
Valia duduk di sebelah Marlon, kemudian Trendoll dan Halley duduk di sisi tengah menghadap ke Xenon dan Marlon. Xenon menoleh melihat Marlon,
“Ossan, mereka ?” Tanya Xenon melihat Trendoll dan Halley yang duduk.
“Ah kenalkan, pria di sebelah kiri bernama Trendoll Svens. Dia kepala akademi sihir dan sebelah nya Halley Linderwurm, dia kepala akademi ksatria.”
“Salam kenal Xenon sama, Ariana sama....” Trendoll menunduk mengucapkan salam.
“Saya juga mengucapkan salam kenal dan senang bertemu anda, Xenon sama dan Ariana sama.” Halley juga melakukan hal yang sama seperti Trendoll.
Mendengar salam dari keduanya, Xenon langsung bertanya kepada Marlon yang duduk di depan nya,
“Um...mereka juga anggota ?” Tanya Xenon.
“Benar, semua yang ada di ruangan ini adalah anggota.....termasuk putri Valia dan pengawalnya Lynx.” Ujar Marlon.
“Lalu kenapa aku tidak boleh pulang ke ibukota, aku harus melihat ayahanda ku...” Ujar Valia kesal.
Marlon menjelaskan semuanya dan meminta bantuan Xenon untuk menjelaskan lebih terperinci kepada Valia. Dia juga meminta Xenon dan Ariana menunjukkan kepala minotaur yang mereka bunuh di hutan. Ketika melihat kepala minotaur tergeletak di atas nampan di meja, Valia, Lynx, Trendoll dan Halley menjadi kaget dan sedikit gemetar.
“Be..benarkan itu ? kakak ku yang merencanakan semua ini ? Jadi kematian ayahanda....” Ujar Valia.
“Mereka menduga seperti itu, sebab mereka menemui pasukan pemanggil monster yang sebenarnya bukan dari kerajaan ini. Itulah sebabnya kami mencegah Valia sama kembali ke ibukota.” Ujar Marlon.
“Tapi aku ingin kembali ke istana, aku harus melihat ayahanda untuk terakhir kalinya....” Balas Valia.
“Terlalu berbahaya Valia sama.....saat ini nyawa anda terancam...” Balas Trendoll.
“Aku setuju dengan Marlon san, mohon di pertimbangkan lagi Valia sama, aku sangat mengerti kamu sedang dalam posisi berduka sekarang, tapi masa depan negeri ini berada di tangan mu....” Ujar Halley.
Sementara Marlon, Trendoll dan Halley membujuk Valia yang terus terusan ngotot ingin pulang, Xenon dan Ariana berbisik kepada Rafalna yang duduk di sebelah mereka.
“Sensei, sebenarnya kenapa Valia sama di incar oleh pangeran ?” Tanya Xenon.
__ADS_1
Rafalna menjelaskan sambil berbisik, Valia di incar karena dia adalah keturunan langsung dari raja kerajaan Solram di dalam legenda. Raja yang sekarang merupakan penduduk asli benua Estrina dan masih memiliki garis keturunan dari keluarga kerajaan Solram, begitu juga dengan permaisuri nya yang memiliki garis keturunan dari seorang bangsawan kerajaan Solram. Waktu Valia kecil, ibunya mengalami kecelakaan dan meninggal, tapi banyak yang menduga kalau ibunya di bunuh oleh selir yang sudah melahirkan pangeran pertama terlebih dahulu sebelum Valia di lahirkan. Gosip tersebut terdengar ke telinga raja, beliau langsung memindahkan hak waris kerajaan kepada Valia. Sejak itulah, pangeran pertama, pangeran ketiga dan ibu mereka memusuhi Valia.
“Jadi masalah perebutan kekuasaan.....berarti Valia sebenarnya adalah penduduk asli benua ini dong.” Ujar Xenon.
“Benar, itu juga menjadi salah satu sebab dia di incar, karena kalau di urutkan dari garis keturunan nya dan silsilah keluarganya, memang dia penduduk asli benua Estrina ini.” Balas Rafalna.
“Berarti bisa di bilang yang mengincar dia adalah kaki tangan dari salah satu 7 dewa sesat itu ?” Tanya Ariana.
“Bisa di bilang begitu. Itulah sebab nya dia bergabung dengan kami.” Ujar Rafalna.
“Tapi kenapa raja bisa merupakan keturunan dari kerajaan Solram ?” Tanya Xenon.
