
Beberapa hari setelahnya, magiphone yang di pegang oleh Xenon berbunyi, Rafalna memberitahu kalau Xenon dan Ariana sudah bisa keluar kembali dan mengikuti kegiatan di akademi, berkat tanduk milik Elazar, nama Xenon dan Ariana sudah bersih kembali dan tidak di anggap berkerja sama dengan Elazar. Setelah pamit dengan Elazar, Xenon dan Ariana keluar dari gerbang, mereka tiba di kediaman Rafalna kemudian pulang ke rumah mereka. Begitu sampai dan membuka pintu,
“Xenon kun......Ariana chan.....” Edlan berdiri.
Di dalam ternyata sudah menunggu, Cecil, Georg yang sudah siuman, Lifana dan Edlan. Ke empatnya langsung menyambut Xenon dan Ariana.
“Xenon kun, maaf, aku membuat susah kalian, aku sudah dengar ceritanya dari Cecil chan dan Lifana chan....” Ujar Georg menunduk di depan Xenon.
“Syukurlah kamu baik baik saja.....” Ujar Xenon sambil memegang pundak Georg.
“Karena kejadian itu, pertandingan di hentikan, akademi sempat di liburkan 2 hari karena masa berkabung untuk kedua siswa yang gugur...” Ujar Edlan.
“Sampai hari ini juga belum ada kabar lagi dari akademi mengenai kejadian kemarin....jadi sekarang sudah aman aman saja.” Tambah Lifana.
“Kalian berdua besok sudah bisa masuk lagi, teman teman sekelas sudah menunggu....” Ujar Cecil.
“Baguslah kalau begitu, iya kan Xenon kun....” Ujar Ariana sambil menoleh melihat Xenon dan mendekatkan wajah nya kepada Xenon.
“Iya, bagus Ariana chan....” Balas Xenon sambil menoleh ke arah lain dengan wajah merah.
“Hmm....sepertinya ada yang berubah......” Ujar Edlan yang menyadari nya.
“Ah sama saja....oh ya Georg, ayo kita mandi, kamu juga Edlan, Georg masih harus berendam untuk kesembuhan nya.” Ajak Xenon sambil merangkul Georg.
“Eh...tapi aku tidak apa apa.....”
Xenon melotot melihat Georg sambil tersenyum dengan wajah merah. Edlan yang mengerti langsung mendorong Georg masuk ke dalam. Sementara itu, Cecil dan Lifana langsung mendekati Ariana yang terlihat santai saja,
“Apa yang terjadi beberapa hari ini ?” Tanya Cecil.
“Hah...tidak ada yang terjadi....biasa saja....” Jawab Ariana.
Akhirnya keduanya mengajak Ariana duduk di meja makan dan mulai menginterogasinya.
“Um...apa ya, aku mengucapkan terima kasih saja padanya dan berharap supaya dia bersama ku selamanya, memang kenapa ?” Tanya Ariana.
Cecil dan Lifana langsung saling menoleh dan melihat satu sama lain, keduanya langsung kembali melihat Ariana.
“Nah itu dia sebabnya, trus dia jawabnya apa ?” Tanya Cecil.
“Um...dia bilang kita akan bersama selamanya....” Jawab Ariana polos.
“Kyaaaaaa.....” Cecil dan Lifana langsung berteriak kesenangan. Ariana yang melihatnya jadi heran.
“Kalian kenapa sih ?” Tanya Ariana.
“Setelah itu, dia menghindari mu ga ?” Tanya Lifina.
__ADS_1
“Sedikit....dia selalu minta aku naik ke tas punggung nya dan tidak berani melihat wajah ku...” Ujar Ariana.
“Haaaaah.....kamu tidak sadar ya, kalau yang kamu ucapkan itu seperti pengakuan cinta....” Balas Cecil.
“Sadar kok, aku memang sudah cinta dia dari pertama bertemu.....” Ujar Ariana.
“Haaaah.....” Cecil dan Lifina berdiri kaget.
“Tapi kamu baru ungkapkan kemarin.....” Ujar Lifina.
“Memang salah ya....dia kan juga sudah tahu dari awal....mana ada orang mau membantu kalau tidak cinta kan ?” Tanya Ariana.
“Nah berarti ini masalahnya, Xenon kun sama sekali tidak ada bayangan kesana, dia melakukan semua itu karena dia baik dan karena kamu teman nya....tapi ga apa apa, sekarang dia pasti sudah sadar dan jadi sedikit salah tingkah di depan mu.” Ujar Cecil.
“Eh...begitu ya....tidak mungkin ah, sebab....”
Ariana menceritakan pertemuan dirinya pertama kali dengan Xenon, dari Xenon menemani dirinya yang tidak bisa berjalan sampai menggendong nya kemana mana dan selalu tersenyum pada nya. Belum selesai Ariana bercerita,
“Stop....aku paham....kasihanilah kita berdua yang bujangan ini....” Ujar Lifana.
“Benar, tolong jangan membuat hati kita berdua berantakan.....ampuuun...soo sweeet.” Tambah Cecil.
“Jadi dia juga punya perasaan pada ku kan....” Ujar Ariana.
“Iya, benar, mungkin dia hanya belum sadar akan perasaan nya sendiri.....” Balas Lifana.
“Iya, biarkan saja dia menata perasaan nya dulu....” Balas Lifana.
“Kalau kalian gimana ?” Tanya Ariana.
“Ga ada gambaran sama sekali......plis jangan tanya.” Jawab keduanya kompak.
