Solram Saga

Solram Saga
Chapter 37


__ADS_3

Dengan perlahan, Xenon dan Ariana mengintip ke dalam, mereka melihat design ruangan di balik pintu itu benar benar seperti sebuah lift hotel bintang lima di kehidupan masa lalu mereka yang hanya bisa mereka lihat di televisi atau internet.


“Kita masuk ?” Tanya Ariana.


“Ya....aku penasaran.”


“Hati hati ya.....”


“Aku tahu....ayo Rui.....”


“Iya Ayumu....”


Xenon melangkah masuk, Ariana terus mendekap leher Xenon, setelah di dalam dia berbalik dan hanya melihat sebuah tombol bertanda naik di panel sebelah kanan. Xenon menekan tombol itu dan lift menutup, kemudian mulai bergerak naik ke atas. Sepanjang perjalanan, Ariana terus mendekap Xenon yang juga memegang tangan nya supaya menenangkan nya. “Ting.” Setelah cukup lama naik, akhirnya lift berhenti dan pintu nya terbuka. Ketika melihat ke dalam ruangan,


“Woooooow........” Ujar Xenon.


“Ini......tokyo tower ?” Tanya Ariana.


Mereka berada di dalam dek ruang observasi yang berada di ketinggian 250 meter di dalam tokyo tower dan melihat pemandangan kota dari atas,


“Hebat......” Ujar Xenon.


“Waktu di kehidupan lalu, aku hanya melihat ruang ini dari televisi, internet dan anime.....aku baru pernah kesini...” Balas Ariana.


“Aku juga.....karena aku tidak tinggal di tokyo....” Ujar Xenon.


“Um...aku juga....aku dari aomori....” Balas Ariana.


“Hah....kota apa ?” Tanya Xenon.

__ADS_1


“Tsugaru.....” Jawab Ariana.


“Eh.....kok sama....kok kamu ga pernah cerita....kita kan sudah lama bersama....” Ujar Xenon.


“Um...aku pikir tidak penting....kamu juga dari sana ?” Tanya Ariana.


“Iya....hahaha aku tidak sangka....” Jawab Xenon.


“Hahahaha....iya....kita malah ketemu di dunia lain.” Ujar Ariana sambil merangkul Xenon.


Xenon berjalan ke pinggir, dia melihat suasana kota dari ketinggian. Tangan mereka saling tergenggam satu sama lain. Dari pantulan kaca, mereka melihat ada sebuah meja dan kursi di belakang mereka, keduanya menghampiri meja itu, di atas meja itu ada sebuah buku catatan yang berasal dari dunia mereka sebelum nya dan sebuah tas sekolah. Xenon mengambil buku catatan itu, ketika membaca nama pemilik buku itu, dia sedikit kaget karena yang tertulis di sana adalah nama Hirokuma Masashi.


“Rui....lihat ini....” Ujar Xenon sambil memperlihatkan buku nya.


“Wah buku milik dewa gadungan. Coba lihat isinya...sepertinya penting.” Balas Ariana.


Xenon mulai membalik balik buku dan membacanya. Setelah membacanya, Xenon dan Ariana baru mengetahui kalau ternyata 7 pahlawan itu di panggil dari sekolah yang sama dan tiba di 7 kerajaan yang berbeda, ke 7 nya hanyalah anak sekolah yang tidak mengerti apa apa dan hanya ingin kembali pulang. Xenon dan Ariana meneruskan membacanya, Masashi ternyata mencari jalan untuk kembali ke jepang sebab dia hanya tinggal berdua dengan adik perempuan nya dan tidak memiliki saudara lain, dia sangat khawatir dengan adik nya, tapi ketika keluar dari kerajaan yang memanggil nya dan sudah berkumpul dengan teman teman nya, mereka malah di buru oleh penduduk dunia dan mau tidak mau akhirnya melawan balik, awalnya mereka mencari dewi Seraphina supaya bisa di pulangkan ke dunia asal nya dan tidak ada niat sama sekali untuk bermusuhan dengan dewi. Tapi para pengikut dewi malah menangkap mereka dan membuang mereka ke benua kegelapan di utara, di sana mereka bertemu dengan para dewa kejahatan yang di kurung, karena di hasut kalau membebaskan para dewa itu mereka bisa kembali ke jepang, mereka melepaskan para dewa kejahatan dan para dewa kejahatan itu merasuki tubuh mereka kemudian mengambil alih nya. Di entri terakhir, sepertinya Masashi yang saat itu belum di kuasai walau sudah di rasuki, meminta siapa saja yang bisa membaca buku nya untuk membunuh nya dan teman teman nya.