“Dulu, sekitar 500 tahun lalu, kerajaan ini pernah mengalami revolusi, seorang noble memimpin pasukan untuk menggulingkan raja dan kemudian dia menjabat menjadi raja....” Jawab Rafalna.
“Dan noble itu adalah keturunan dari keluarga kerajaan Solram ?” Tanya Ariana.
“Tepat....itu sebab nya kita yang mengerti membentuk organisasi pemberontak untuk melindungi mereka dan mengambil alih benua ini kembali setelah ramalan terwujud.” Jawab Rafalna.
“Berat sekali, tapi tadi sensei bilang melindungi mereka ? mereka itu siapa saja ?” Tanya Ariana.
“Hmmm aku paham sekarang.....memang kacau dunia ini...” Ujar Xenon.
“Hahaha....” Ariana hanya bisa tertawa.
Tiba tiba, “Brak.” Xenon dan Ariana menoleh, mereka melihat Valia menggebrak meja, wajah nya sudah terlihat mau menangis, sepertinya usaha Marlon, Trendoll dan Halley yang membujuk nya gagal.
“Aku mau ketemu papa......aku hanya punya dia sekarang....” Ujar Valia dengan suara gemetar.
“Tapi Valia sama....” Belum selesai Marlon bicara.
“Tapi apa.....kalian kan tahu papa ku sebenarnya siapa....tolong jangan perlakukan aku sebagai alat yang berguna hanya untuk mengambil alih kerajaan, pikirkan perasaan ku juga...” Teriak Valia.
Lynx yang di belakang nya langsung ke depan dan memeluk Valia yang menangis tersedu sedu di pelukan nya. Marlon, Trendoll dan Halley menunduk, Rafalna juga tidak bisa berkata apa apa. Xenon dan Ariana melihat Valia yang menangis,
__ADS_1
“Ayumu.....kita harus bantu dia...” Ujar Ariana dalam bahasa jepang.
“Hmm....tapi bagaimana ya......” Balas Xenon.
“Aku juga belum tahu caranya....” Balas Ariana.
Keduanya berpikir sejenak, kemudian Xenon berbisik kepada Ariana, wajah Ariana berubah tapi dia tersenyum dan mengangguk. Setelah Valia tenang kembali,
“Valia sama, silahkan kalau mau pulang ke ibukota, tapi dengan syarat....” Ujar Xenon.
“Syarat apa Xenon kun ?” Tanya Valia.
“Kita berdua ikut....” Jawab Ariana.
“Eh...kalian mau ikut pergi ke ibukota ?” Tanya Marlon kaget.
“Wah tidak bisa Xenon sama, Ariana sama, kita harus mendiskusikan dulu dengan atasan...” Jawab Trendoll.
“Hah....bukankah sejak awal aku sudah bilang aku dan Ariana tidak bergabung, kita berkerja sama karena tujuan kita sama, yaitu membebaskan dewi Seraphina....benar kan ?” Tanya Xenon mengingatkan.
Marlon, Trendoll, Halley tersentak kaget mendengar perkataan Xenon, Rafalna tersenyum dan kemudian menjelaskan semuanya kepada ketiga kepala akademi yang lain.
“Oh jadi begitu...maaf kan aku Xenon sama, Ariana sama, kami pikir kalian sudah bergabung dan menjadi pimpinan kami.” Ujar Trendoll menunduk.
“Tidak apa apa, tapi kami akan pergi menemani Valia sama...” Ujar Ariana.
“Baiklah, aku mengerti, aku akan menghubungi anggota pemberontak di ibukota untuk menyambut kalian....sebelum pergi, ijinkan aku memberikan surat kepada kalian untuk anggota di sana.” Ujar Marlon.
“Baik, tidak masalah....” Balas Xenon.
“Valia sama, Lynx san, mohon kerja sama nya ya....” Ujar Ariana sambil melihat Valia.
“Terima kasih Xenon kun, Ariana san.....terima kasih.” Balas Valia menunduk.
__ADS_1
Akhirnya pembicaraan selesai, Xenon dan Ariana keluar bersama Valia dan Lynx untuk bersiap siap pergi ke ibukota malam itu juga. Xenon dan Ariana juga memberitahu Cecil, Georg, Lifana dan Edlan untuk menjaga akademi selama mereka absen, setelah itu mereka membuka gerbang menuju dungeon dan memberitahu Elazar soal situasi terakhir, mereka juga minta tolong kepada Elazar untuk menyiapkan diri seandainya mereka membutuhkan bantuan. Malam hari, setelah melakukan semua persiapan, Xenon dan Ariana menunggu kereta yang di naiki Valia dan Lynx di depan gerbang.