Tak lama kemudian, Xenon, Georg dan Edlan selesai berendam, gantian Ariana, Cecil dan Lifana yang masuk ke dalam. Xenon memasak makan malam untuk semuanya. Malam itu, mereka semua makan bersama sambil bercanda dan tertawa tawa, sesudah makan, ketika semuanya berkumpul di ruang tamu,
“Xenon kun, Ariana chan......kita ber empat akan mengikuti kalian....” Ujar Edlan.
“Eh maksudnya ?” Tanya Xenon.
Edlan melepaskan kalung nya dan berubah menjadi dark elf, setelah itu, ke empatnya bercerita tentang pembicaraan mereka sewaktu menemani Georg yang di rawat di rumah sakit dan setelah menanyakan keputusa Georg sewaktu dia terbangun, ke empatnya berdiri dan langsung berlutut dengan satu kaki di depan Xenon dan Ariana.
“He...hey....tidak perlu seperti ini kan ?” Tanya Xenon.
“I...iya...biasa saja, kita kan teman, jangan begini....” Tambah Ariana.
“Kita berempat siap bergabung bersama sepasang pahlawan yang sudah kita semua tunggu selama ini.....” Ujar Edlan.
“Iya iya aku dan Ariana paham...sudah tolong berdiri dan angkat kepala kalian, kalau tidak aku malah marah...” Ujar Xenon.
__ADS_1
Akhirnya ke empatnya bangkit berdiri dan duduk kembali di tempat duduk mereka sebelum nya, Xenon dan Ariana berpesan kepada teman teman nya supaya jangan menganggap mereka pahlawan atau pemimpin, mereka minta teman teman nya bersikap seperti biasa saja dan jangan membocorkan hal ini sampai pada waktu nya. Tentu saja Cecil, Georg, Lifana dan Edlan langsung setuju, mereka bersikap biasa saja kepada Xenon dan Ariana. Setelah itu, ke empatnya berpamitan dan pulang ke rumah masing masing.
“Sampai besok Xenon kun...Ariana chan...” Ujar Cecil sambil melambaikan tangan nya mewakili yang lain.
“Sampai besok semuanya....” Balas Xenon dan Ariana.
Setelah teman teman nya pergi, keduanya masuk kembali ke dalam rumah, Xenon masuk ke kamar dan melepas kan lengan palsunya, kemudian dia berbaring di tempat tidurnya. Begitu Ariana masuk ke dalam kamar, Xenon langsung berbalik menghadap arah berlawanan. Ariana tersenyum dan melepaskan kaki palsunya, kemudian dia berusaha naik ke atas tempat tidur dengan susah payah.
“Hghhhhh.....” Gumam nya.
Xenon yang mendengarnya menoleh, dia kaget melihat Ariana sudah melepas kaki nya sebelum naik ke tempat tidur. Tanpa menunda lagi, dia langsung berdiri dan mengangkat Ariana dari belakang dengan mendekap perutnya menggunakan satu lengan kemudian membaringkan Ariana di tempat tidur,
“Kamu kenapa Rui...kenapa melepas kaki sebelum naik ?” Tanya Xenon.
“Hehehe....tidak apa apa.....yuk tidur...” Ujar Ariana.
“Ada ada saja.....” Ujar Xenon sambil berjalan menuju sisi tempat tidur nya.
Setelah Xenon naik dan berbaring, Ariana langsung berbalik dan memeluk Xenon, dia tidak membiarkan Xenon memunggungi nya,
“Kamu kok aneh....” Ujar Xenon.
“Kamu yang aneh, kenapa kamu tidak berani memandang wajah ku dan selalu berpaling kalau melihat ku....” Balas Ariana.
“Um...itu......”
Ariana langsung naik ke tubuh Xenon dan kedua tangan nya mengepit pipi Xenon, kemudian,
“Dengar ya, aku waktu itu hanya terbawa perasaan, aku sudah tahu perasaan mu terhadapku dan kamu sudah tahu perasaan ku terhadapmu, jadi tolong bersikap seperti biasa, aku tidak suka...” Ujar Ariana.
Melihat wajah Ariana yang memandang wajahnya dengan cemberut dan serius, Xenon tersenyum, dia mengelus rambut Ariana,
“Maafkan aku, aku hanya kaget saja kamu tiba tiba bilang seperti itu....tapi kata kata yang aku ucapkan pada mu kalau kita akan bersama selamanya, aku serius....aku memang mau bersama kamu selamanya, aku sudah bertekad seperti itu sejak dari awal kita bertemu dan aku janji, aku akan terus berada di sisimu selama lamanya.” Ujar Xenon.
“Uh.....i..iya....aku tahu.....tolong jangan tiba tiba mengatakan hal hal seperti itu....” Balas Ariana yang wajahnya menjadi merah karena mendengar perkataan Xenon.
Dengan perlahan dia turun dari tubuh Xenon dan berbaring dengan menghadap arah lain kemudian menutup dirinya dengan selimut.
“Hehehe kalau tiba tiba kena kata kata seperti itu jadi malu kan....sama aku juga waktu itu.” Ujar Xenon sambil memeluk Ariana dari belakang dengan sebelah lengan nya.
“Uh....sudah lah...terima kasih sudah membalas ku, aku kapok.....yuk tidur....selamat malam Ayumu.”
“Haha...kamu lucu....selamat malam Rui....aku cinta padamu.” Xenon membisiki Ariana.
“Iya iya...aku tahu....aku juga sama, sudah dong....” Ujar Ariana yang menutup wajahnya dengan kedua tangan nya.
Keduanya langsung tertidur sambil saling berpelukan dan tersenyum. Keesokan harinya, mereka bangun dengan kondisi yang sudah biasa lagi seperti semula dan berangkat ke akademi.
__ADS_1