Solram Saga

Solram Saga
Chapter 19


__ADS_3

“Groaaaaaaaaaar.....Groaaaar....” Naga itu meraung dengan kencang.


Ekornya mulai mengibas kemana mana, naga itu maju menyerang. Xenon langsung maju menghadang serangan naga dan bertarung dengan nya. Georg, Cecil, Lifina, Edlan masih saling berpelukan dan tidak bisa bergerak karena sudah sangat ketakutan. Melihat semua teman nya diam saja, Ariana berteriak,


“Hei jangan diam saja....serang dia...”


“Gi..gimana.....di..dia besar....” Ujar Georg gemetar.


Ariana memancing naga dengan memanah nya, perhatian naga teralih kepada Ariana dan mengejar Ariana yang memancing nya keluar kuil meninggalkan Xenon, kemudian Xenon menoleh melihat yang lain,


“Ayo kita keluar.....” Ajak Xenon.


“Uh...ini tempat apa ? kita dimana ?” Tanya Lifina.


“Sudah cepat....nanti ku jelaskan.” Ajak Xenon sekali lagi.


“Ba...baik....” Balas Cecil dan Edlan.


Akhirnya semuanya keluar, mereka melihat Ariana yang sedang menghindari semburan nafas naga dan melompat menghindari sabetan ekor nya.


“Kalian serang saja sebisanya...pokok nya mengenai nya.....” Ujar Xenon yang kemudian berlari maju menghampiri Ariana.


“Aduh....kaki ku tidak berhenti bergetar....” Ujar Cecil.


“Sama.....aku juga tidak bisa bergerak....” Tambag Edlan.


Georg yang melihat Xenon dan Ariana sedang menahan serangan naga dan mengalihkan perhatian nya, menggenggam kapak nya dengan erat, setelah mengumpulkan tekad akhirnya,


“Hiyaaaaaaaaaa....”


Georg berlari maju menyerang dan langsung memukul kaki naga yang ada di depan nya, tapi serangan nya tidak terasa sama sekali bagi naga di depan nya, ekor naga langsung menyabet mengarah padanya, dia menangkis dengan kapaknya tapi terpental dan tercebur ke dalam danau.


“Georg....” Teriak Cecil, Lifana dan Edlan.


Tanpa menunda lagi, Lifana langsung maju menyerang naga, dia melemparkan kedua pedang pendeknya ke arah tubuh naga, ketika kedua pedang pendek nya terpental dia menghilang dan mengambil nya, kemudian menyabetkan kedua pedang nya berkali kali. Cecil menoleh melihat Edlan, akhirnya keduanya mulai menembakkan bola air dan bola api ke tubuh naga. Setelah semua nya sudah menyerang,


“Ok Ayumu....akhiri saja....”


“Sip...”


Xenon langsung melompat, dia memutar tombak nya di udara dan menghujam kepala naga dari atas. Tombaknya menusuk mulut naga sampai menjadi rapat karena tertembus, Ariana langsung memanah leher naga berkali kali sampai berlubang. Naga mengerang dan langsung roboh jatuh ke tanah bersama dengan Xenon yang menginjak kepalanya. Setelah roboh, tubuh naga menghilang menjadi debu cahaya yang menghilang di udara. Beberapa barang seperti pisau, kulit naga, daging naga dan kristal naga jatuh. Xenon mengambil nya dan memasukkan nya ke dalam item box. Setelah itu, Cecil, Edlan dan Lifana menolong Georg yang terpental ke dalam danau. Selagi semuanya menolong Georg, Ariana menggunakan analyze kepada teman teman nya,

__ADS_1


\==================


Nama         : Cecil.


Level          : 370 / 999


Stats rank  : S+


Skill             : Healing water, water enchantment, water ball, water wall, tsunami, freeze


\==================


Nama         : Georg.


Level          : 340 / 999


Stats rank  : S+


Skill             : Axe bash, power enchant, throw axe, skull splitter.


\==================


Level          : 390 / 999


Stats rank  : S+


Skill             : Stealth, disarm trap, backstab, flash step, shadow strike.


\==================


Nama         : Edlan.


Level           : 420 / 999


Stats rank : SS


Skill             : Fire ball, fire storm, wind cutter, wind shield, dual elemental blast, flare blast.


