Solram Saga

Solram Saga
Chapter 7


__ADS_3

Setelah keduanya sudah bangun, Xenon menggendong Ariana kembali ke atas altar dan dia mulai berkeliling mencari petunjuk bagaimana cara untuk keluar. Ariana yang berada di atas altar melihat ada sebuah tulisan yang sepertinya baru di tulis oleh seseorang.


“Xenon....sini....coba baca ini...” Ujar Ariana.


Xenon langsung berlari menghampiri Ariana dan melihat sebuah tulisan di altar yang bertuliskan, “Cek item box mu.” Tanpa menunda lagi, Xenon membuka item box nya dan menemukan sebuah gulungan terbuat dari kulit. Dia membuka gulungan itu dan ternyata gulungan itu menggambarkan sebuah menara di dalam tanah. Menara itu terlihat tinggi dan ada dua titik kecil di paling bawah menara. Xenon menekan peta dua titik kecil itu, langsung saja sebuah window hologram keluar yang menampilkan denah bagunan kuil dengan dua titik yang menandakan keduanya di dalam nya dan sebuah bangunan kecil di sebelahnya yang di kelilingi danau. Tulisan di atas nya adalah, “Lantai 300” Xenon mencoba menekan lagi kemudian window menghilang, dia mencoba menekan lapisan menara di atas nya dan sebuah window keluar menampilkan labirin yang ada di atas, dari tangga turun sampai tangga naik ke lantai berikutnya.


“Kita sekarang berada di dalam dungeon, kita berada di lantai paling dalam atau boleh di bilang lantai terakhir di dalam dungeon dan naga yang kita lawan adalah bos lantai ini...” Ujar Xenon.


“Kalau rumah di sebelah kuil ini apa ya ?” Tanya Ariana.


“Bagaimana kalau kita cek....” Balas Xenon.


“Um...aku disini saja...” Ujar Ariana.


Xenon langsung berbalik, dia berdiri menghadap kepada Ariana dan memegang pundak nya.


“Aku butuh bantuan mu, aku punya kaki dan kamu punya tangan, kita harus saling berkerja sama, kamu mengerti ?” Tanya Xenon.


Ariana terdiam, dia melihat wajah Xenon di depan nya yang terlihat tegar dan tidak putus asa. Akhirnya Ariana mengangguk dan Xenon langsung tersenyum lebar. Dia langsung memakai tas nya di bantu oleh Ariana dan jongkok di depan Ariana, dengan perlahan Ariana mencoba masuk ke dalam tas nya sambil berpegangan kepada pudak Xenon. Setelah semuanya masuk ke dalam, Xenon berdiri dan Ariana memeluk nya dari belakang.


“Gimana ? nyaman kan ?” Tanya Xenon sambil menoleh.


“I..iya...terima kasih...aku berat tidak ?” Tanya Ariana.


“Tidak, kamu ringan sekali hahaha....” Jawab Xenon.


“Hehe terima kasih Ayumu kun.....” Ujar Ariana.


Keduanya melangkah keluar dari kuil yang besar itu, kemudian berjalan ke samping menuju rumah kecil yang berada di sebelah kuil itu. Xenon membuka pintunya,


“Permisi.....” Ujar nya.


Di dalam mereka melihat banyak sekali peralatan, dari peralatan memasak, peralatan merakit sesuatu, tabung tabung lab, botol botol potion dan lain sebagainya.


“Wah seperti sebuah gudang....” Ujar Xenon.


“Iya benar, kalau kita pakai boleh tidak ya...” Balas Ariana.


“Boleh saja, memang nya siapa yang melarang...” Balas Xenon sambil melangkah masuk ke dalam.


Mereka mengambil peralatan masak, tenda, botol potion, tabung lab, pot alkemis, obor dan perlengkapan perjalanan lainnya. Semua mereka masukkan ke dalam item box, selagi berkeliling melihat lihat di dalam, Xenon menemukan sepasang lengan dari besi yang tergantung di langit langit, selain itu dia juga melihat sepasang kaki dari bahan yang sama tergantung di sebelah nya. Xenon naik ke atas kursi dan mengambil nya,


“Ini....lengan ?” Tanya Xenon sambil mengamati lengan besi yang di ambil nya.


“Tapi kok terlihat seperti cetakan ya....” Jawab Ariana.


“Kita bawa saja, siapa tahu terpakai nanti....” Balas Xenon.


