Solram Saga

Solram Saga
Chapter 14


__ADS_3

Setelah melewati jalan rusak dan berguncang, kereta akhirnya sampai di sebuah rumah seorang bangsawan (noble) yang besar. Dua pria di belakang menutupi kepala Xenon dan Ariana menggunakan karung.


“Ugh bau...grrr baru habis mandi nih.” Gumam Ariana dalam hati.


Kedua orang di belakang membawa keduanya turun dari kereta, kemudian membawa mereka masuk ke dalam rumah. “Kriek..” Terdengar suara pintu di buka, sepertinya mereka di bawa masuk ke dalam sebuah ruangan.


“Hei buat mereka sadar....” Ujar suara seorang pria.


Tiba tiba karung di kepala mereka dan pria kurus yang membawa mereka menaruh sebuah botol berbau busuk di depan hidung keduanya. Tanpa menunda lagi, keduanya langsung duduk dengan tangan yang terikat ke belakang.


“Hehehe selamat datang di kediaman ku, masih ingat aku ?” Tanya pria yang berdiri di depan keduanya.


Xenon melihat tangan pria itu di perban, dia menyadari kalau pria itu adalah pria yang tangannya di remas oleh Ariana di restoran.


“Oh ternyata dia....” Ujar Ariana.


“Iya, mengecewakan ya....” Balas Xenon.


“Hah apa maksud kalian, kalian tidak sadar kalian di kelilingi prajurit dan pengawal ku hah....kalian pasti mati malam ini karena membuat tangan ku seperti ini...” Ujar pria itu.


“Haaaah...namamu siapa sih ? ngomong ngomong rumah mu bagus...” Balas Xenon.


“Huh...kamu masih berani ? kenalkan namaku Bardo Gremastone, papa ku adalah penasihat kerajaan, ini hanyalah rumah santai ku, rumah asliku di ibukota....harusnya kamu berlutut di depan ku.” Ujar Bardo.


Tangan Bardo kembali ingin menyentuh Ariana yang sedang terduduk di sebelah Xenon, langsung saja lengan Bardo di tangkap oleh Xenon yang memutuskan ikatan nya.


“Sudah kubilang kan, jangan kurang ajar.....”


Xenon langsung menarik putus lengan Bardo menggunakan tangan palsu yang mencengkram lengan Bardo.

__ADS_1


“Gyaaaaaah......apa...apa yang kamu lakukan......bunuh mereka...bunuh mereka....” Teriak Bardo yang jatuh kesakitan.


Xenon menoleh melihat para pengawal dan prajurit yang maju, dia melihat mereka dengan tatapan siap membunuh, tidak ada satu pun pengawal dan prajurit berani maju. Tiga orang petualang nakal yang di sewa Bardo untuk menculik keduanya langsung berbalik untuk melarikan diri keluar, tapi Ariana sudah menutup pintunya dan membuat mereka tidak bisa keluar. Xenon melihat wajah para prajurit dan pengawal yang ketakutan, tapi selain itu mereka juga terlihat lega karena melihat Bardo kesakitan. Tiba tiba tiga petualang nakal itu terpental dan mendarat di sebelah Bardo, Ariana berdiri di sebelah Xenon.


“Nah sekarang, apa yang harus ku lakukan terhadap kalian.” Ujar Xenon sambil tersenyum.


“Ampun...ampun...kita bertiga hanya di sewa oleh Bardo sama.....” Ujar seorang pria besar yang berpakaian preman.


“Iya benar....ini uang nya kita kembalikan.....” Pria kurus itu mengeluarkan kantung uang nya dan menjatuhkan nya di lantai sampai uang di dalam nya berhamburan keluar.


“Kami hanya mencari makan dan kebetulan Bardo sama memberi tawaran....” Ujar pria gemuk di sebelah nya.


“Kurang ajar kalian.....pengkhianat....kalian akan di hukum mati....penjaga, bawa ketiga orang ini keluar dan bunuh.....oi penjaga....”


Tidak ada seorang penjaga dan prajurit yang bergerak mendengar perintah Bardo. Semuanya terpaku melihat Xenon dan Ariana karena merasa terintimidasi oleh keduanya.


Tapi pria kurus di sebelah nya langsung menusuk perut Bardo dengan pisau. Dengan reflek, Bardo menampar pria kurus itu sampai terpental dengan tangan nya yang masih ada. Pria besar di sebelah pria kurus itu langsung meninju wajah Bardo karena melihat pria kurus itu terpental.


“Kurang ajar...kurang ajar......” Teriak Bardo yang mengambil pedang.


