Solram Saga

Solram Saga
Chapter 15


__ADS_3

Setelah membaca keseluruhan buku itu dengan cepat, Xenon dan Ariana tertegun, kemudian mereka kembali menoleh melihat Gretude yang duduk di depan mereka.


“Jadi itu yang terjadi 1000 tahun lalu....” Ujar Xenon.


“Benar, 7 kerajaan yang ada sekarang adalah kerajaan yang di buat oleh 7 dewa itu, bagi yang sudah hidup ratusan tahun tahu dan mengerti soal ini, tapi anak anak sekarang tidak ada yang mengetahuinya dan menganggap dewi Seraphina adalah dewi kejahatan.” Ujar Gretude.


“Hmm tadi pagi Ralfana sensei juga kaget ketika melihat senjata milik kita berdua...” Gumam Ariana.


“Tentu saja, semua senjata dan benda seperti lengan palsu yang kulihat tadi, ada tanda dari dewi, berarti yang memberikan nya adalah dewi, orang biasa tidak akan mengenalinya dan menganggap nya lengan biasa, tapi tidak dengan ku dan Rafalna nee san.” Ujar Gretude.


“Lalu senjata yang di berikan pada kami kemarin, apa ada hubungan nya dengan hal ini ?” Balas Xenon.


“Tentu saja, aku mengetes kalian....pemilik senjata yang kalian bawa kemarin adalah raja terakhir kerajaan Solram dan ratu nya yang di kenal sebagai pemburu naga. Kedua senjata itu di berikan oleh dewi kepada mereka secara langsung sebelum mereka berperang. Setelah mereka kalah dan di tangkap, kakek ku yang saat itu menjadi seorang pejabat istana, membawa lari kedua senjata itu dan menyimpan nya. Walau aku termasuk generasi muda tidak seperti Rafalna nee san, cerita ini sudah turun temurun di keluargaku.” Ujar Gretude.


Xenon dan Ariana langsung melihat satu sama lain, mereka sama sudah sedikit menduga ketika membaca buku di kantor Marlon kemarin yang mengatakan kalau dewi Seraphina adalah dewi kejahatan. Tiba tiba, pintu di buka, Rafalna masuk ke dalam ruangan.


“Sudah kuduga kamu yang memberikan senjata itu Gretude....” Ujar Rafalna.


“Iya nee san, aku melihat mereka dan menyadarinya.” Balas Gretude.


“Jadi mereka yang kita tunggu ?” Tanya Rafalna.


“Yap, tidak salah lagi.....” Jawab Gretude.


“Apa maksudnya ?” Tanya Xenon.


Rafalna bergabung duduk di meja makan, barulah dia menceritakan semuanya, 7 kerajaan yang ada di benua yang di sebut Estrina adalah kerajaan yang di pimpin oleh manusia yang datang dari benua terbesar di utara bernama Nordag. Bagi mereka, suku lain seperti elf, dwarf, manusia di benua Estrina dan beastmen adalah suku rendahan di banding mereka yang merupakan pilihan para dewa. Jadi ada gerakan bawah tanah pemberontak di 7 kerajaan yang menentang kekuasan seluruh keluarga kerajaan dari 7 kerajaan yang ada di benua Estrina. Pemberontak percaya kalau pencipta dunia ini adalah dewi Seraphina. Pemimpin pemberontak yang memimpin semua gerakan di 7 kerajaan adalah keturunan raja kerajaan Solram yang sudah hilang. Itulah sebabnya mereka mempercayai ramalan dan menunggu kedatangan sepasang pahlawan yang akan membawa kemenangan bagi mereka.


“Hmm jadi begitu....nama dewa yang katanya pahlawan itu namanya siapa kemarin ?” Tanya Xenon dalam bahasa jepang kepada Ariana.


“God of Glutonny, Hirokuma Masashi......dia juga manusia biasa yang asalnya dari dunia kusut tapi damai hahaha...” Jawab Ariana dalam bahasa jepang.

__ADS_1


“Lalu kita sekarang mau bagaimana Rui ?” Tanya Xenon.


“Aku masih belum tahu, di satu sisi aku ingin membebaskan dewi yang sudah menolong kita, tapi di lain sisi, persoalan ini sepertinya pelik dan tidak mudah di selesaikan.” Jawab Ariana.


“Aku juga berpikir demikian, kalau boleh jujur, aku sedikit gatal ingin menghukum si Masashi itu dan kawanan nya. Jelas jelas dia orang jepang tapi bertingkah di sini.” Ujar Xenon.


“Hmm Glutonny ya, berarti mereka memakai nama 7 deadly sin (dosa), pasti yang lain ada Pride, Wrath, Envy, Lust, Sloth dan Greed.” Ujar Ariana.


“Wow kamu tahu soal itu ya....aku pikir aku saja yang tahu.” Balas Xenon.