“Iya, aku setuju....” Balas Ariana.


Kemudian mereka memasukkan sepasang lengan dan kaki dari besi itu ke dalam item box. Setelah itu, mereka keluar dari dalam bangunan yang seperti gudang itu dan memberi hormat di depan nya  tanda berterima kasih. Setelah itu, mereka berjalan menuju tangga naik ke atas yang berada di sebrang danau sambil membawa tombak dan busur. Setelah sampai di depan tangga,


“Sudah siap Rui chan ?” Tanya Xenon.


“Um...kenapa kamu panggil aku Rui chan ?” Tanya Ariana.


“Lebih nyaman saja....” Jawab Xenon.


“Aku sudah siap, Ayumu kun....” Balas Ariana sambil tersenyum.

__ADS_1


“Baiklah, ayo kita naik....”


Xenon melangkahkan kaki nya naik ke atas menelusuri tangga untuk menuju ruang berikutnya. Xenon terus melangkah naik ke atas dengan perlahan supaya Ariana yang di panggul nya tidak terguncang dan jatuh. Ariana menyadari hal itu, dia langsung merangkul leher Xenon dari belakang dan meminta supaya Xenon mempercepat jalan nya. Xenon menoleh dan mengangguk, kemudian dia berlari menaiki tangga dengan cepat. Begitu sampai di atas, mereka tiba di labirin yang lembab dan gelap. Xenon yang mengambil obor dari item boxnya dan menyalakan nya, kemudian dia melangkah maju menelusuri lorong dengan dinding batu bata.


“Berbeda sekali dengan di bawah....” Ujar Ariana.


“Iya, di sini kita harus hati hati, tolong pegang tombak ku ya Rui chan...” Ujar Xenon.


“Iya...tenang saja.....” Balas Ariana.


Xenon terus melangkah dan melangkah, tiba tiba dia mendengar suara di depan nya, dengan perlahan Xenon maju mendekat ke arah suara suara di depan nya, dia mengintip dari balik dinding dan melihat beberapa monster berbentuk seperti gorila besar berbulu hitam, bertanduk dan bermata tiga seperti sedang mengobrol dengan sesama nya. Xenon mundur dan berbalik.


“Uh..huh...huh...Raaaar.....”


Ternyata di belakang nya ada seekor gorila yang besar mengikutinya, gorila itu langsung menyerang Xenon dan mengenai wajah nya. Tapi,


“Loh...tidak terasa apa apa....” Ujar Xenon.


Kemudian dia menusukkan obornya ke gorila itu dan gorila itu terpental dengan dada berlubang.


“Wow....kok bisa ?” Tanya Ariana yang juga bingung melihatnya.


“Entahlah...mungkin karena sudah naik level....” Jawab Xenon sambil melihat tangan nya yang memegang obor.


“Coba aku analyze....”


Xenon berbalik dan kembali mengintip ke arah beberapa gorila yang dia lihat barusan, kali ini Ariana menggunakan skill nya untuk melihat status nya.


\=================


Monster : Hell ape


\=================


“Hmm...level nya di bawah kita.....” Ujar Xenon.


“Iya, mau coba lawan mereka ? biar aku panah ya....” Ujar Ariana.


Xenon menaruh obornya di dinding dan memegang tombak nya, sementara Ariana menarik busurnya ke arah seekor gorila di depan nya. Ariana menembak dan seekor gorila langsung terpental mati menjadi debu cahaya. Beberapa barang jatuh di tempat gorila itu mati. Melihat temannya terbunuh, gerombolan gorila itu berbalik menyerang Xenon dan Ariana yang memang sudah siap melawan mereka. Xenon menusukkan tombak nya dan dua ekor gorila mati menjadi debu cahaya, sisanya di panah oleh Ariana di punggung Xenon. Ketika semua sudah menghilang, mereka berjalan memunguti barang barang yang jatuh ketika monster itu mati. Mereka mendapatkan batu kristal berwarna ungu sebanyak 8 buah, kulit gorila, tanduk gorila yang menyerupai tanduk unicorn tapi pendek, beberapa pedang pendek dan sebuah perisai bundar.


“Banyak juga ya, kita bawa saja dulu....siapa tahu nanti perlu...” Ujar Xenon.


“Iya, sini biar aku masukkan ke item box ku....hal hal seperti ini biar aku yang urus.” Ujar Ariana.


