Solram Saga

Solram Saga
Chapter 13


__ADS_3

Xenon dan Ariana berjalan kembali ke penginapan, ketika sampai dan masuk ke dalam penginapan, putri pemilik penginapan langsung menghampiri mereka,


“Anoo....Xenon san dan Ariana san, benar kan ?” Tanya putri pemilik penginapan.


“Iya benar, kenapa ?” Tanya Xenon.


“Ini ada titipan dari profesor Marlon....” Gadis itu memberikan sebuah kantung dan amplop berisi surat juga sebuah kunci.


“Oh terima kasih....” Balas Xenon yang menerima kantung dan amplop nya.


“Kalian mulai bersekolah di akademi petualang ya, berarti kita sama ya....” Ujar gadis itu.


“Um...nama kamu siapa ?” Tanya Ariana.


“Namaku Cecil, salam kenal Xenon san, Ariana san....kita satu angkatan...” Ujar Cecil.


“Salam kenal Cecil....” Balas Xenon.


“Iya salam kenal....” Balas Ariana.


“Baiklah, kita naik dulu ya....” Ujar Xenon.


“Ok, sampai upacara pembukaan ya....” Ujar Cecil yang kembali masuk ke dalam dan memakai celemek nya.


Xenon dan Ariana naik ke lantai dua dan masuk ke dalam kamar mereka, keduanya duduk di tepi tempat tidur dan membuka amplop nya. Di dalam amplop selain sebuah kunci, ada dua buah kartu pelajar yang bertuliskan nama keduanya. Xenon memberikan kartu pelajar Ariana.


“Sekarang kita resmi bersekolah......lagi.” Ujar Xenon menunduk.


“Hehe sekarang berbeda Ayumu....tidak seperti dulu....” Ujar Ariana.


“Kamu benar Rui, sekarang jelas berbeda.....” Balas Xenon.


“Aku mau melihat rumah baru kita seperti apa....” Gumam Ariana.


“Sekarang ?” Tanya Xenon.


“Besok saja....aku cape....” Jawab Ariana.


“Ya sudah, aku mau mandi....” Balas Xenon.

__ADS_1


“Kita ke pemandian ?” Tanya Ariana.


“Jangan, ingatkan kalau di rumah kita, kita selalu melepas lengan dan kaki palsu kita kalau mandi, kalau di pemandian umum tidak bisa...” Jawab Xenon.


“Oh benar juga.....baiklah, langsung tidur saja.....sini pakaian mu, biar aku jemur...”


Xenon membuka pakaian nya kemudian berbaring di tempat tidur sambil melihat ke langit langit, Ariana menjemur pakaian Xenon dan pakaian nya sendiri kemudian berbaring di sebelah Xenon. Keduanya langsung tertidur sambil saling berpelukan, tanpa menyadari ada yang sedang mengintip mereka dari sela sela pintu.


“Hmm mereka hubungan nya apa ya ?” Tanya Cecil dalam hatinya.


*****


Keesokan harinya, Xenon dan Ariana kembali ke akademi, mereka kembali menemui Rafalna. Keduanya menunjukkan senjata mereka kepada Rafalna, walau Rafalna tidak bisa menyentuhnya dan menggelengkan kepala, dia memperbolehkan Xenon dan Ariana memakai senjata senjata baru mereka. Setelah selesai menemui Rafalna, keduanya keluar dari akademi untuk menuju rumah baru mereka yang letak nya hanya berbeda satu blok dari distrik pendidikan. Setelah sampai ke rumah nya, mereka melihat rumah di depan mereka adalah rumah yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil dengan halaman yang luas di bagian depan nya, sebuah sumur di samping dan halaman yang tidak terlalu luas di belakang.


“Hmm....kalau ku modifikasi sedikit bisa kan ?” Tanya Xenon.


“Harusnya sih bisa....” Jawab Ariana.


“Baiklah, aku mau membuat bak mandi di halaman belakang, lengkap dengan air panasnya....” Ujar Xenon.


Kemudian dia membuka skill builder nya dan melihat apa saja bahan untuk membuat pemandian air panas pribadi. Setelah itu keduanya masuk ke dalam, untuk melihat kondisi di dalam. Bagian dalam rumah, sangat rapi dengan perabotan seperti meja makan dan kursinya, perlengkapan dapur di tambah kompor sihir, sebuah kamar dengan tempat tidur yang cukup besar dan lemari. Xenon juga melihat bahan untuk membuat toilet sampai penampungan nya, setelah itu dia keluar dari rumah dan pergi ke kota untuk berbelanja bahan.


