
Di depan gerbang, ketika melihat Xenon, Ariana dan seorang anak buah Safron mendekat, seorang penjaga langsung berdiri, dia langsung berbicara kepada teman nya di samping nya dan mengajak teman nya pergi. Dengan cepat, anak buah Safron mendorong pintu gerbang besar itu sampai terbuka sedikit dan meminta Xenon juga Ariana menyusup masuk ke dalam. Setelah itu, dia menarik lagi pintu gerbang nya supaya menutup kembali seperti sedia kala. Di dalam, Xenon dan Ariana melihat ada sebuah lingkaran sihir di dalam sebuah tempat yang di beri pagar.
Selagi berjalan menuju dungeon, anak buah Safron sudah menjelaskan kalau setiap lima lantai di dungeon terdapat lingkaran sihir yang berfungsi untuk teleportasi ke lantai 1 dan kembali lagi ke lantai dimana mereka melakukan teleport terakhir kali nya. Xenon dan Ariana langsung menuju tangga naik ke atas, mereka mengeluarkan senjata mereka yang di berikan dewi dari item box. Setelah sampai lantai dua, mereka tiba di sebuah padang rumput yang luas dengan langit yang biru, seperti tidak berada di dalam dungeon.
“Hmmm....ini lantai 2 nya ya....” Ujar Xenon.
“Seperti di luar lagi....kalau tidak ada tangga ini...” Tambah Ariana sambil menoleh melihat tangga turun di belakang nya.
“Ayo Rui, kita harus cepat sampai lantai 50....sepertinya kita lewati saja....” Ujar Xenon.
“Um....aku bareng kamu saja ya.....” Balas Ariana.
“Ok, sebentar ya....”
Xenon mengeluarkan tas punggung nya dan langsung memakai nya, kemudian dia jongkok di depan Ariana yang melepas kedua kakinya dan menyimpan nya ke dalam item box. Setelah Ariana masuk ke dalam tas punggung nya, Xenon langsung melesat menelusuri padang rumput yang terlihat sangat luas itu. Mereka berlari melewati monster monster yang menghadang mereka, kalau menghalangi dengan cepat mereka bunuh. Dalam sekejap, mereka tiba di sebuah gerbang yang merupakan pintu untuk naik ke atas, tapi gerbang tersebut tertutup, di depan nya ada seekor rusa raksasa berwarna hijau dengan tanduk seperti dahan pohon yang besar. Ariana langsung menggunakan analyze nya ketika Xenon melompat maju,
\=================
Mini bos : Treehorn.
Level : 120, Rank : C
\=================
Xenon mendarat persis di depan monster. Ketika melihat Xenon dan Ariana, monster itu bersiaga dan bersiap siap menyeruduk keduanya. Sebelum monster itu bertindak apa apa, Xenon melemparkan tombak nya menggunakan skill spear throw. Tombaknya langsung menembus kepala rusa raksasa sampai menembus ke belakang dan menancap di sebelah gerbang. Setelah monster itu mati dan menjadi debu cahaya, pintu gerbang terbuka, Xenon mencabut tombak nya yang menancap di dinding sebelah gerbang.
“Ayo Rui....kita naik...” Ajak Xenon sambil menoleh.
“Iya ayo Ayumu.....” Balas Ariana sambil merangkul leher Xenon.
Mereka terus berlari menerobos lantai demi lantai, sampai akhirnya mereka tiba di lantai 5. Ketika menaiki tangga, keduanya langsung kaget karena mereka tiba di dalam kelas yang ada di dalam sekolah kehidupan mereka yang lalu. Mereka masuk dari pintu samping belakang kelas.
__ADS_1
“He...hey....Rui, ini kelas kan ? kelas di kehidupan lalu.” Tanya Xenon sambil melihat sekeliling.
“Iya....kelas....dan jelas sekolah di jepang.....” Jawab Ariana.
Xenon langsung berjalan ke tengah, ruang kela itu kosong dan tidak ada meja atau kursi di tengah, semua nya tertumpuk di dinding yang berada di belakang kelas. Xenon dan Ariana melihat lingkaran sihir persis di bawah papan tulis yang seharus nya meja guru. Karena penasaran, Xenon membawa Ariana melihat keluar jendela, ternyata pemandangan di luar jendela memperlihatkan aktifitas sekolah, seperti ada kelas yang sedang pelajaran olah raga di lapangan, beberapa siswa yang berjalan dan beberapa siswa yang duduk di taman, ada juga siswa yang sedang duduk di bawah pohon sambil membaca buku.
