Solram Saga

Solram Saga
Chapter 38


__ADS_3

Para ksatria yang mengepung Xenon dan Ariana mulai maju untuk menangkap keduanya atas perintah dari Lexius.


“Kebetulan dapat skill baru........” Bisik Xenon kepada Ariana.


Xenon menancapkan tombak nya ke tanah dan memegang gagang nya dengan dua tangan nya.


“Dark bind.....”


Dari dalam tanah keluar sulur sulur seperti tentakel berwarna hitam seperti bayangan yang langsung mengikat semua ksatria di dalam ruangan, kecuali Lexius. Ariana menggunakan skill analyze nya untuk melihat status Lexius,


\=========================


Nama         : Lexius


Level          : 501 / 999


Stats rank  : S


Skill           : body enchantment, 100 thrust, swing strike, lightning spark.


\=========================


“Apa apaan ini....” Teriak Lexius yang melihat seluruh ksatrianya terikat tentakel hitam.


“Sekarang kamu tinggal sendirian pangeran, kamu mau apa sekarang ?” Tanya Xenon.


“Grrr.....kalian tidak akan keluar dari sini hidup hidup....” Teriak Lexius.


Lexius mencabut pedang tipis nya, dia berlari maju ke arah Xenon dan menyerang nya dengan skill nya,


“100 thrust....” Teriak nya.


Tangan nya bergerak cepat sekali menusukkan pedang tipis yang di pegang nya sampai tidak terlihat. Xenon dengan santai mengangkat tangan palsu nya dan mengeluarkan barrier nya untuk menangkis seluruh serangan Lexius. Melihat serangan nya gagal, Lexius melompat mundur dan mengangkat pedang nya, petir besar menyambar masuk ke dalam pedang nya.


“Lightning spark....”


Dia mengarahkan ujung pedang nya kepada Xenon, jilatan listrik langsung keluar menuju Xenon. Tapi barrier Xenon menangkis dan mentralisir listrik yang mengenai nya. Melihat jurus pamungkas nya gagal, Lexius sedikit mundur,


“Kalian monster......” Teriak nya.


Xenon melompat maju untuk menangkap Lexius, tapi Lexius menarik seorang ksatria yang ada di dekat nya dan melemparkan nya kepada Xenon, kemudian dia berlari menuju lingkaran sihir untuk berteleport keluar dari dungeon.


“Hei....tunggu....” Teriak Xenon yang menangkap ksatria itu.


Ariana langsung melepaskan panah nya dan mengenai kaki Lexius yang langsung terjatuh, tapi dia merangkak karena sudah dekat dengan lingkaran sihir dan menghilang ketika masuk ke dalam nya.


“Ah dia kabur.....” Ujar Xenon kesal.

__ADS_1


“Maaf, aku hanya mengenai kaki nya....” Balas Ariana.


“Tidak apa apa....kita bisa urus dia nanti....” Balas Xenon.


“Terima kasih Ayumu, lalu, mereka mau di apakan ?” Tanya Ariana.


“Tidak ada yang boleh keluar....”


Xenon mengangkat telapak lengan palsu nya dan kemudian menggenggam nya di udara. Seluruh tentakel yang membelit para ksatria itu langsung meremas para ksatria yang terbelit. Suara teriakan dan tulang yang remuk memenuhi ruangan itu, tidak ada seorang ksatria pun yang hidup dan selamat. Xenon dan Ariana berlari menuju lingkaran sihir dan langsung berteleport ke lantai 1. Ketika sudah kembali di lantai 1, mereka mendengar teriakan dari luar dungeon,


“Lepaskan aku....” Teriak seorang wanita.


“Lynx, mundur....kalau tidak Valia akan kubunuh...” Teriak Lexius.


Mendengar nama Valia di sebut, Xenon dan Ariana langsung keluar dari dungeon, ternyata di luar sudah di kepung oleh pasukan pemberontak, tapi Valia di tangkap oleh Lexius dari belakang yang menyilangkan pedang nya di leher Valia. Posisi Lexius ada di depan Xenon dan Ariana, dia menyadari nya dan langsung menyeret Valia ke samping.


