
Selesai berbisik, Rafalna pergi ke meja kerja Marlon dan mengambil sebuah alat yang mirip seperti tablet masa kini, kemudian membawanya dan memberikan nya pada Marlon.
“Maaf ya....” Marlon mengarahkan alat itu kepada Xenon dan Ariana.
Status keduanya muncul di dalam tablet itu, Marlon dan Rafalna langsung tercengang melihat status keduanya. Untuk memastikan alat itu tidak rusak, Marlon menepuk nepuk alatnya dan kembali mengarahkan alat itu kepada Xenon dan Ariana, hasil nya tetap sama. Ketika sudah lima kali mencoba, akhirnya Marlon dan Rafalna menerima status keduanya adalah status yang sebenarnya sedangkan alatnya berfungsi dengan baik,
“Ini luar biasa.....kekuatan kalian berdua sama seperti legenda para pahlawan jaman dulu....Rafalna, kita harus rahasiakan ini....” Ujar Marlon.
“Aku mengerti sayangku, untuk kalian berdua, tolong rahasiakan ya, boleh aku melihat senjata kalian ?” Tanya Rafalna.
Xenon mengeluarkan tombak nya dari item box dan Ariana mengeluarkan busur nya dari item box, keduanya menaruh senjata mereka di meja, persis di atas barang barang yang sebelum nya sudah mereka letakkan di meja. Rafalna langsung mengamati senjata keduanya, dia melihat ukiran yang ada di tombak dan busur di depan nya tanpa bisa mengambil nya.
“Sudah kuduga...sudah waktunya....” Gumam Rafalna.
“Maksudnya apa ya sensei ?” Tanya Ariana.
“Ah tidak....selama kalian sekolah di akademi ini, sebaiknya kalian pakai senjata lain, kedua senjata ini di simpan saja dan di gunakan saat darurat.” Ujar Rafalna.
“Um...kami harus beli senjata ?” Tanya Xenon.
“Sebaiknya begitu, untuk barang barang yang ingin kalian jual, aku tidak bisa membayarnya, tapi aku akan menukarnya dengan sebuah rumah untuk tempat tinggal kalian di kota, tentunya di tambah sedikit uang untuk kalian membeli senjata, bagaimana ?” Tanya Rafalna.
Xenon dan Ariana saling menoleh satu sama lain untuk berdiskusi, akhirnya mereka setuju menukarnya dengan rumah dan sejumlah uang.
“Baiklah, kalian kembali saja dulu ke penginapan, nanti sore aku antar kunci dan uang nya....” Ujar Marlon.
“Baiklah ossan....” Ujar Xenon.
“Ingat ya, tolong rahasiakan status dan senjata kalian.” Pesan Marlon sekali lagi.
“Kami mengerti ossan....” Ujar Ariana.
Setelah pamit, keduanya keluar dari ruangan untuk kembali menuju kota. Sementara itu di dalam ruangan,
“Sesuai ramalan....” Ujar Marlon.
“Benar, semoga mereka benar yang kita tunggu....tapi di ramalan tertulis, sepasang pahlawan bertangan satu dan tanpa kaki.....mereka kelihatan nya lengkap....” Ujar Rafalna.
“Kita lihat saja nanti....aku tahu mereka berdiskusi dan langsung setuju masuk akademi karena mengetahui nama dewi kejahatan yang tertulis di buku.” Ujar Marlon.
__ADS_1
“Iya benar....senjata mereka jelas senjata dewi Seraphina, sesuai ramalan.” Balas Rafalna yang berdiri di sebelah Marlon sambil memegang pundak nya.
Keduanya masih menoleh kepintu yang sudah tertutup, setelah Xenon dan Ariana keluar dari ruangan.
*****
Sementara itu, Xenon dan Ariana yang sudah sampai di kota pergi ke toko penjual senjata,
“Semoga uang yang dari putri kemarin cukup ya....” Ujar Xenon.
“Iya....semoga saja...” Ujar Ariana.
Keduanya masuk ke dalam toko, begitu di dalam keduanya langsung tercengang melihat senjata senjata yang di pajang tergantung di dinding dan beraneka ragam, mereka masuk sambil melihat lihat. Selagi mereka melihat lihat, seorang wanita bertubuh kekar dan pendek berdiri di depan mereka,
“Cari senjata ?” Tanya wanita itu.
“Oh iya.....aku cari tombak dan dia cari busur....” Jawab Xenon sambil menunjuk kepada Ariana.
“Kenalkan, namaku Gretude, aku pemilik toko ini....”
Gretude mengamati Xenon dan Ariana yang berdiri di depan nya dan mengangguk ngangguk. Dia melihat Xenon dan Ariana terlihat kuat dan sudah terbiasa bertarung,
“Aku ada senjata yang cocok untuk kalian, sini ikut aku....” Ujar nya.
“Nah coba kamu angkat tombak ini....” Ujar Gretude kepada Xenon.
Xenon mengambil senjata itu dari dalam kotak nya, kemudian dia mengamati nya dan memutar mutarnya.
