
Setelah mereka di dungeon, Xenon dan Ariana mengajak teman teman nya ke lantai satu tingkat di atas mereka. Ketika sudah sampai ke atas, Cecil, Georg, Lifana dan Edlan merasa bergidik karena suasana di dalam labirin sangat mengerikan dan terasa dingin yang mencekam. Ke empatnya berdiri di belakang Xenon dan Ariana,
“Loh kenapa ?” Tanya Xenon.
“Tempat ini benar benar tidak enak....” Jawab Lifana.
“Ya namanya juga dungeon, apa kamu baru pertama kali masuk ke dalam dungeon ?” Tanya Ariana.
“Iya dan aku yakin semuanya juga begitu....” Jawab Lifana.
“Ayo kita maju....” Ajak Xenon.
Ke enam nya maju berjalan menelusuri lorong yang gelap dan lembab, ketika sampai di persimpangan, mereka menemukan beberapa hell ape sedang berkumpul,
“Nah itu musuh nya, kalian serang mereka....” Ujar Xenon.
“I..itu hell ape bukan ? monster rank S ?” Tanya Georg.
“Benar, lawan saja, kalian lebih kuat kok dari mereka....” Ujar Xenon.
Ke empat nya maju perlahan, Georg mengambil posisi paling depan sedangkan Lifana di belakang nya, Cecil dan Edlan di paling belakang. “Uh uh.” Seekor kera menoleh melihat mereka, “Skrieeeek.” Beberapa kera yang sedang berkumpul itu langsung berlarian ke arah ke empat nya sambil melompat lompat di dinding.
“Axe bash....” Teriak Georg.
Dia menghantamkan kapak nya ke tanah dan gelombang tanah maju menghempas beberapa kera yang sedang berlari ke arah nya, kera kera itu langsung terjerembab ke dalam tanah,
“Edlan.....” Teriak Georg.
“Fire storm....”
Edlan mengacungkan tongkat barunya dan sebuah pusaran api keluar menghantam beberapa kera yang sedang berusaha keluar dari tanah.
“Awas....” Teriak Cecil.
Dua ekor kera yang berlari di dinding melompat menerkam Georg dari kiri dan kanan, Lifana melompat menyambut kera di kanan dan menyelinap ke belakang nya, dia menusukkan dua pedang pendek nya menggunakan skill backstab miliknya. Kemudian dia menendang tubuh kera itu dan bersalto ke belakang.
“Freeze....”
Cecil menyerang kera yang melompat dari sebelah kiri menggunakan cahaya biru yang dingin dan membuat tubuh nya menjadi beku dengan sihirnya.
__ADS_1
“Hajar Georg....” Teriak Cecil.
Tanpa menunggu kera beku itu jatuh, Georg mengayunkan kapak nya dan menghancurkan tubuh kera itu. Kera kera yang tersisa berbalik melarikan diri karena melihat teman teman nya terbunuh.
“Menaaaang.......” Teriak Georg sambil mengangkat kapak nya.
“Yeaaaaaah....” Edlan berteriak di belakang nya.
Selagi merayakan kemenangan, tiba tiba tanah bergetar, semakin lama semakin keras, seperti ada seekor monster besar yang mendekati mereka. Cecil, Georg, Lifana dan Edlan langsung bersiaga. Sebuah tangan besar berbulu memegang dinding, sebuah kepala kera yang sangat besar dan memiliki dua tanduk di kanan kiri nya mengintip melihat mereka,
“Uh......hell kong...raja hell ape.....” Ujar Georg.
“Monster SS....termasuk boss......gimana ini...” Gumam Lifana.
“Xenon kun....Ariana chan....tolong.....loh, kemana mereka ?” Tanya Cecil yang menoleh ke belakang.
“Aduh....mereka hilang......” Jawab Edlan.
“Graaaaaaaaaah.......duk...duk...duk...” Hell kong itu keluar dan meraung kencang sambil memukul dada nya sendiri. Di belakang nya ada beberapa hell ape yang mengikuti nya. Sepertinya hell ape yang melarikan diri tadi memanggil hell kong datang. Mendengar raungan dan melihat hell kong yang berdiri di depan mereka, kaki ke empatnya gemetar. Sementara itu, dari balik dinding, Ariana menggunakan skill analyze nya kepada hell kong.
