
Xenon yang penasaran, bertanya kepada Valia, apa di kerajaan juga ada yang bisa berubah menjadi undead seperti pedagang barusan. Menurut Valia, di kerajaan nya tidak ada undead dan praktik necromancy. Valia sendiri bingung dari mana datangnya undead yang mereka temui barusan.
“Sepertinya dari salah satu kerajaan lain lagi, kita harus tanyakan ini kepada Marlon ossan ketika pulang nanti...” Ujar Xenon.
“Iya....banyak yang sekarang kita tidak tahu di dunia ini....” Tambah Ariana.
“Kalau menurutku, mungkin asalnya dari kerajaan Magna, sebab di sana segela jenis sihir di pelajari dan di kembangkan.” Ujar Lynx.
“Bisa jadi, kemarin pemanggilan monster dan sekarang undead, semuanya berkaitan dengan sihir...” Balas Ariana.
“Apa sebenarnya hubungan kerajaan Granada dan kerajaan Magna ?” Tanya Xenon.
“Ibu pangeran pertama, kakak ku Lexius, adalah seorang putri kerajaan Magna, dia dinikahkan dengan ayah ku sebagai selir untuk mengikat kerja sama antar dua kerajaan. Aku curiga kalau kakak ku Lexius bukan anak papa, sepertinya ketika dia di angkat menjadi selir papa, dia sudah dalam keadaan hamil dan anak keduanya, yaitu adik ku Julien adalah anak papa yang asli.” Jawab Valia.
“Hmmm.....kalau begitu berarti semua menjadi jelas....” Balas Xenon.
“Benar, pasukan kemarin dan pedagang tadi semua anak buah pangeran pertama.” Tambah Ariana.
Valia diam saja dan tidak menjawab, Lynx mohon kepada Xenon dan Ariana untuk tidak mengutarakan apa apa dulu karena melihat kondisi Valia. Xenon dan Ariana terkesiap dan menunduk,
“Maaf Valia sama, aku kurang peka...” Ujar Xenon menunduk.
“Aku juga minta maaf Valia sama....” Tambah Ariana yang ikut menunduk.
“Tidak apa apa, Xenon kun, Ariana san....” Balas Valia.
Kereta terus berjalan dengan kencang untuk mempersingkat perjalanan menuju ibukota.
*****
Sehari setelah nya, dari kejauhan ibukota sudah terlihat. Xenon dan Ariana melihat keluar dari jendela, ibukota adalah kota yang sangat besar yang melingkari sebuah menara besar, lebar dan sangat tinggi di tengah tengah nya. Seluruh kota di batasi oleh dinding seperti benteng pertahanan, di belakang menara ada sebuah distrik khusus untuk lokasi istana, gedung pemerintahan dan markas militer pasukan kerajaan.
“Wow....itu ibukota ?” Tanya Xenon.
“Benar, oh Xenon kun dan Ariana san baru pertama kali ke ibukota ya....” Ujar Valia.
__ADS_1
“Iya, menara yang di tengah itu menara apa ? bagian atasnya tertutup awan...” Ujar Ariana sambil melihat menara yang menjulang ke atas sampai di balik awan.
“Menara itu adalah dungeon of gluttony, dungeon yang di bangun oleh salah satu dewa dari 7 dewa yang ada, setiap kerajaan memiliki menara seperti itu.” Balas Lynx.
“Hmmm....seperti mercusuar....tapi sangat besar dan tinggi.” Ujar Xenon.
“Mercusuar ?” Tanya Valia.
“Ah bukan apa apa.....maaf aku mengatakan hal yang tidak tidak.” Balas Xenon.
“Aku malah mengira itu menara babel.....” Ujar Ariana.
“Bukan, itu bukan menara babel....” Balas Lynx.
Mendengar Lynx menjawab, Xenon dan Ariana langsung menoleh melihat Lynx, mereka heran Lynx mengerti soal menara babel yang mereka dengan dari dunia mereka sebelum nya,
“Di sini ada menara babel ?” Tanya Xenon.
“Ada, menurut legenda paling tua di dunia ini, dewi Seraphina tinggal di menara babel yang sampai sekarang tidak di ketahui dimana lokasinya, makanya menara itu hanya di anggap mitos. Elazar san harus nya lebih tahu soal ini....” Jawab Lynx.
“Oh...Lynx san kenal Elazar ?” Tanya Xenon.
