Solram Saga

Solram Saga
Chapter 9


__ADS_3

Setelah itu, Xenon mulai berlatih menggunakan tangan kanan nya dan Ariana terus berlatih menggunakan kedua kakinya, mereka saling membantu sampai akhirnya mereka terbiasa menggunakan nya. Untuk belajar bertarung, mereka ke lantai atas dan bertarung dengan beberapa monster untuk melatih gerakan kaki dan tangan baru mereka. Akhirnya setelah berlatih cukup lama, keduanya sudah berhasil menguasai bagian tubuh baru mereka dalam pertempuran dan tidak akan ada yang menyadari kalau lengan Xenon dan kedua kaki Ariana adalah palsu.


Suatu hari, Ariana pergi masuk ke dalam kuil dan mengamati gerbang di tengah, Xenon menyusul nya.


“Kamu mau keluar ?” Tanya Xenon.


“Um...aku penasaran....tapi bagaimana membuka gerbang nya ?” Tanya Ariana.


“Katanya kita punya kuncinya.....” Jawab Xenon.


“Mungkin ini ya....” Ariana mengambil kunci yang pernah di ambil nya dari mimic dulu dari item box nya.


“Hmm coba lihat....” Xenon mengambil kuncinya dari tangan Ariana.


Dia mengamati kuncinya kemudian mencocokkan nya dengan lubang kunci di gerbang, dia mencoba memasukkan kuncinya dan ternyata kunci nya pas di lubang kunci nya. Xenon memutar kuncinya, gerbang perlahan terbuka, tiba tiba Ariana yang berdiri di sebelah Xenon terserap masuk ke dalam,


“Ayumu kun.....” Teriak Ariana sambil menjulurkan lengan nya.


Xenon langsung menangkap lengan Ariana dan akhirnya keduanya terserap masuk ke dalam gerbang.


“Waaaaaa......” Keduanya berteriak sambil saling berpelukan supaya tidak terpisah.


Mereka merasa menelusuri lorong yang terbuat dari cahaya yang berputar dan membuat pandangan mereka menjadi tidak jelas, akhirnya mereka melihat cahaya di ujung lorong yang membawa mereka keluar melalui cahaya itu. Setelah keluar,


“Waaaaa......” Keduanya jatuh dari langit langit di sebuah ruangan kosong dan mendarat di lantai.


“Adu duh.....kita dimana Ayumu kun ?” Tanya Ariana.


“Aku tidak tahu, tapi yang pasti kita masih di dalam dungeon....” Jawab Xenon.


Xenon berdiri dan membantu Ariana berdiri, kemudian dia mengambil tombak nya dari item box, begitu juga Ariana yang langsung mengambil busurnya dari item box, keduanya berjalan menuju gerbang besar di ruangan dan mendorong pintunya. Ketika pintu terbuka, mereka keluar, mereka melihat sebuah pintu yang mengarah keluar dari dungeon, di sekitarnya banyak sekali peralatan peralatan dan jubah yang tergantung di dinding,


“Kita benar benar sudah di lantai 1.....” Ujar Xenon.


“Iya.....kita bisa keluar Ayumu kun....” Balas Ariana.


Mereka berdua berjalan menuju ke pintu keluar kemudian mengambil jubah dan memakainya, kemudian mereka keluar. Setelah mereka keluar, mereka melihat langit yang biru, udara yang segar, cahaya matahari menerpa wajah mereka dan terasa sangat hangat. Xenon dan Ariana berbalik, mereka menunduk di depan pintu dungeon tanda terima kasih mengijinkan mereka tinggal selama ini. Setelah itu mereka berjalan menelusuri hutan. Wajah Xenon dan Ariana penuh dengan keceriaan, mereka tidak menyangka kalau mereka bisa keluar dari dungeon setelah sekian lama. Kondisi di luar sudah siang hari, selagi mereka berjalan, mereka melihat beberapa kereta kuda di depan mereka.


“Um....itu ada kereta kuda ?” Tanya Ariana.


“Iya...sebaiknya kita menghindar saja Rui chan....” Jawab Xenon.