“Menyedihkan, tapi karena buku ini, kita jadi tahu hal sebenarnya di balik 7 dewa gadungan....yang menguasai dunia ini.” Ujar Ariana.


“Benar....jujur saja, aku tidak perduli, tapi kita tinggal di sini sekarang dan kalau seperti ini kita tidak bisa tenang...benar tidak Rui...” Ujar Xenon.


“Hehe benar, aku dulu di kehidupan masa lalu juga sengsara....masa di sini sengsara lagi...tidak mau...” Balas Ariana.


“Buku ini kita bawa.....aku mau lihat isi tas nya....kira kira boleh ga ya....” Ujar Xenon.


“Memang siapa yang melarang....” Balas Ariana.


Xenon membuka tasnya, dia melihat sebuah kotak bento yang sudah kosong, buku buku tulis yang di bawa, sebuah jersey, kalkulator dan sebuah dompet. Xenon membuka dompetnya dan selembar foto jatuh ke bawah. Xenon mengambil nya dan melihat nya, ternyata foto itu adalah foto bersama para siswa kelas 2-1 pada saat festival budaya, Xenon dan Ariana tidak mengetahui yang mana yang bernama Masashi tapi pasti dia ada di sana. Akhirnya Xenon memutuskan membawa seluruh tasnya kecuali kotak bento nya dan memasukkan nya ke dalam item box.

__ADS_1


Setelah memasukkan semuanya ke dalam item box, Xenon dan Ariana kembali melihat ke pinggir untuk melihat kondisi kota tokyo dari ketinggian yang mereka belum pernah lihat di kehidupan sebelum nya. Xenon membalik tas punggung nya ke depan dan duduk di lantai dengan bersila sambil memangku Ariana, keduanya berpelukan menikmati pemandangan kota dari ketinggian dengan perasaan kangen dan sedikit sedih. Ariana memegang kaca nya dengan telapak tangan nya.


“Kita tidak bisa keluar ya....aku mau beli takoyaki hehe....” Ujar Ariana sambil menitikkan air mata.


“Rui.....” Ujar Xenon.


Xenon yang merasakan hal yang sama, mendekap Ariana dari belakang, keduanya hanya diam sambil terus melihat pemandangan di depan nya.


“Jangan lepaskan aku ya....” Ujar Ariana.


“Tenang saja....aku tidak akan melepaskan mu sampai kapan pun...” Balas Xenon.


“Terima kasih Ayumu....aku cinta kamu....” Balas Ariana.


“Sama sama Rui....aku juga....” Balas Xenon.


Xenon mendekap Ariana dengan erat, dia membenamkan wajahnya ke pundak Ariana yang mengelus rambutnya. Setelah cukup bernostalgia dan keduanya sudah pulih kembali, mereka masuk kembali ke lift. Sekarang muncul tombol untuk turun di panel sebelah kiri, Xenon menekan nya dan lift menutup turun ke bawah. “Ting.” Setelah sampai di bawah, mereka keluar, lift kembali masuk ke bawah altar yang langsung bergeser menutup. Ketika mereka berjalan menuju gerbang, tiba tiba gerbang terbuka,


“Plok...plok...plok...”


Seorang pria tampan berambut pirang, memakai pakaian bagus ala kerajaan abad pertengahan, membawa pedang tipis seperti anggar masuk ke dalam bersama para ksatria yang langsung mengepung Xenon dan Ariana.


“Hebat, kalian bisa mengalahkan ular besar itu, sekarang serahkan batu permatanya...” Ujar pria itu.


“Siapa kamu ?” Tanya Xenon.


“Hah....berani sekali kamu mempertanyakan siapa aku, dengar baik baik...aku adalah pangeran pertama dan calon raja baru di negeri ini...Lexius von Granada. Sujud di depan ku.” Ujar Lexius.


Xenon dan Ariana langsung saling menoleh dan melihat satu sama lain, kemudian mereka mengamati Lexius.

__ADS_1


“Oh jadi kamu orang nya....pas sekali.” Ujar keduanya.


__ADS_2