
Sepanjang perjalanan, Valia menunduk sedangkan Lynx terus merangkul nya, Xenon dan Ariana yang duduk di depan nya merasa maklum atas kesedihan yang di alami oleh Valia. Perjalanan malam terasa lebih cepat ketimbang perjalanan pada waktu siang hari walau sedikit lebih berbahaya. Jarak dari kota pendidikan Fertus menuju ibukota kalau menggunakan kereta adalah dua hari perjalanan. Tiba tiba kereta berhenti, seorang pengawal yang pergi bersama mereka dengan mengendarai kuda mengetuk jendela kereta. Xenon membuka jendelanya,
“Lapor yang mulia, sepertinya di depan kita ada pedagang yang kereta kudanya bermasalah, kereta nya menghalangi jalan kita dan membuat kita tidak bisa lewat.....bagaimana yang mulia ? apa perlu kita tolong ?” Tanya pengawal itu.
“Aku saja yang turun, Ariana tolong jaga Valia sama dan Lynx san...malam malam begini ada yang masih berkeliaran....mencurigakan, pasti ada yang tidak beres.” Jawab Xenon.
“Baik, hati hati Xenon....” Balas Ariana.
Xenon menoleh melihat ke arah Valia yang masih di peluk oleh Lynx. Valia menoleh kemudian mengangguk menjawab Xenon. Langsung saja Xenon turun dan bersama pengawal dia menghampiri kereta kuda pedagang yang menghalangi jalan. Xenon sedikit merasa aneh, karena dia melihat beberapa kerangkeng kosong di atas kereta pedagang itu. Keduanya melihat ada beberapa orang yang berada di kereta seperti sedang menunggu sesuatu dan bersenjata lengkap.
“Xenon sama, sepertinya kereta ini milik pedagang budak...” Bisik pengawal.
“Hmm...kita waspada saja....ada kemungkinan mereka sengaja menghalangi jalan kita.” Balas Xenon.
Melihat Xenon dan seorang pengawal menghampiri kereta, pedagang bertubuh gemuk yang memakai banyak sekali perhiasan, menyambut Xenon dan pengawal bersama dengan beberapa orang yang sepertinya prajurit bayaran berwajah bengis.
“Maaf kan saya tuan, kereta saya menghalangi jalan, tiba tiba saja rodanya patah dan orang yang memanggil pertolongan belum kembali sampai malam ini.” Ujar pedagang gemuk itu.
“Kalau begitu, singkirkan kereta mu ke pinggir, kita sedang buru buru....” Ujar pengawal di sebelah Xenon.
“Tidak bisa tuan, roda sebelah nya terperosok lumpur dan kita tidak memiliki kuda untuk menarik nya, mungkin anda bisa membantu menarik kereta saya keluar menggunakan kuda milik anda ?” Tanya pedagang.
Tanpa basa basi, Xenon berjalan menuju kereta yang terperosok dan rodanya patah sebelah. Dia memegang ujung kereta dan mengangkat kereta menggunakan lengan palsu nya, kemudian memindahkan ke samping jalan supaya tidak menghalangi jalan. Melihat Xenon dengan mudah memindahkan kereta, pedagang itu terkesiap, wajahnya langsung berubah menjadi panik. Xenon berbalik dan menemuinya sambil membersihkan tangan nya dengan menepuk nepuk nya.
“Sudah kan, tolong kalian semua minggir, sebab kita mau lewat...” Ujar Xenon.
“Tu..tunggu tuan.....bisa tuan menolong kami ? ijinkan kami ikut bersama tuan...” Ujar pedagang itu untuk menahan Xenon.
“Hah...sudah di bilang kan, kita sedang buru buru, maaf tapi tunggu saja orang yang pergi mencari bantuan.” Ujar Xenon.
Tiba tiba seorang pria besar bertelanjang dada dan memakai bandana, mendorong pedagang yang berdiri di depan Xenon. Dia langsung berhadapan dengan Xenon yang terlihat lebih pendek dari nya,
“Sepertinya kamu sudah tahu niat kita ya, kami akan ambil kereta kuda itu berserta isinya....” Pria itu menjentikkan jarinya.
Ternyata dari balik semak semak, batu dan rerumputan sekitar 20 orang yang bersembunyi keluar, mereka langsung mengepung kereta dan berusaha membukanya. Xenon yang melihat nya hanya tersenyum, dia lalu berbisik kepada pengawal,
“Kamu tunggu di sini dan jangan bergerak...” Ujar Xenon.
__ADS_1
“Tapi Xenon sama, keselamatan yang ada di dalam kereta....”
“Tenang saja, ada Ariana di sana....kita urus yang di sini.” Balas Xenon.
“Hei, apa maksudnya bisik bisik di depan ku.....hoi tangkap mereka....” Pria besar itu memerintahkan anak buahnya yang berada di kereta untuk menangkap Xenon dan pengawal di sebelah nya.