“Setuju....kita menghindar saja...” Tambah Ariana.


Mereka berbalik dan masuk ke dalam semak semak, mereka memilih berjalan menerobos hutan dari pada berpapasan dengan beberapa kereta kuda yang melewati jalan setapak yang cukup luas di dalam hutan. Tapi ketika mereka sudah sedikit menjauh,

__ADS_1


“Kyaaaaaaaa....” Terdengar suara teriakan wanita di dalam kereta.


Xenon dan Ariana berbalik, mereka berlari dan mengintip dari semak semak. Ternyata beberapa kereta kuda di depan mereka di serang oleh pasukan goblin. Terlihat para pengawal dan petualang pria sudah terkapar bersimbah darah di tanah, sedangkan para goblin sedang menelanjangi dua orang petualang perempuan, sebagian gerombolan goblin itu juga berusaha membuka kereta di paling belakang yang sepertinya membawa seorang bangsawan. Tanpa menunda lagi, Xenon dan Ariana keluar, Ariana langsung memanah dengan cepat goblin goblin yang sedang menelanjangi dua orang petualang perempuan dan membebaskan mereka. Keduanya berlari memancing goblin yang tersisa menuju kereta di belakang, Xenon menusukkan tombak nya ke arah goblin goblin yang sedang mengepung kereta dan mengguncang guncang kereta.


Setelah itu, Ariana memanah goblin yang naik ke atap kereta dan membuatnya terjatuh mati. Keduanya berlari ke belakang kereta, gerombolan goblin yang tersisa mengepung keduanya.


“Rui chan, ke pundak ku.....” Ujar Xenon.


Ariana langsung melompat dan hinggap di pundak Xenon, kemudian Xenon berputar sambil menyabetkan tombak nya sedangkan Ariana yang duduk di pundak nya memanah para goblin di sekitarnya. Dalam sekejap goblin yang mengepung mereka binasa tidak tersisa satu pun. Setelah selesai, Ariana turun dari pundak Xenon,


“Yuk, kita pergi dari sini....” Ajak Xenon.


“Iya....ayo....” Balas Ariana.


Ketika keduanya berbalik dan bersiap untuk melangkah pergi, tiba tiba tangan Xenon di pegang oleh seseorang dari belakang, keduanya langsung menoleh, mereka melihat seorang gadis berpakaian gaun berwarna merah, berambut pirang dengan mata berwarna biru dan memiliki paras yang cantik.


“Tunggu.....” Ujar gadis itu.


Xenon menarik tangan nya supaya terlepas dari pegangan gadis itu. Seorang ksatria wanita berpakaian armor lengkap mengejar gadis itu dan mencabut pedang nya, dia menodongkan pedang nya kepada Xenon.


“Hei...apa apaan...” Ujar Xenon.


“Lynx, kamu kurang ajar, turunkan pedang mu....mereka yang menyelamatkan kita.” Teriak gadis berambut pirang itu.


“Tapi, kita tidak tahu siapa mereka, Valia sama....kita tidak boleh lengah...” Teriak Lynx.


Xenon berbalik dan menggandeng tangan Ariana pergi, dia tidak senang di perlakukan seperti penjahat. Tapi kembali lagi, gadis yang di panggil Valian menarik lengan Xenon dari belakang, Xenon mengibaskan lengan nya dan berbalik.


“Mau apa lagi ?” Tanya nya.


“Maafkan perlakuan kasar pengawal ku....dia hanya menjalankan tugas.” Ujar Valia sambil menunduk.


“Ah sudahlah, maaf, tapi kamu buru buru....” Ujar Ariana.


Kemudian dia menggandeng Xenon kembali dan berbalik pergi. Tiba tiba ksatria wanita itu melompat dan menghadang jalan keduanya.


“Minggir....atau kamu mati di sini...” Ujar Xenon.


Tapi tidak di sangka sangka, ksatria wanita itu langsung berlutut dengan satu kaki dan menunduk di hadapan keduanya.


