panjang, seluruh tubuhnya memutari seluruh dinding ruangan dan terus bergerak seperti sedang mengurung Xenon dan Ariana di tengah, ekornya berada persis di depan gerbang dan mengganjalnya supaya tidak terbuka, kepalanya berada di depan Xenon dan Ariana sambil berdesis siap menyerang.


“Wow....dia besar sekali....” Ujar Ayumu.


“Dan bisa menghilang.....tapi, sekarang kita tahu dia ada di mana....” Balas Ariana.


Xenon memutar muntar tombaknya, melihat itu, ular besar itu langsung menyerang menggunakan kepalanya yang memang sudah terjulur sebelumnya, Xenon mengaktifkan skill barrier nya dan menangkis serangan ular besar itu, kepala ular itu terpental ke belakang, Ariana langsung meplepaskan beberapa anak panah sinar nya, tapi ternyata ular besar itu menghilang dan panah Ariana meleset mengenai langit langit. Keduanya kembali bersiap siaga dengan kewaspadaan penuh, “Sreek...srek...srek...” Terdengar suara tubuh ular yang bergeser di dalam ruangan. Tiba tiba kepala itu muncul di atas mereka dan langsung menerkam dari atas, Xenon melompat menghindar dan Ariana menembaki ular itu. Tapi ular besar itu menghilang lagi dan panah Ariana kembali meleset,


“Ini menyebalkan...” Gumam Ariana.


“Kita harus menjepitnya supaya tidak bisa menghilang.....ah...aku tahu.”


Xenon langsung mengangkat tombak nya di depan wajah nya, untuk berjaga jaga dia mengaktifkan barrier nya. Ular menyerang dan membentur barrier Xenon. Perlahan cahaya hitam, keluar merambat dari gagang tombak kemudian berkumpul di mata tombak.


“Summon ultimate darkness....”


Seluruh ruangan langsung gelap gulita, “Kek...kek...kek...” Terdengar suara tawa para makhluk yang berada di kegelapan berkeliaran dan tidak terlihat wujudnya. Xenon membuka matanya, dia melihat bayangan ular besar di depan nya sudah tidak bisa bergerak karena di ikat oleh tali tali yang keluar dari kegelapan, kemudian terdengar suara pukulan, sabetan dan tusukan dalam jumlah yang banyak dan bertubi tubi, tubuh ular yang sangat besar itu melayang terombang ambing terkena sabetan dari makhluk yang tidak terlihat. “Skreek...” Tubuh ular besar itu mulai terpotong potong dan akhirnya jatuh kembali ke tanah. Kegelapan pun sirna dan ruangan kembali terang, Xenon dan Ariana melihat ular besar di depan nya yang sudah mati dengan tubuh yang terpotong tapi masih menempel di banyak bagian termasuk kepalanya. Keadaan nya sangat mengerikan dan membuat bulu kuduk merinding. Tak lama kemudian, ular besar yang sudah tidak berbentuk ular menghilang menjadi debu cahaya.


“Barusan itu....skill pamungkas ya ?” Tanya Ariana.


“Um...iya....hasilnya cukup mengerikan...” Jawab Xenon.


“Jangan pakai lagi ya......kecuali terdesak.” Balas Ariana.


“Aku tahu.....” Balas Xenon yang sebenarnya cukup kaget melihat hasil nya.

__ADS_1


Xenon berjalan menuju kristal yang mengurung permata di atas altar, ketika dia menyentuh kristal nya, ternyata kristal itu tembus dan tangan nya melewati nya.


“Hmmm....seperti Gretude san waktu mau mengambil senjata milik pembunuh naga itu....” Ujar Xenon.


“Iya, coba pakai tangan palsu mu Ayumu....” Ujar Ariana.


Xenon mencoba sekali lagi, tapi kali ini dia memakai tangan kanan palsu nya, kristal itu bisa terpegang dan bisa di hancurkan oleh tangan nya, permata di dalam nya mengambang di udara dan mengeluarkan cahaya yang sangat terang, Xenon dan Ariana menutup wajah mereka karena terlalu silau. Setelah cahaya menghilang, permata berwarna merah di depan mereka juga hilang, tapi di depan wajah mereka muncul sebuah window status.


\========================================


Soul collected : (1/7).


\========================================


Skill aquired :


Xenon von Solarice     : Dark bind, dark eater.


Ariana Julias Ramona : Holy arrow chain, mass healing.


\========================================


Fusion weapon ? (Yes) (No).


\========================================


“Eh...senjata kita bisa di gabung jadi satu ?” Tanya Ariana.


“Sepertinya begitu....kita coba saja...” Jawab Xenon.


Keduanya mengambil senjata yang di berikan dewi dan senjata pemburu naga yang di berikan Gretude, mereka menaruh senjata senjata nya itu di atas altar. Kemudian Xenon menekan yes dan seluruh senjata mereka mengeluarkan sinar terang dan angin panas menerpa wajah mereka. Ketika cahaya menghilang, Xenon dan Ariana kaget melihat senjata mereka. Tombak Xenon sekarang memiliki mata seperti katana dengan dua buah kunai di pangkal nya berwarna merah, gagangnya menjadi silver berukir emas yang indah. Sedangkan busur Ariana menjadi seperti dua buah bulan sabit yang beri gagang di tengah dan sangat tajam dengan mata pisaunya berwarna merah. Gagang penyambung nya berwarna silver dengan ukiran berwarna emas yang indah.


“Wow.....sayang harus di rahasikan, aku mau pamer....” Xenon memegang tombak nya.


“Hehehe....pamer sama aku saja.....” Balas Ariana.


“Huh...kamu kan sudah lihat....” Balas Xenon.


“Iya....sudahlah....”


“Greeeeeek.” Tiba tiba altar bergeser maju ke depan, sebuah pintu keluar dari dalam nya. “Ting.” Pintu itu terbuka, Xenon dan Ariana saling menoleh karena yang muncul dari bawah altar itu adalah sebuah lift.

__ADS_1


__ADS_2