“Mundur....mundur kalian semua....kalau tidak dia ku bunuh....” Teriak Lexius yang semakin menempelkan pedang nya di leher Valia.


“Sudah onii san....kamu tidak akan menang, sebaiknya kamu menyerah saja, kamu membunuh ku juga percuma....karena setelah itu, kamu pasti mati.” Ujar Valia.


“Diam....jangan banyak bicara.....” Teriak Lexius.


“Valia sama....” Teriak Lynx.


Ariana yang berada di punggung Xenon berbisik kepada Xenon, kemudian Xenon langsung bertanya kepada Valia.


“Silahkan Xenon sama, aku....”


Belum selesai Valia bicara, Ariana menembakkan panah nya menembus perut Valia dan Lexius di belakang nya sekaligus. Lexius langsung melepaskan Valia yang jatuh ke depan dengan mulut berdarah. Xenon langsung maju dan menancapkan tombak nya di dada Lexius sedangkan Ariana langsung melompat turun dari tas punggung Xenon dan menangkap Valia kemudian menyembuhkan nya.


“Ku...kurang ajar.....gah.” Teriak Lexius sambil berusaha melepaskan tombak Xenon yang bersarang di dadanya.


Xenon menarik tombak nya dan langsung memutarnya menebas leher Lexius. Kepala Lexius melayang dan jatuh persis di depan Lynx.


“Valia sama....” Teriak Lynx sambil menghampiri Valia dan menendang kepala Lexius yang berada di depan nya.


“Lynx......aku tidak apa apa.....” Ujar Valia yang berada di pangkuan Ariana.


“Syukurlah....syukurlah Valia sama....” Ujar Lynx sambil memegang tangan Valia dengan kedua tangan nya.


“Aku percaya dengan Xenon sama dan Ariana sama, tidak mungkin mereka mencelakai ku...” Ujar Valia.


Tiba tiba, “Uoooooooh....” Terdengar suara teriakan yang ramai di depan mereka. Seorang pria mengangkat kepala Lexius dan menancapkan nya ke sebuah tongkat, kemudian mereka mulai mengarak nya sambil bersorak sorak merayakan kemenangan. Tapi Xenon dan Ariana melihat nya dengan tatapan terlihat sedikit kecewa melihat kerumunan yang bersorak sorak di depan nya. Bagi mereka semua manusia sama saja, baik di dunia lama mereka maupun di dunia baru dan semua ini terjadi karena ulah manusia itu sendiri. Xenon dan Ariana berdiri,


“Mau kemana Xenon sama....Ariana sama....?” Tanya Valia.


“Pergi....” Jawab Xenon.

__ADS_1


“Eh...kenapa ?” Tanya Valia.


“Kami tidak kerasan di sini dan tidak suka keramaian...” Jawab Ariana.


“Tapi...kalian berdua pahlawan kami.....” Ujar Valia.


“Maaf, kami tidak suka mendapat gelar pahlawan....sudah ya....jangan cari kami...” Ujar Xenon.


Selesai berkata, Xenon yang menggendong Ariana di punggung nya langsung melompat tinggi keluar dari area dungeon dan mendarat di luar kota. Xenon langsung membuka gerbang menuju dungeon nya sendiri dan masuk ke dalam. Begitu tiba di kuil, mereka keluar dari kuil dan melihat Elazar sedang mengelus ngelus naga hitam besar yang biasa mereka bunuh. Elazar menoleh dan melihat Xenon yang menggendong Ariana keluar dari dalam kuil, dia langsung menghampiri keduanya,


“Xenon sama...Ariana sama....kenapa wajah kalian seperti itu ?” Tanya Elazar.


“Loh naga itu jadi jinak ?” Tanya Xenon.