“Hmm ini bagus....” Ujar Xenon.
“Um....Ayumu, lihat deh....” Ujar Ariana.
Xenon menoleh dan melihat Gretude yang tertegun sampai ternganga karena melihat Xenon memainkan tombak nya. Xenon yang serba salah langsung meletakkan kembali tombak nya kembali di kotak nya.
“Luar biasa....baru kali ini ada yang bisa menyentuh tombak ini....lihat...”
Gretude berusaha mengambil tombak dari kotak nya, tapi tombak itu menembus tangannya seperti bayangan dan tidak bisa di ambil, kecuali dia mengangkat kotak nya. Melihat itu, Xenon menjadi kaget karena ternyata tombak itu bukan tombak biasa. Kemudian Gretude membuka kaca yang menutupi kotak busur di sebelah nya.
“Sekarnag coba kamu angkat busur ini dan tarik talinya....” Ujar Gretude kepada Ariana.
__ADS_1
Ariana mengambil busur itu dan langsung menarik talinya dengan mudah, dia melirik melihat Gretude yang tercengang dan ternganga sedang melihat dirinya. Langsung saja Ariana menaruh kembali busur itu di kotak nya,
“Ok aku sudah melihat nya, sesuai dugaan ku.....kalian bukan orang biasa....siapa nama kalian ?” Tanya Gretude.
“Namaku Xenon....”
“Dan aku Ariana.”
“Baiklah, sekarang aku jelaskan, kedua senjata ini milik seorang pemburu naga dan istrinya yang sudah meninggal 200 tahun lalu, mereka menitipkan senjata senjata ini kepada kakek ku, mereka berkata kepada kakek ku, hanya orang yang pantas yang bisa menggunakan nya, selama ini tidak ada yang bisa memegang nya, kalian lah yang pertama memegangnya, jadi aku berikan kedua senjata ini kepada kalian...” Ujar Gretude.
“Eh...gratis ?” Tanya Xenon.
“Yap, aku juga di sini hanya bisa menyimpan nya tanpa bisa menjual nya...silahkan untuk kalian saja...” Jawab Gretude.
“Sulit di percaya...senajata sebagus ini gratis....” Ujar Ariana yang mengangkat busurnya dan mengamatinya.
“Hahaha tenang saja, aku yakin mediang pemburu naga dan istrinya itu senang senjata nya di gunakan oleh kalian...” Ujar Gretude.
Xenon mengambil tombak nya dan mengamatinya, kemudian keduanya menunduk di depan Gretude,
“Terima kasih.....” Ujar keduanya.
“Sama sama, kalian butuh pakaian pelindung ? sebentar ya, aku ambilkan...”
Gretude kembali masuk ke dalam, tak lama kemudian dia membawa satu set pakaian pelindung hitam dari kulit lengkap dengan celana panjang nya, sebuah jaket panjang, selain itu dia juga membawakan boots dan pelindung lengan untuk Xenon, kemudian dia membawa sebuah gaun tank top berwarna hitam dengan rok pendek di atas lutut terbuat dari kulit, sebuah boots panjang sampai ke paha dan sarung tangan sepanjang lengan untuk Ariana. Keduanya langsung masuk ke kamar ganti dan mengganti pakaian mereka, setelah keluar, keduanya langsung berpenampilan baru dengan armor dan senjata yang baru. Setelah itu, Gretude membawakan dua buah pelindung pundak dari kulit tambahan dengan warna yang sama walau tidak termasuk dalam satu set armor, dia memberikan nya pada Ariana yang langsung memakai nya.
“Kalian suka ?” Tanya Gretude.
“Wah cocok sekali....” Jawab Ariana sambil berputar putar melihat pakaian barunya.
“Kedua pelindung ini juga milik pemburu naga dan istrinya yang seorang pemanah itu, tapi karena keduanya bukan barang spesial hanya barang satu set, aku menghargainya 3 keping emas, bagaimana ?” Tanya Gretude.
“Kami ambil....” Jawab Xenon yang langsung mengeluarkan tiga keping emas dan memberikan nya pada Gretude.
“Wah terima kasih, senang sekali berbisnis untuk kalian, kalau armornya rusak atau mau di perbaiki kembali saja kesini ya.....” Ujar Gretude.
“Sekali lagi terima kasih....” Ujar Xenon dan Ariana menunduk.
“Hehe sama sama....” Balas Gretude sambil tersenyum.
__ADS_1
Keduanya langsung pamit dan berbalik keluar dari toko, Gretude mengamati keduanya dari belakang,
“Lengan Xenon kun sebelah kanan palsu, sedangkan kaki Ariana chan keduanya palsu.....mereka tidak bisa membohongi mataku, jelas mereka bukan orang biasa kalau bisa selamat dengan kondisi mereka dan meraih kekuatan luar biasa. Keduanya memancarkan aura yang berbeda dari orang awam biasa.” Pikir nya dalam hati sambil tersenyum dan melemparkan ketiga koin nya di udara kemudian menangkap nya kembali.