“Maafkan aku yang kasar terhadap penolong tuan putri, aku mohon tolong dengarkan tuan putri Valia dulu...” Ujar Lynx.


“Tuan putri ?” Tanya Ariana.


“Benar, aku putri kedua kerajaan Granada, namaku Valiana von Granada. Maafkan kami yang kasar kepada kalian. Boleh tahu siapa nama kalian ?” Ujar Valian menunduk.

__ADS_1


“Tuan putri, maafkan aku, jangan menunduk, semua salah ku, hukum saja aku...” Ujar Lynx.


“Tidak apa apa Lynx, aku yakin mereka mengerti.”


Mendengar nama kerajaan yang di sebut oleh Valia, Xenon dan Ariana menjadi bingung, mereka menoleh satu sama lain.


“Kerajaan Granada ? aku baru dengar ada kerajaan itu...oh namaku Xenon dan di sebelah ku Ariana.” Ujar Xenon.


“Apa ? kurang ajar, kalian meremehkan kerajaan kami ya...” Teriak Lynx.


“Diam Lynx....maafkan aku bertanya, kalian datang dari mana ?” Tanya Valia.


“Tidak ingat....” Jawab Ariana.


Keduanya tidak mau menyebutkan kalau mereka sebenarnya keluar dari dungeon. Ketika mereka masih di permukaan, mereka tidak pernah mendengar ada kerajaan yang bernama Granada.


“Maaf, tapi kami mau ke kerajaan Solarice....” Ujar Xenon.


“Solarice ? um.....kerajaan Solarice dalam legenda ?” Tanya Valia dengan wajah bingung.


“Hah...legenda ?” Tanya Xenon dan Ariana bersamaan.


Keduanya langsung saling menoleh satu sama lain dengan bingung, kemudian kali ini giliran Ariana yang bertanya.


“Kalau kekaisaran Ramona ?” Tanya Ariana.


Kali ini giliran Valia dan Lynx yang bingung dan saling melihat satu sama lain,


“Um...siapa kalian sebenarnya ?” Tanya Valia.


“Sepertinya mereka bingung tuan putri, biar aku jelaskan sedikit mengenai sejarah dunia kepada mereka.” Ujar Lynx.


Kemudian dia menjelaskan kalau dua kerajaan yang di sebut keduanya adalah dua kerajaan dalam legenda yang sudah hancur karena berperang dengan pasukan dewi kejahatan, dalam kondisi terdesak, mereka memanggil 7 dewa yang akhirnya turun ke dunia menjadi 7 pahlawan dan memusnahkan dewi kejahatan. Setelah itu, 7 pahlawan itu mendirikan 7 kerajaan untuk mengantikan dua kerajaan yang hancur. Sedangkan sisa sisa pasukan dewi kejahatan membuat 7 dungeon yang tersebar di 7 kerajaan untuk mengganggu kehidupan manusia dan sejenisnya.


“Hmm begitu ya, maaf kita berdua datang dari jauh dan tidak mengetahui sejarah di sini...” Ujar Xenon yang berkilah supaya Valia tidak curiga.


“Aku bisa mengerti, bagaimana kalau kalian ikut dengan ku, kebetulan aku sedang menuju kota pendidikan Fertus, di sana ada perpustakaan besar dan kalian boleh memakai nya.”


Xenon dan Ariana berdiskusi sebentar, mereka melihat Valia yang terlihat baik dan benar benar ingin mengajak mereka. Akhirnya mereka mengambil keputusan,


“Baiklah, kita berdua ikut ke kota pendidikan Fertus...” Ujar Xenon.


“Wah senangnya, baiklah, silahkan naik ke kereta....Lynx tolong dampingi mereka.” Ujar Valia.


“Baik, tuan putri Valia.” Ujar Lynx.

__ADS_1


Akhirnya Xenon dan Ariana naik ke dalam kereta bersama Valia dan Lynx. Setelah para penjaga dan petualang memakamkan teman mereka yang gugur karena serangan goblin, iring iringan kereta mulai berangkat menelusuri jalan yang memotong hutan.


__ADS_2