
Setelah itu, keduanya mengamati tubuh naga besar yang sudah tergeletak tak bernyawa di depan mereka. Lalu, Xenon kembali menggendong Ariana di punggung nya dan naik kembali ke podium untuk melihat bola kristal yang berada di atas altar. Keduanya kembali menyentuh kristal dan window status kembali muncul.
\==========================================
Nama : Xenon Von Solarice (Madoroki Ayumu)
Level : 435 / 999
Rank stats : S
Skill : Body enchantment, rapid thrust, jump thrust, barrier, dragon spear blaster, dragon breath
Passive : Spear mastery, armor skin, dragon blood.
Trait : Immortality, fast regen, strong body, boost level up.
Other skill : Crafting, blacksmith, item box.
\==========================================
Nama : Ariana Julias Ramona (Koyama Rui)
Level : 435 / 999
Rank stats : S
Skill : Rapid shot, focused shot, analyze, heal, antidote, dragon arrow shot, dragon arrow rain.
Passive : Spirit bow mastery, eagle eye, dragon blood.
Trait : Immortality, fast regen, strong body, boost level up.
Other skill : Herbalist, Pharmacist, item box.
\==========================================
“Hmm kekuatan naga itu masuk ke dalam tubuh kita ya....” Gumam Xenon.
“Sepertinya begitu....” Balas Ariana.
Tiba tiba tubuh naga yang besar itu mengeluarkan sinar kemudian menghilang menjadi debu debu cahaya. “Bruk.” Beberapa benda jatuh di tempat bekas tubuh naga berada, Xenon langsung menghampiri benda itu. Dia melihat sebuah kulit naga, seonggok daging naga, sebuah pisau dengan gagang berbentuk naga dan sebuah pakaian pelindung dari kulit bersisik naga berwarna hitam. Xenon mengambil semua barang itu dan membawanya kembali ke altar.
__ADS_1
“Um...sepertinya ini cocok buat kamu....” Ujar Xenon sambil memberikan sebuah pisau kepada Ariana.
“Um...terima kasih.....akan ku jaga....” Balas Ariana.
Xenon memakai pakaian pelindung dari kulit naga itu dan pakaian itu pas sekali di tubuh nya, tiba tiba muncul sebuah window di depan wajah Xenon.
[Crafting : Dragon pelt backpack available\, create ?] [Yes] [No]
Xenon menekan yes, kulit naga berwarna hitam di depan nya langsung mengambang di udara dan mengeluarkan cahaya, kemudian ketika cahaya menghilang, di depan nya muncul sebuah tas punggung besar yang terbuat dari kulit naga. Xenon meminjam pisau dari Ariana dan mencoba menusuk tas itu, ternyata tas itu tidak mempan di tusuk. Xenon menoleh melihat Ariana yang bingung melihat nya. Muncul ide di kepalanya, dia langsung melepas tali di punggung yang di gunakan untuk menggendong tasnya kemudian membuatnya menyilang, setelah itu, dia memakai tas punggung nya di bantu oleh Ariana, setelah dia memakai nya,
“Ariana, sekarang coba kamu masuk ke dalam tas ku ini....” Xenon berjongkok di depan altar supaya Ariana bisa turun masuk ke dalam tasnya.
“Eh....tidak salah ? bukan kah tas ini untuk membawa barang ?” Tanya Ariana.
“Tidak, untuk membawa barang aku punya ini....kamu juga punya kan.” Xenon membuka item box nya.
“Um...iya sih, tapi....apa tidak apa apa....” Ujar Ariana ragu ragu.
“Kamu mau pergi dari sini kan ? aku mau keluar....” Ujar Xenon.
Ariana terdiam, dia sebenarnya juga mau keluar, tapi dia tidak enak terhadap Xenon yang sudah banyak membantunya,
“Kamu keluar saja, aku di sini saja tidak apa apa....” Balas Ariana sambil menunduk.
“Kok begitu....kamu kan mau keluar.....” Balas Ariana.
Xenon terdiam dan tidak menjawab, dia hanya memandang pintu keluar di depan altar dan duduk di bawah altar, Ariana terus melihat wajah Xenon yang melihat lurus ke depan dari atas. Tiba tiba, “Gruyuuuk...” terdengar suara perut berbunyi. Xenon berdiri dan melihat wajah Ariana yang merah sambil memegang perutnya.
“Sebentar, makan daging yang tadi saja ya....” Ujar Xenon.
“Eh...kamu bisa masak ?” Tanya Ariana.
“Yah kalau di kehidupan ini aku belum pernah masak, tapi di kehidupan lalu, aku masak sendiri karena aku tidak punya siapa siapa....karena darurat kita makan seadanya saja.” Ujar Xenon.