Kemudian dia menusuk pria besar yang bertubuh sama dengan nya dengan pedang sampai menembus mengenai pria gemuk di sebelah pria besar itu, pria gemuk di sebelah nya juga menusuk tubuh Bardo dengan pisau yang di bawanya karena dirinya di tusuk oleh Bardo. Akhirnya ketiganya roboh bersimbah darah di depan Xenon dan Ariana. Anehnya tidak ada satu pun pengawal, prajurit, pelayan yang masuk belakangan dan pelayan pria yang menolong tuan nya. Mereka malah menyuruh Xenon dan Ariana pergi dari rumah itu. Rupanya para prajurit, pengawal dan pelayan pelayan yang ada di rumah itu, memang tidak suka kepada tuan mereka yang menyalahgunakan wewenang dan berbuat rusuh di mana saja, mereka sudah capek di tekan Bardo, lagipula sejak berkerja untuk Bardo, mereka jadi sulit ke kota karena reputasi Bardo yang sudah jelek. Mereka kompak mengatakan kalau tuan mereka Bardo di bunuh oleh tiga petualang yang bertemu dengan nya di ruangan karena terjadi keselisih pahaman.


Xenon dan Ariana keluar dari rumah dengan di antar beberapa pelayan seperti tidak ada kejadian apa apa. Di luar mereka bertemu dengan ibu yang mengantar pai tadi, keduanya berjalan saja walau ibu itu meminta maaf kepada mereka. Dalam perjalanan,


“Aaaah jadi harus mandi lagi deh...” Ujar Ariana.


“Hahaha tidak apa apa kan, sekarang kita punya pemandian pribadi...” Balas Xenon.


“Hehe iya sih, pulang mandi trus tidur deh....” Ujar Ariana.

__ADS_1


“Ya, aku juga sudah cape...seharian berkerja...” Balas Xenon.


Keduanya berjalan pulang dengan santai sambil bergandengan tangan menuju ke rumah mereka yang berada di sisi lain kota. Selagi mereka berjalan menuju rumah mereka,


“Oi....kalian...” Teriak seorang wanita di belakang mereka.


Xenon menoleh dan melihat Gretude sedang berlari ke arah mereka. Xenon dan Ariana langsung diam menunggu Gretude datang.


“Huf...huf....boleh aku bicara dengan kalian di toko ku ?” Tanya Gretude.


“Um...boleh saja, ada apa Gretude san ?” Tanya Xenon.


“Ikut aku dulu.....yuk yuk....” Ujar Gretude.


Akhirnya Xenon dan Ariana mengikuti Gretude ke toko nya yang tidak jauh dari alun alun. Setelah sampai dan masuk ke dalam,


“Maaf, tapi boleh lihat contoh lengan palsu mu, Xenon kun....” Ujar Gretude.


Xenon dan Ariana langsung kaget, mereka tidak menyangka Gretude tahu mengenai kondisi tubuh mereka. Tapi karena mereka tidak merasakan Gretude bermaksud jelek, Xenon melepaskan lengan nya dan memperlihatkan nya pada Gretude. Langsung saja Gretude mengamati lengan Xenon yang berbentuk seperti lengan robot terbuat dari mythril.


“Sesuai dugaan ku.....” Gretude mengembalikan lengan nya kepada Xenon.


Tiba tiba Gretude langsung berlutut dengan satu kaki dan memberi hormat kepada keduanya, tentu saja keduanya menjadi risih dan meminta nya berdiri. Setelah tenang, mereka bertiga duduk di meja makan yang ada di dalam rumah Gretude yang persis di belakang toko nya. Gretude membawa sebuah buku dan meletakkannya di meja bersamaan dengan tiga cangkir teh.


“Kalian silahkan baca ramalan yang tertulis di buku ini....” Gretude membuka buku kemudian memberikan nya pada Xenon dan Ariana.


Keduanya langsung membaca buku itu, di halaman yang di tunjukkan Gretude tertulis ramalan dari 1000 tahun yang lalu ketika kerajaan Solarice dan kekaisaran Ramona yang sudah bergabung hancur, isi ramalan itu, “Suatu hari nanti, akan datang sepasang pahlawan yang memiliki kekuatan luar biasa, mereka akan menaklukkan 7 dungeon dan membebaskan dewi pencipta dunia. Mereka juga akan mengalahkan 7 dewa kejahatan yang menguasai dunia dengan kekuatan dari dewi pencipta.” Lalu di bagian bawah nya, tertulis kalau ciri ciri sepasang pahlawan yang akan datang, pahlawan pria hanya memiliki sebuah lengan dan pahlawan wanita tidak memiliki kaki sama sekali, keduanya memiliki nama yang sama dengan ke 7 dewa kejahatan.


Xenon dan Ariana membaca buku itu dari awal, ternyata buku itu adalah buku yang di tulis oleh seorang raja. Di katakan kalau kerajaan Solarice dan kekaisaran Ramona bergabung menjadi sebuah kerajaan bernama Solram setelah mengetahui kalau mereka selama ini di perdaya oleh 7 entitas yang mengatasnamakan dewa. Setelah bergabung, mereka berperang melawan 7 dewa yang mendirikan negaranya sendiri di benua besar yang berada paling utara dengan bantuan dewi pencipta Seraphina. Tapi mereka kalah, karena kekuatan 7 dewa itu sangat besar dan mereka berhasil mengurung dewi Seraphina. Lalu 7 dewa itu membuat 7 kerajaan di benua ini dan mendirikan 7 dungeon untuk mengurung dewi Seraphina bersama dengan benua ini.

__ADS_1


__ADS_2