“Ah.....maafkan dia ya Lynx san, dia belum tahu situasi sekarang karena baru terbebas dari kurungan nya.” Balas Xenon.
“Aku tidak masalah, justru aku malah mau minta maaf atas kelakuan konyol mereka yang menyeret Xenon sama dan Ariana sama ke arena, aku mewakili mereka yang sudah tidak ada untuk minta maaf.” Lynx menunduk.
“Tidak apa apa Lynx san, kami mengerti alasan nya...” Balas Ariana.
“Terima kasih Xenon sama, Ariana sama, mereka pasti sudah tenang di sana.” Balas Lynx.
Setelah itu, Lynx menjelaskan, untuk masuk ke dalam dungeon membutuhkan ijin dari guild petualang yang mengatur akses masuk ke dalam dungeon. Di dalam dungeon juga ada beberapa desa dan kota kecil yang berada di setiap 20 lantai. Belum ada yang pernah sampai ke paling atas, jadi tidak ada yang mengetahui ada apa di atas dungeon yang tertutup oleh awan.
“Hmm berarti pelajar tidak bisa masuk ya ?” Tanya Xenon.
“Bisa kalau mendapat surat rekomendasi dari akademi.”Jawab Lynx.
__ADS_1
“Kita harus masuk ke dalam dungeon itu...” Ujar Xenon.
“Sebelum itu, kita temui dulu pimpinan pasukan pemberontak di ibukota. Aku harap Valia sama mengerti situasinya.” Ujar Lynx.
“Aku mengerti Lynx, tenang saja, aku sudah bisa mengatasi kesedihan ku...” Ujar Valia sambil tersenyum walau matanya masih sembab.
Xenon dan Ariana yang melihat nya merasa lega dan bersyukur Valia sudah pulih dan kembali seperti semula. Kereta terus berjalan dengan kencang menuju ke ibukota, sedangkan para pengawal memutari ibukota dan masuk lewat gerbang belakang. Begitu sampai di depan gerbang utama, Lynx dan Valia langsung mengenakan kerudung mereka agar wajah mereka tidak terlihat, Xenon dan Ariana duduk di sisi jendela bersebrangan yang menjadi sisi yang akan di periksa penjaga gerbang.
Kusir kereta berbicara dengan penjaga, kemudian seorang penjaga menoleh ke belakang dan berjalan menghampiri kereta, dia hanya melewati jendela untuk melihat ke dalam. Valia dan Lynx yang duduk di sebelah Xenon dan Ariana tidak terlihat karena Xenon dan Ariana ber pura pura sebagai orang asing yang kagum dengan ibukota sambil menunjukkan kartu pelajar mereka. Setelah di periksa, kereta di persilahkan masuk ke dalam gerbang, tapi ketika sudah berjalan melewati gerbang.
“Hei....tunggu...”
Dua orang penjaga berteriak dan berlari ke arah kereta, tujuan mereka sepertinya memang mengejar kereta.
“Aduh....apa kita ketahuan ?” Tanya Lynx.
“Tenang saja.......” Jawab Xenon.
Kusir menghentikan kereta nya dan Xenon langsung turun menemui penjaga yang berlari menghampiri kereta.
“Ada apa ya pak ?” Tanya Xenon.
“Ah...maaf, aku belum mengembalikan kartu pelajar mu...ini....” Ujar seorang penjaga gerbang sambil memberikan kartu nya.
“Kalau kamu cari penginapan, aku rekomendasikan yang berada di distrik pedagang, namanya crazy boar, di sana banyak petualang seperti kalian yang menjelajahi dungeon dan di sana juga dekat dengan guild petualang...semoga beruntung ya.” Ujar seorang penjaga lagi.
“Oh baik, terima kasih pak...” Ujar Xenon sambil menunduk.
Xenon kembali naik ke kereta dan menutup pintunya, kemudian kusir kembali menjalankan keretanya.
“Fiuuuuh......” Ariana, Valia dan Lynx bernafas lega.
“Sekarang kita cari markas pemberontak....” Ujar Xenon.
“Serahkan padaku, aku tahu lokasi nya....” Balas Lynx.
__ADS_1
“Terima kasih Lynx san...” Balas Ariana.
Kereta terus memasuki kota yang terlihat sangat besar dan sangat ramai dengan penduduk yang sedang beraktifitas.