
Keesokan harinya, Ariana bangun terlebih dahulu, dia menyiapkan bento untuk di bawa ke akademi. Setelah itu dia membangunkan Xenon, setelah keduanya berpakaian, mereka langsung keluar rumah kemudian menuju ke akademi yang tidak jauh dari rumah mereka. Di jalan mereka bertemu dengan Cecil yang juga sedang berjalan menuju ke komplek akademi.
“Selamat pagi, Xenon san, Ariana san....” Sapa Cecil.
“Um....selamat pagi....” Balas Xenon.
“I..iya...selamat pagi...Cecil san...” Balas Ariana.
“Kalian akademi petualang kan ? sama dengan ku ?” Tanya Cecil.
Keduanya mengangguk dan tidak menjawab sambil menoleh kepada Cecil yang terlihat antusias.
“Wah kita bisa berangkat bareng nih...mohon kerjasama nya ya Xenon san, Ariana san....” Ujar Cecil.
“I..iya...mohon kerjasama nya....” Balas Xenon.
Setelah itu, Xenon dan Ariana berangkat bersama dengan Cecil, setelah hampir sampai ke komplek akademi, mereka melihat seorang siswa berpakaian bebas yang sepertinya juga bersekolah di akademi petualang sedang berdiri melihat gerbang. Ketika ketiganya melewati siswa itu,
“Tunggu.....”
Xenon, Ariana, Cecil menoleh kebelakang, mereka melihat seorang siswa laki laki yang pendek dan kurus tapi kedua lengan nya kekar memakai kacamata memanggil mereka.
“Anoo....kalian akademi petualang kan ? boleh aku ikut masuk bersama kalian ?” Tanya siswa itu.
“Nama kamu siapa ?” Tanya Cecil.
“Namaku Georg, aku juga masuk ke akademi petualang....” Jawab Georg.
“Oh salam kenal, namaku Cecil, ini Xenon san dan sebelah nya Ariana san, kamu suku dwarf ya ?” Tanya Cecil.
“Um...iya, aneh ya ada dwarf masuk ke akademi petualang ?” Tanya Georg tidak percaya diri.
“Hmm tidak juga....banyak kan yang masuk ke akademi....” Jawab Xenon.
Xenon menjawab begitu karena dulu sewaktu dia masih di kerajaan, banyak dwarf, elf dan beastmen yang masuk ke akademi yang kebetulan terlihat dari menara tempat dia di kurung.
“Iya sih, soalnya aneh kalau dwarf masuk ke akademi untuk jadi petualang, biasanya kita pandai besi dan pengrajin soalnya...” Balas Georg.
“Yuk, kita masuk sama sama.....” Ajak Ariana sambil menjulurkan tangannya.
Wajah Georg langsung tersipu malu dan memerah melihat Ariana mengajak nya masuk bersama ke akademi. Dengan gemetar, dia menyambut tangan Ariana, kemudian mereka ber empat masuk ke dalam gerbang untuk menuju akademi petualang. Begitu di dalam, banyak murid dari akademi lain yang melirik mereka dengan pandangan meremehkan, kebanyakan dari akademi sihir dan akademi ksatria. Kemudian beberapa siswa dan siswi dari akademi sihir mendekati mereka,
“Hei...kamu....” Ujar salah seorang siswa akademi sihir kepada Xenon.
“Ada apa ya ?” Tanya Xenon yang di cegat dari depan.
__ADS_1
“Kamu dan wanita di sebelah mu.....sepertinya noble, kenapa kalian masuk ke akademi petualang yang isinya kotoran ?” Tanya siswa berambut pirang yang sombong itu.
“Oh...kita bukan noble, maaf...” Ujar Xenon.
“Hah...bohong, kalian berdua punya aura yang berbeda dengan orang biasa, kalian pasti noble kan...kalian dari negara mana lain ya.” Ujar seorang siswi berambut merah.
“Iyalah, aku mantan pangeran (Xenon) putri (Ariana) dulu....” Pikir Xenon dan Ariana di dalam hati.
“Kami bukan noble, permisi kami mau ke akademi kami...” Ujar Ariana.
Akhirnya ke empatnya berjalan kembali menerobos para murid akademi sihir yang mencegatnya. Cecil dan Georg menoleh melihat Xenon dan Ariana,
“Um...kalian memang punya kesan seperti noble sih Xenon kun...Ariana san...” Ujar Georg.
“Iya memang, dari awal aku ketemu mereka di penginapan, aku juga merasa seperti itu.” Tambah Cecil.