“Uh....maaf ya aku merepotkan mu...” Ujar Ariana.
“Haha...aku juga lapar kok, tenang saja....” Balas Xenon.
Dia membuka item boxnya dan mengambil daging naga yang tadi di dapatnya, setelah itu, dia meletakkan daging nya di lantai yang sudah di beri alas kain, karena tidak ada alat masak dan bumbu, dia menggunakan skill dragon breathnya untuk mematangkan daging itu. Setelah daging itu matang, Xenon berdiri dan menurunkan Ariana ke bawah, kemudian dia meminjam pisau Ariana dan mulai mengiris daging itu. Setelah itu, dia memberikan sepotong daging kepada Ariana.
“Terima kasih....” Ujar Ariana.
__ADS_1
Wangi daging naga yang di panggang menggunakan semburan nafas naga itu sangat harum dan menggugah selera. Ariana mencoba menggigit dan makan daging itu,
“Enak....huu...huu....enak....” Air matanya bercucuran.
Xenon tersenyum melihat nya dan tidak berkata apa apa, dia memotong seiris daging dan mulai memakan nya. Setelah kenyang, Xenon menyimpan sisa daging nya di item box. Setelah itu, mereka berbincang bincang, Xenon bercerita tentang apa saja yang dialaminya selama hidup di dunia ini, dari dia di kurung di menara sampai di usir dari kerajaan nya kemudian masuk ke sumur. Ariana yang mendengarnya merasakan hal yang sama dengan Xenon, dia juga menceritakan bagaimana sejak lahir dia di usir dari kekaisaran nya dan ingin di bunuh oleh kekaisaran nya, kemudian dia di asuh oleh Marie dan Raoul di desa sampai akhirnya dirinya di culik bandit dan di buang ke jurang.
“Berarti kamu putri kekaisaran ya....” Ujar Xenon.
“Iya....kamu juga pangeran kan....” Balas Ariana.
“Sekarang sudah tidak, seperti yang aku katakan, aku sudah di usir...” Ujar Xenon.
“Aku juga sudah di usir...aku tidak punya rumah....” Balas Ariana.
Keduanya kembali terdiam, kemudian mereka mulai menceritakan kehidupan masa lalu mereka dan ternyata mereka senasib.
“Aku tidak menyangka ada yang sama nasib nya dengan ku....” Ujar Xenon menunduk.
“Sama, aku selalu berpikir aku manusia paling malang di dunia....” Balas Ariana.
Ariana menoleh melihat Xenon yang menunduk di sebelah nya, dia juga melihat Xenon yang hanya memiliki satu tangan. Dia merasa sedikit iba, karena walau dia tidak memiliki kaki, dia lahir dengan lengkap di kehidupan masa lalu, berbeda dengan Xenon yang dari lahir memang sudah bertangan satu. Tiba tiba Xenon merebahkan diri nya di lantai dan berbalik memunggungi Ariana kemudian tertidur. Ariana juga berbaring dan menoleh melihat Xenon di sebelah nya,
“Aku.....ingin bersamanya.....tapi apa yang harus ku perbuat. Boleh kan aku anggap dia teman ku, aku tidak pernah punya teman, baik di kehidupan lalu maupun sekarang.” Ujar nya dalam hati.
Ariana berbalik dan tidur sambil menghadap kepada Xenon. Sementara itu, Xenon belum tidur, dia masih membuka matanya,
“Bagaimana cara ku menolong nya.....apa yang bisa kulakukan...baru kali ini aku punya teman.” Pikir nya.
Akhirnya keduanya tertidur dengan lelap, selagi keduanya tertidur, seberkas cahaya muncul dari patung besar yang ada di belakang mereka. Seorang wanita keluar dari cahaya itu, wanita itu mendekati keduanya yang tertidur bersebelahan. Wanita itu jongkok dan memegang kepala keduanya,
“Terima kasih Ayumu kun, Rui chan.....hiduplah dengan tenang di dunia ini....kalian pasti bisa bahagia di dunia ini....aku berikan peta untuk keluar dari sini di dalam item box kalian....selamat tinggal.” Wanita itu menghilang dan patung sudah tidak bercahaya lagi.
*****
“Ugh.....aku ketiduran.....”
Xenon membuka matanya dan berbalik, dia kaget karena melihat Ariana yang memeluk dirinya.
“Um...um...Ariana....Rui chan...um....” Ujar Xenon.
“Iya....5 menit lagi....munya munya....” Balas Ariana mengingau.
__ADS_1
“Duh.....bagaimana ini...” Pikir Xenon.
Akhirnya dia diam dan menunggu Ariana bangun 15 menit kemudian dengan terkaget dan merangkak menjauh. Wajah nya menjadi merah dan dia berkali kali minta maaf kepada Xenon.