“Hehe baiklah....yuk jalan lagi...”


“Iya, ayo....”


Xenon kembali mengambil obornya kemudian melanjutkan menelusuri lorong yang berbelok belok itu. Setelah berjalan beberapa lama, akhirnya mereka menemukan sebuah pintu dari kayu di salah satu lorong, Xenon membuka pintu itu dan mereka masuk ke dalam. Ternyata di dalam ada sebuah ruangan kosong yang luas dan di tengah tengah nya ada tiga buah kotak harta.


“Um...mau buka ?” Tanya Xenon.


“Bahaya ga ya, aku kok rada ragu...” Jawab Ariana.


“Kita coba saja buka 1 kotak....” Ujar Xenon.


“Yang mana ?” Tanya Ariana.


“Um...yang kanan deh....siap siap ya...” Jawab Xenon.

__ADS_1


“Iya....hati hati...”


Xenon memberikan obornya pada Ariana dan dia langsung jongkok di depan peti yang berada di kanan. Xenon membuka peti itu dengan perlahan dan melihat isinya, ketika peti sudah terbuka, Xenon mengambil sesuatu dari dalam kotak.


“Rui chan....ini rasanya bisa buat kamu....” Ujar Xenon.


“Um....jubah ? eh pakaian pelindung berjubah ?” Tanya Ariana.


“Iya, coba saja pakai....sepertinya untuk perempuan.”


“Iya, bisa turunkan aku sebentar ?” Tanya Ariana.


Xenon duduk dan Ariana merayap keluar dari punggung nya. Kemudian dia mencoba mengenakan pakaian pelindung nya, ternyata pakaian itu pas di tubuh Ariana.


“Wah cocok....yuk jalan lagi...” Ajak Xenon sambil menunjuk ke belakang nya.


Xenon mengangkat Ariana kemudian menaruh nya di atas peti, setelah itu dia berjongkok dan Ariana merayap masuk ke dalam tas nya. Setelah Xenon kembali berdiri,


“Yang lainnya mau coba di buka ?” Tanya Ariana.


“Ya, siap siap ya....” Jawab Xenon.


Xenon jongkok dan membuka peti yang di tengah, di dalam nya ada sebuah ikat kepala dari kulit dan dia memberikan nya pada Ariana, tapi Ariana malah memasang ikat kepala itu di kepala Xenon dari belakang sambil tersenyum.


“Loh buat ku ?” Tanya Xenon.


“Iya, cocok loh hehe....” Jawab Ariana.


“Makasih ya....tinggal satu lagi....” Balas Xenon.


“Iya, hati hati....”


Xenon bergeser dan langsung membukanya. Tiba tiba peti itu menerkam nya, Xenon yang kaget langsung memasang barrier nya dan membuat peti itu terpental. Ariana langsung menganalisa nya.


\=================


Monster : Mimic


Level : 500, Rank : SS


\=================


“Hati hati Ayumu kun, level nya di atas kita...” Ujar Ariana sambil memberikan tombak Xenon.


“Aku tahu....ayo maju Rui chan...”


Xenon melompat dan menusukkan tombaknya, tapi mimic itu melompat dan membuka tutupnya sehingga gigi nya yang tajam terlihat semua, dia menerkap dari atas, Ariana menarik busurnya dan mengarahkannya ke atas, kemudian menembakkan panah sinar nya yang membuat mimic terpental, ketika mimic masih terpental dan belum jatuh, Xenon berlari dan menusuk bagian bawahnya sampai tertembus ke dalam nya.


“Kaaaaaah.....” Mimic itu berteriak.


Langsung saja tubuh mimic itu mengabu menjadi debu cahaya, sebuah barang jatuh di depan Xenon. Dia menunduk dan melihat barang yang jatuh, ternyata yang jatuh adalah sebuah kunci, sebungkus daging dan sebuah batu kristal besar berwarna putih. Xenon mengambil semuanya dan memberikan nya pada Ariana yang langsung menyimpan nya di item box nya.


“Ayumu kun, gimana kalau kita istirahat dulu disini...” Ujar Ariana.


“Hmm...kita cari tempat aman saja, aku kurang nyaman di sini...” Balas Xenon.


“Pulang dulu ke kuil ?” Tanya Ariana.


“Ok..ke kembali dulu saja....di sana lebih aman.” Jawab Xenon.

__ADS_1


__ADS_2