Setelah semua selesai, Xenon mengisi pemandian nya dengan mata air dari sumur, kemudian dia menghidupkan alat yang sudah di pasang Ariana. Asap mulau mengepul keluar dari air di pemandian,


“Akhirnya.....mandi....” Gumam Xenon sambil membuka pakaian nya dan melepas lengan palsunya.


“Um....Ayumu, bisa bantu aku ?” Tanya Ariana.


Xenon menoleh dan melihat Ariana sudah melepas kedua kaki palsunya dan hanya mengenakan selembar handuk. Xenon berbalik dan menggendong Ariana dengan sebelah tangan nya, sementara Ariana menutupi tubuh Xenon dengan handuk, keduanya lalu masuk ke dalam pemandian.


“Aaaah.....benar benar surga...benar tidak Rui....” Ujar Xenon.


“Iya benar....enak sekali, sudah lama kita tidak berendam seperti ini....” Balas Ariana.


“Tapi besok sudah mulai sekolah ya.....tahun ajaran baru kan ?” Tanya Xenon sambil merenung.


“Iya...jangan di pikirkan, kita sama sama kan....aku tidak akan meninggalkan mu kok...” Balas Ariana.


“Aku tahu....aku juga tidak akan meninggalkanmu....hanya saja kenangan buruk kembali terulang di kepala ku....” Balas Xenon menunduk.

__ADS_1


“Aku mengerti.....sini....” Ujar Ariana sambil memeluk leher Xenon.


Trauma di kehidupan lama mereka belum bisa hilang 100% walau sudah lama mereka melupakan nya. Setelah selesai berendam, Xenon menggendong Ariana keluar dari kolam dan kembali masuk ke dalam rumah. Setelah berpakaian dan memakai kembali lengan kaki palsu mereka, keduannya makan malam bersama. Tiba tiba pintu rumah mereka di ketuk, Xenon berdiri dan membukakan pintu,


“Permisi, maaf menganggu, kalian tetangga baru yang masuk hari ini ya ?” Tanya seorang ibu yang sedikit gemuk.


“Iya benar obasan.....ada apa ya ?” Tanya Xenon.


“Ah tidak, aku tinggal di sebelah, hanya ingin menyapa dan memberikan ini sebagai ucapan selamat datang...” Ibu itu memberikan sebuah keranjang berisi pai apel yang masih hangat.


“Wah terima kasih obasan sampai repot repot, silahkan masuk....” Ujar Xenon.


“Ah tidak usah, aku masih ada banyak perkerjaan di rumah, lain kali saja ya...sampai jumpa lagi tetangga.” Ujar ibu itu menunduk pamit.


“Terima kasih sekali lagi obasan....” Balas Xenon.


Setelah ibu itu pergi, Xenon menutup pintunya dan membawa pai nya ke meja makan.


“Siapa yang datang Ayumu ?” Tanya Ariana.


“Tetangga, lihat, dia memberi kita ini....” Jawab Xenon.


Ariana membuka keranjang nya dan mengeluarkan pai apel yang terasa masih hangat itu. Tiba tiba, dari dalam pai apel itu keluar asap berwarna ungu yang langsung memenuhi ruangan.


“Ohok....ohok....apa ini....kamu tidak apa apa Ariana ?” Tanya Xenon.


“Ohok...tidak apa apa....ini....racun....” Jawab Ariana.


“Hah...racun ?” Tanya Xenon.


Ariana langsung membuka item box nya dan mengeluarkan dua botol penawar racun, dia memberikan satu kepada Xenon, mereka langsung meminum nya, tak lama kemudian pintu rumah mereka terbuka, beberapa pria besar dan sangar masuk ke dalam. Xenon dan Ariana berpura pura pingsan untuk mengejutkan mereka, ketika para pria itu melihat keduanya,


“Hehehe....bos pasti senang nih....” Ujar seorang pria besar yang berpakaian seperti preman.


“Benar benar....sayang kita tidak bisa berbuat apa apa dulu....bos mau mereka hidup.” Ujar seorang pria kurus di sebelah nya.


“Wah wanita ini cantik loh, seksi lagi....duh sayang sekali...tidak boleh sama bos.” Tambah pria gemuk di sebelah pria besar tadi.


“Sudah, ayo kita bawa keduanya.....” Ujar pria besar berpakaian preman.

__ADS_1


Ketiga pria itu langsung menggotong tubuh Xenon dan Ariana, kemudian membawa nya keluar rumah. Mereka menaruh keduanya di kereta dan mengikat keduanya dengan tali, kemudian mereka membawa keduanya pergi. Ibu yang memberikan kue juga ternyata komplotan mereka dan pergi bersama mereka. Xenon dan Ariana yang tergeletak di dalam kereta tersenyum, sebab mereka sebenarnya tidak pingsan dan tidak terbius oleh racun.


__ADS_2