“Tentu saja tahu, aku juga nonton anime dan baca manga hehe...” Balas Ariana.


Keduanya terus bercakap cakap menggunakan bahasa jepang, Rafalna dan Gretude hanya melihat saja sambil tersenyum. Ketika Xenon dan Ariana sadar kalau mereka di perhatikan,


“Maaf kami berdua jadi asik sendiri...” Ujar Ariana.


“Tidak masalah...lalu, kalian mau kan bergabung bersama kami ?” Tanya Rafalna.


“Lagipula, banyak yang mau kita pelajari di dunia ini....ijinkan kita berdua melihat semuanya dengan mata kepala kita sendiri....” Tambah Ariana.


“Baiklah, cukup adil, kita juga tidak enak kalau harus memaksa kalian, tapi ijinkan aku mengabarkan kepada yang lain dan kepada pemimpin kalau ramalan sudah terwujud. Tujuan nya untuk menaikkan moral mereka.” Balas Rafalna,


“Aku sih tidak masalah, tapi tolong jangan salahkan kami kalau nanti kalian kecewa sama kami...” Balas Xenon.


“Hahaha tidak akan....baiklah, aku mengerti, aku tidak akan membesar besarkan ketika memberitahu pimpinan nanti.” Ujar Rafalna.


“Terima kasih atas pengertian nya, aku dan Ariana ingin menjalani hidup tanpa terikat apa pun....” Balas Xenon.


“Iya, terima kasih kalian sudah mengerti kami. Kami hanya ingin hidup tenang.” Tambah Ariana.


“Boleh tanya satu hal lagi ?” Tanya Gretude.

__ADS_1


“Silahkan...” Jawab Xenon.


“Siapa nama kalian sebenarnya ? juga nama lengkap kalian.” Tanya Gretude untuk menggenapi ramalan.


Xenon dan Ariana diam saja, mereka melihat wajah Gretude dan Rafalna yang duduk di depan mereka. Akhirnya karena Rafalna dan Gretude di nilai bisa di percaya,


“Baiklah, karena sudah sejauh ini, nama asli ku Madoroki Ayumu, aku pangeran pertama dari kerajaan Solarice, namaku di kerajaan Xenon von Solarice.”


“Aku Koyama Rui, aku putri kedua kekaisaran Ramona, namaku yang di berikan di kekaisaran, Ariana Julias Ramona.”


Mendengar keduanya menyebutkan nama asli dan nama lengkap mereka, Rafalna dan Gretude langsung berdiri kemudian berlutut dengan satu kaki untuk menyembah di hadapan keduanya.


“Um...Rafalna sensei sudah mengetahui dari status kita kemarin kan ?” Tanya Ariana.


“Belum Ariana sama, yang kemarin di lihat oleh Marlon dan aku, tidak ada namanya, hanya status dan tingkat kekuatan kalian.” Jawab Rafalna.


“Um...stop, panggil aku Ariana saja, jangan pakai sama, aku sudah bukan putri kerajaan kan...” Balas Ariana.


“Dan tolong berdiri, kita di sini berjuang bersama, tidak usah terlalu formil dengan kita berdua....aku dan Ariana sudah bukan pangeran dan putri lagi, kerajaan kita berdua sudah hancur.” Tambah Xenon.


Rafalna dan Gretude berdiri kemudian duduk lagi di tempat semula. Xenon bertanya apa Marlon mengetahui soal ini, Rafalna mengatakan kalau Marlon adalah salah satu petinggi pasukan pemberontak yang memimpin di kota pendidikan Fertus. Rafalna mengatakan kepada Xenon dan Ariana, kalau besok keduanya mulai masuk ke dalam akademi karena tahun ajaran baru. Xenon dan Ariana mengangguk, kemudian mereka berdiri dan keluar dari rumah Gretude untuk kembali ke rumah mereka. Rafalna dan Gretude bersulang merayakan datang nya sepasang pahlawan yang akan menyelamatkan dunia.


Setelah di luar, Xenon dan Ariana berjalan kembali menuju rumah mereka, keduanya bergandengan tangan,


“Kamu yakin Ayumu....dengan pembicaraan tadi ?” Tanya Ariana.


“Mau bagaimana lagi, kita tidak ada pilihan lain, selain itu, tidak mungkin aku berdiam diri mendengar penolongku di kurung, tentunya kamu juga begitu kan. Tapi terus terang, kalau untuk menolong mereka, aku merasa tidak senang, kita kan di buang dari kerajaan kita dulu.” Jawab Xenon.


“Iya, aku juga sama, yang penting sekarang, mandi lagi....lalu tidur...” Ujar Ariana.


“Benar....badan jadi kotor lagi....lalu tidur.” Balas Xenon.

__ADS_1


Keduanya berjalan dengan santai menuju rumah mereka dan beristirahat agar besok bisa masuk sekolah di akademi.


__ADS_2