“Perasaan kalian saja....” Balas Xenon dan Ariana kompak.
Para noble yang menghadang mereka tidak bisa berkata apa apa dan hanya melihat ke empatnya berjalan menuju akademi petualang sambil menggerutu,
“Lihat saja, mereka pasti kapok nanti dan akhirnya pindah ke akademi kita....” Ujar seorang siswa.
“Benar...kalau sampai begitu, akan aku ledek mereka habis habisan...” Tambah siswi di sebelah nya.
*****
“Fiuuuh...untuk kita sekelas ya....” Ujar Ariana.
“Iya, kalau beda kelas bisa repot....” Tambah Xenon.
“Hey, kita juga sekelas rupanya....” Ujar Cecil.
“Oh aku juga.....” Tambah Georg.
“Wah.....aku di kelas itu rupanya.....” Ujar suara wanita di sebelah Georg.
Xenon, Ariana, Cecil dan Georg menoleh, mereka melihat seorang gadis bertelinga kelinci yang catik berdiri di sebelah Georg, dia membawa sepasang pedang pendek kembar yang di sematkan di pinggang nya. Karena merasa di perhatikan, gadis itu menoleh,
“Hai, perkenalkan, namaku Lifana, kalian sekelas dengan ku ya ? salam kenal ya, mohon kerjasamanya.” Ujar Lifana sambil menjulurkan lengan nya.
“Oh salam kenal.....namaku Georg....” Ujar Georg yang bersalaman dengan Lifana.
“Namaku Cecil...salam kenal Lifana san....”
Lifana melihat Xenon dan Ariana yang berdiri di belakang Cecil dan Georg. Dia langsung mendekati Xenon.
__ADS_1
“Um...kalau kamu ?” Tanya Lifana.
Ariana langsung menarik Xenon dan berdiri di depan Lifana, dia menutupi Xenon dan menjabat tangan Lifana.
“Namaku Ariana dan sebelah ku Xenon....salam kenal....” Ujar Ariana sambil tersenyum dingin.
“Oh hahaha....salam kenal Ariana, Xenon...mohon kerjasama nya ya....” Ujar Lifana menunduk.
“Iya mohon kerjasama nya....” Balas Ariana menunduk.
“Wah...Ariana san ya namanya, kamu cantik sekali....” Terdengar suara seorang pria di belakang Lifana.
Xenon, Ariana, Cecil dan Georg melihat kebelakang Lifana, seorang pria tampan berambut pirang panjang dan bertelinga panjang mendekati mereka, dia membawa sebuah tongkat dan memakai jubah seperti seorang penyihir.
“Perkenalkan namaku Edlan, salam kenal cantik...” Edlan mengambil tangan Ariana dan menunduk ingin mencium nya.
Tiba tiba Xenon meletakkan tangan palsunya di atas tangan Ariana dan yang akhirnya di cium oleh Edlan adalah tangan Xenon.
“Hei....namaku Xenon, salam kenal dan tolong sedikit menjauh dari Ariana.” Ujar Xenon.
“Um...um...Xenon kun...itu tata cara berkenalan suku elf...aku yakin dia tidak ada maksud apa apa...” Ujar Georg.
“I..iya benar Xenon kun....sabar ya.....” Tambah Cecil.
“Hehehe....kalian berdua lucu ya....bakal seru nih kelas kita...” Tambah Lifana.
“Ah, maaf kalau aku tidak sopan, salam kenal Xenon kun.....mohon kerjasamanya, kita sekelas....dan kamu juga kelinci....” Ujar Edlan.
“Hah....kenapa sama aku begitu.....” Balas Lifana.
“Oh kalian sudah saling kenal ?” Tanya Ariana.
“Kita teman masa kecil.....” Jawab Lifana.
“Hooo begitu....kita juga kan....” Balas Xenon sambil melirik Ariana.
“Hihihi...iya.....” Balas Ariana.
“Eh....kalian bukan kekasih ?” Tanya Cecil.
“Kita berdua teman.....” Jawab Ariana.
“Hah.....yang benar.” Teriak Cecil, Georg, Lifana dan Edlan.
Akhirnya ke empatnya mengambil kesimpulan kalau Xenon dan Ariana sebenarnya sudah jauh melebihi teman dan tidak berniat mengusik nya. Xenon dan Ariana sedikit heran melihat sikap teman teman barunya,
__ADS_1
“Um...ada apa ?” Tanya Xenon.
“Ah tidak ada apa apa.....hehe...” Ujar ke empatnya serempak.