\=================
Level : 620, Rank : SS
\=================
“Harusnya mereka kuat sih...level hell kong nya masih sama.....” Ujar Ariana.
“Kalau mereka bekerja sama bisa menang kok....” Balas Xenon.
“Kita keluar jangan ?” Tanya Ariana.
“Biarkan saja dulu, kalau terdesak baru kita bantu.” Jawab Xenon.
Akhirnya keduanya memutuskan diam dan melihat dari balik dinding. Hell kong masih berdiri dan memperhatikan Georg, Lifana, Cecil dan Edlan di depan nya. Georg menarik nafas panjang dan menggenggam kapaknya, dia memukul wajah nya sendiri dengan tangan sebelah nya. Setelah itu dia menggunakan sihir power enchant kepada dirinya sendiri,
“Hei...apa apaan kamu...” Ujar Lifana di sebelah nya.
“Aku tidak boleh takut.....aku maju....hiyaaaaaaaaa.....”
__ADS_1
Georg maju menyerang hell kong yang masih berdiri tegak di depan nya. Dia langsung melompat dan mengayunkan kapaknya dari atas ke bawah dengan dua tangan, tapi hell kong itu malah menangkap kapaknya,
“Graaaaaaaaaaah.........”
Hell kong meraung kencang di depan wajah Georg yang tergantung di depan nya karena kapak nya di tangkap oleh hell kong.
“Georg.......water ball.....”
Cecil mengacungkan gada nya dan sebuah bola air melesat seperti peluru menghantam wajah hell kong yang langsung melepaskan Georg karena dia langsung memegang wajah nya karena kaget. Begitu terlepas, Georg langsung mengambil kapaknya yang terjatuh dan maju menyerang perut hell kong, walau tidak melukainya tapi dia berhasil membuat hell kong sedikit mundur.
“Ayo maju....” Teriak Georg kepada teman temannya.
Lifina melompat kemudian berlari di dinding melewati hell kong, dia melompat dan hinggap di pundaknya, tangan hell kong berusaha meraihnya, tapi Lifana mengelak dan perhatian hell kong jadi tertuju padanya.
“Fire ball.....wind cutter.....”
Edlan mengeluarkan dua sihir sekaligus, sebuah pisau angin melesat menuju lengan hell kong dan sebuah bola api mengarah ke dadanya. Georg menyingkir supaya tidak terkena sihir Edlan dan menyerang dari samping menggunakan kapak nya. “Blam.” Bola api menghantam dada hell kong yang langsung hangus dan pisau angin nya menggores lengan hell kong sampai terluka.
“Graaaaaaah....”
Hell kong memegangi lengannya yang terluka, Lifina yang masih duduk di pundak nya langsung menghujamkan dua pedang pendek nya ke tengkuk hell kong berkali kali, kemudian dia menggunakan skill shadow strike, tubuhnya menjadi terpecah 3 dan semuanya menyerang tengkuk hell kong.
“Freeze....” Cecil mengacungkan gada nya.
Cecil menembakkan sinar biru nya ke kaki hell kong dan membuatnya beku tidak bergerak. Georg melompat dan mengangkat kapak nya dengan dua tangan,
“Skull splitter...” Teriak nya.
Kapak Georg bersinar menyala berwarna merah dan dia menghantamkan kapak nya ke kepala hell kong. Mata hell kong langsung mendelik ke atas ketika batok kepalanya terkena hantaman skill Georg, kemudian kepalanya terlepas dan Lifana melompat salto kembali ke teman teman nya. Tubuh hell kong yang besar itu jatuh dan menyebabkan getaran yang kencang. Para hell ape yang mengikuti dari belakang langsung lari tunggang langgang melihat boss nya mati,
“Huff...huf....lawan yang berat....” Ujar Lifina.
“Untung kita gerak cepat, jadi dia tidak sempat menyerang sama sekali....” Tambah Edlan.
“Huf....kalau sendirian tidak akan bisa melawan nya....” Tambah Georg.
“Benar....huf...untuk ber empat....” Tambah Cecil.
“Hebat......” Ujar Xenon di belakang mereka.
__ADS_1
Ke empatnya menoleh dan melihat Xenon sedang merangkul Ariana di belakang mereka, ke empatnya langsung protes keras kepada Xenon dan Ariana, tapi setelah di jelaskan alasannya yaitu untuk melatih kerja sama, ke empatnya langsung terdiam dan tertawa senang.