“Yah...aku di sini tidak ada teman, aku coba saja berbicara dengan nya menggunakan bahasa demon, ternyata dia mengerti dan sekarang dia jadi teman ku...” Ujar Elazar.


“Oh bagus deh kalau begitu...” Balas Xenon lemas.


“Ada apa ? apa yang terjadi ?” Tanya Elazar.


Xenon dan Ariana menceritakan kepada Elazar apa yang mereka temui di dalam dungeon yang ada di ibukota. Mereka juga membacakan buku yang mereka temukan di dalam menara. Setelah mendengar cerita keduanya, Elazar memegang dagu nya,


“Jadi begitu.....maaf, aku sendiri baru mengetahui cerita yang di katakan buku itu, kita bangsa demon jarang sekali berhubungan dengan manusia dan ketika para manusia, elf, dwarf, beastman lari ke wilayah kita karena ulah 7 pahlawan yang sekarang di anggap dewa itu, barulah kita mengenal mereka.” Ujar Elazar.


“Kalau begitu, apa kamu mengetahui soal dewa dewa kejahatan yang di segel di benua utara Nordag ?” Tanya Xenon.


“Ya, aku tahu, ada legenda turun temurun di suku demon mengenai hal itu...dan sekarang aku baru tahu legenda itu benar benar terjadi akibat buku ini.” Ujar Elazar.


“Legenda ?” Tanya Ariana.


Elazar menceritakan asal muasal suku demon berdasarkan legenda turun temurun yang ada di suku demon. Setelah dewi Seraphina menciptakan dunia, mahkluk hidup humanoid pertama yang dia ciptakan adalah demon, tapi menurut dewa dewa yang lain, demon adalah sebuah kegagalan karena terlihat jelek dan jahat, mereka minta dewi memusnahkan nya. Tapi dewi tidak mau, dewi malah menciptakan makhluk makhluk lain sesuai dengan kemauan para dewa, seperti elf, dwarf dan beastmen. Setelah itu, seluruh mahkluk di dunia hidup dengan harmonis, sampai ada 7 orang dewa yang menciptakan makhluk baru bernama manusia. Awalnya manusia bisa berbaur dengan suku lain dan hidup dengan harmonis, tapi manusia mewarisi sifat para dewa yang menciptakan nya, walau mewarisi kepintaran yang luar biasa dari para dewa itu.


Sifat sifat ini di kenal sebagai 7 dosa yaitu, keserakahan, kemarahan, kerakusan, kemalasan, iri hati, kesombongan dan nafsu yang tak terbendung. Manusia mulai menguasai suku suku yang lain dan mengendalikan mereka termasuk demon. Dewi Seraphina yang melihat manusia dan tidak merasa pernah menciptakan nya, menjadi murka, dia menghukum 7 dewa yang berontak itu dengan mengurung nya di benua hitam yang berada di paling utara dunia. Setelah itu, dewi mengatakan hal itu kepada ciptaan pertama nya yaitu demon untuk menjaga ketentraman dunia dan hal ini lah menjadi awal berdirinya kerajaan demon yang menentang kerajaan manusia.


“Haaah...jadi seperti itu...pantas saja.....” Ujar Xenon.


“Anak anak yang di panggil ke sini dari jepang tentu saja tidak mengetahui hal ini dan menjadi korban....” Tambah Ariana.


Xenon dan Ariana diam saja, setelah mendengar legenda yang ada di suku demon ribuan tahun lalu, mereka jadi mengerti.


“Jadi sekarang kita mau kemana ?” Tanya Ariana.


“Kita pulang ke rumah kita di kota Fertus....” Jawab Xenon.


“Baiklah, aku mengerti....Elazar san, tolong tunggu di sini sebentar lagi...” Ariana menoleh kepada Elazar.


“Aku mengerti Ariana sama.....” Balas Elazar.

__ADS_1


Keduanya menitipkan tas yang mereka temukan kepada Elazar supaya di taruh di tempat tinggal mereka di sana. Setelah itu, keduanya kembali masuk ke dalam kuil.


__ADS_2