“Aku tidak percaya ini.....” Ujar Xenon sambil berusaha membuka jendela nya.
“Tidak bisa di buka ya.....ini jelas sekali jepang....tapi sepertinya bukan di tokyo ya....” Balas Ariana.
“Iya, sepertinya di kota lain....mungkin saitama....” Ujar Xenon.
Tanpa sadar keduanya terus melihat keluar jendela, Ariana semakin erat memeluk leher Xenon yang juga memegang lengan Ariana yang memeluk nya. Pikiran keduanya mengenang kehidupan masa lalu mereka. Mereka memperhatikan wajah wajah siswa siswi yang sedang bicara dengan riang bersama teman teman nya, wajah pelatih yang sedang teriak dan marah marah, wajah siswa pria yang kecapean setelah lari dan wajah seorang siswi yang sedang makan roti sambil membaca buku.
“Melihat seperti ini, aku jadi teringat kehidupan dulu, walau aku sama sekali tidak menikmati nya dulu haha...” Ujar Xenon.
“Sudah yu Ayumu....kita jangan berlama lama di sini....” Ujar Ariana sambil memeluk leher Xenon.
Xenon melangkah keluar dari pintu depan kelas dan naik tangga menuju lantai berikut nya. Mereka terus menerobos, apa yang ada di depan mereka. Mulai lantai 6 sampai 9, mereka berada di hutan. Di lantai 10, mereka kembali melihat cuplikan dari kehidupan masa lalu mereka, yaitu sebuah restoran ramen yang kosong dan tidak ada apa apa. Lantai 11 sampai 14 mereka berada di bawah laut dan lantai 15 mereka berada di sebuah stasiun kereta. Mereka terus melewati nya, sampai akhirnya mereka tiba di lantai 45 yang menampilkan sebuah kamar tidur seorang anak remaja, lengkap dengan perabotnya dan jendela yang merupakan pintu keluar untuk naik ke atas. Di sebelah tempat tidur ada sebuah lingkaran sihir yang di gunakan untuk teleport.
“Gambaran gambaran ini.....” Gumam Xenon.
“Kenapa Ayumu ?” Tanya Ariana.
“Entahlah, sepertinya pembuat dungeon ini ingin mengatakan sesuatu...” Ujar Xenon.
“Hmm....aku kurang mengerti...” Balas Ariana.
“Sudahlah, ayo kita teruskan.....” Balas Xenon.
“Iya....”
__ADS_1
Keduanya langsung naik lagi ke atas, mereka tiba di sebuah dataran yang tertutup salju dengan pemandangan gunung gunung salju jauh di depan mereka. Seperti biasa, Xenon berlari menuju ke gerbang untuk naik ke lantai berikutnya, tapi ketika tiba di depan gerbang,
“Gyaaaaah........” Seorang ksatria terpental mundur ke belakang.
“Hei, kamu tidak apa apa....” Teriak seorang ksatria yang menangkap nya.
“Huff....kuat sekali....” Ujar ksatria yang baru saja terpental.
Xenon dan Ariana melihat siapa lawan mereka di depan nya dari balik batu, lawan mereka ternyata seekor manusia berbulu putih, bertangan besar dan tinggi seperti raksasa. Ariana menggunakan skill analyze nya,
\=================
Mini bos : Wendigo.
Level : 470 Rank : A
\=================
“Hmm mereka kuat melawan rank A....” Ujar Ariana.
“Mereka sepertinya ksatria pilihan pangeran yang sudah masuk lebih dulu dari kita....” Ujar Xenon.
“Hah...mereka baru sampai sini ? apa kita yang terlalu cepat ya ?” Tanya Ariana.
“Mungkin.....tapi hebat juga sih bisa sampai sini. Mungkin mereka sekuat Georg, Cecil, Lifana dan Edlan.” Jawab Xenon.
“Ah tidak, musuh itu tidak masalah buat teman teman kita, tapi masalah buat mereka, jelas mereka di bawah teman teman kita.” Ujar Ariana.
“Benar juga.....kita lihat saja dulu....” Balas Xenon.
“Iya....”
__ADS_1
Keduanya hanya mengintip dari balik batu besar yang berada dekat gerbang, mereka melihat lima orang ksatria yang menggunakan pedang yang bagus sedang melawan wendigo.