\==================


“Mereka sudah naik level, rasanya cukup sih kalau untuk mengalahkan grup para senpai itu...” Ujar Ariana dengan ceria.

__ADS_1


“Iya, gimana ? ajak mereka pulang atau latihan sedikit lagi di atas ?” Tanya Xenon.


“Sekarang pulang dulu, besok seharian kita ajak mereka ke atas....” Jawab Ariana.


“Nah benar juga....nanti akademi malah curiga...” Tambah Xenon.


Akhirnya keduanya menghampiri Cecil, Edlan dan Lifana yang masih bersusah payah menolong Georg yang ternyata makin ketengah. Setelah berhasil menyelamatkan Georg, semuanya protes kepada Xenon dan Ariana, mereka minta penjelasan. Akhirnya Xenon dan Ariana memberitahu mereka, tapi keduanya minta teman teman nya berjanji tidak membocorkan soal ini kepada orang lain, termasuk orang terdekat mereka. Cecil, Georg, Edlan dan Lifana berjanji tidak akan memberitahu siapapun soal dungeon juga jati diri Xenon dan Ariana.


“Aku kok merasa aku lebih kuat....” Ujar Lifana sambil melihat tangannya.


“Kalian sudah bertambah kuat....dalam beberapa hari ke depan kita berlatih di sini, kalian sudah pasti melebihi para senpai itu.” Ujar Xenon.


“Be..benarkah ?” Tanya Georg.


“Yap benar....sekarang tidak akan ada lagi yang meledek kamu lemah...” Jawab Xenon.


“Terima kasih Xenon kun.....tapi jujur saja, naga barusan itu sangat mengerikan....” Balas Georg.


“Hehe wajar, dia boss lantai terdalam di dungeon ini, rank SS....” Ujar Ariana.


“Apa ? naga barusan ? aku tidak percaya, kita berhasil mengalahkan nya....aku tidak mimpi kan.” Ujar Cecil sambil mencubit pipinya sendiri.


“Benar, biasanya harus 2 kompi pasukan baru bisa mengalahkan monster rank SS......kalian luar biasa Xenon kun, Ariana san...benar benar aku beruntung bisa kenal kalian.” Tambah Edlan.


“Luar biasa....benar benar luar biasa.....terima kasih Xenon kun, Ariana chan....” Tambah Lifana.


“Sudahlah, ayo kita makan dulu lalu pulang, sayang kalau tidak di habiskan daging naga ini....” Ajak Xenon.


Mereka berjalan menuju bangunan kecil di sebelah kuil, Xenon memetik beberapa sayur dan rempah yang dia tanam untuk membumbui daging naga yang baru saja di depat nya. Cecil, Georg, Lifana dan Edlan terus menerus mengajukan banyak pertanyaan kepada Xenon dan Ariana yang dengan sabar menjawab nya satu persatu. Tapi Xenon dan Ariana tidak menceritakan soal reinkarnasi dan sudah berada di dalam dungeon itu selama 1000 tahun, mereka hanya bilang kalau mereka tersadar di dalam dungeon dan kehilangan ingatan. Setelah masakan nya matang, ke enam nya makan bersama di depan bangunan.


“Wah enak......” Teriak Lifana.


“Pelan pelan makannya kelinci liar....” Ledek Edlan.


“Diam elf gadungan....” Balas Lifana.


“Tapi memang daging ini enak sekali, aku baru pernah makan daging seperti ini...” Ujar Cecil.


“Sama aku juga baru pertama kali....benar benar enak...” Tambah Georg.


Xenon dan Ariana senang melihat teman temannya ceria dan bersemangat kembali sambil menikmati makanan mereka. Setelah itu, mereka kembali masuk ke dalam gerbang untuk pulang ke akademi dan kembali ke kelas mereka. Ketika sampai ke kelas, mereka ternyata yang kembali paling terakhir dan kena hukuman dari Portemis sensei. Walau begitu, wajah Cecil, Georg, Lifana dan Edlan terlihat cerah dan ceria tidak seperti sebelum nya saat mulai pembagian party. Karena hari ini adalah hari pertama masuk ke akademi, mereka yang sudah dapat party boleh pulang kembali ke rumah. Xenon dan Ariana keluar dari kelas, mereka berjalan bersama Cecil, Georg, Lifana dan Edlan keluar dari akademi untuk pulang ke rumah masing masing.

__ADS_1


__ADS_2