Xenon menarik nafasnya, dadanya menjadi sedikit mengembang dan pipinya menggembung,
“Haaaaah.....”
Xenon menghembuskan skill dragon breathnya, pria di depan nya langsung hangus menjadi debu berserta anak buah di belakang nya. Pedagang itu selamat karena dia bersembunyi di bawah kereta yang tidak terkena hembusan skill Xenon. Ketika dia menoleh melihat ke arah kereta, terlihat ke 20 orang yang mengepung nya sudah terkapar di tanah dengan panah berbentuk ular naga panjang menancap di tubuh mereka dan terbakar. Xenon langsung menghampiri pedagang gemuk yang masih terlungkup di bawah kereta, dia jongkok kemudian menarik pedagang itu keluar dan mengangkatnya di depan wajah nya.
“Siapa yang menyuruh mu ?” Tanya Xenon.
“Ugh....maafkan aku tuan, aku hanyalah pedagang budak yang rendah hati, aku hanya di manfaatkan oleh para bandit tadi....” Ujar pedagang itu.
“Hmmm.....baiklah kalau tidak mau mengatakan yang sejujurnya.....” Xenon menaikkan tangan nya.
Tiba tiba wajah pedagang itu tersenyum dengan bengis, dia menggigit seuatu di dalam mulutnya,
Xenon melepaskan pedagang itu dan sedikit mundur ke belakang. Tubuh pedagang itu mengembang sampai merobek seluruh pakaian nya, dia menjadi lebih besar daripada Xenon dan terlihat sangat kekar, warna kulitnya menjadi biru dan seluruh urat di tubuhnya keluar malang melintang di otot nya yang kekar.
“Hati hati Xenon....dia undead...” Teriak Ariana yang menghampiri Xenon.
“Pengawal mundur dan jaga kereta...” Xenon menoleh dan menyuruh pengawal.
Wajah pedagang itu menjadi rata, tapi perutnya yang buncit terbuka membentuk mulut, raut wajah nya muncul di atas mulut yang berada di perutnya.
“Hehehehe......” Perutnya tertawa dengan suara yang mengerikan.
“Hmmm.....bisa di cek Rui ?” Tanya Xenon.
Ariana langsung menggunakan skill analyze nya untuk melihat status pedagang yang sudah berubah di depan nya,
\=================
Monster : Glutton Corpse.
__ADS_1
Level : 540, Rank : S+
\=================
“Dia sudah menjelma menjadi monster....” Ujar Ariana.
“Baiklah, aku maju......” Ujar Xenon sambil maju ke depan.
Tanpa menunda lagi, dia mengambil tombak dari item box nya dan menyabetkan nya ke arah monster di depan nya. Glutton menangkisnya dengan lengan, tapi lengan nya terputus dan tombak Xenon menghantam pinggang nya.
“Hehehehe.....” Wajah di perut kembali tertawa.
Lengan glutton yang terputus tumbuh lagi dalam sekejap dan luka di pinggang nya yang terkoyak menutup kembali seperti tidak pernah terkena apa apa. Xenon kembali menusukkan dan menyabetkan tombak nya dengan kecepatan tinggi, tapi hasil nya sama seperti sebelum nya. Setelah itu dia melompat ke sebelah Ariana,
“Repot juga nih, dimana kelemahan nya, aku sudah mengoyak tubuh nya berkali kali dan memutuskan lengan juga kakinya berkali kali, tapi dia kembali sembuh seperti sedia kala dengan cepat.” Ujar Xenon.
“Serahkan pada ku............” Balas Ariana.
Ariana menaruh busurnya di item box, kemudin dia mengangkat tangan nya dan memejamkan mata. Melihat sepertinya Ariana akan berbuat sesuatu, glutton berlari maju untuk menyerang, Xenon menahan serangan glutton dan mereka bertarung dengan kecepatan tinggi,
“Minggir Ayumu....” Teriak Ariana.
Xenon bersalto mundur ke sebelah Ariana, ketika glutton berbalik dan berlari maju menyerang,
“Holy smite....” Teriak Ariana.
Langit malam terbuka, seberkas sinar keluar dari langit dan menyoroti glutton yang sedang berlari maju. Glutton terdiam dan menutup wajah nya yang ada di perut dengan tangan karena silau, tiba tiba sebuah palu seperti godam besar jatuh dari langit dan menghantam glutton di bawahnya. Ketika palu itu mengenai tubuh glutton, cahaya terang yang sangat menyilaukan muncul, Xenon menutup wajahnya dengan lengan nya karena terlalu silau. Setelah cahaya menghilang, glutton sudah tidak ada di depan mereka seperti ikut menghilang bersama dengan cahaya.
“Um...sudah berhasil ?” Tanya Xenon.
“Sudah.....dia sudah hilang....” Jawab Ariana.
“Hmm...kok rasanya kurang puas ya....” Balas Xenon.
“Dasar....sudah, ayo kita kembali ke kereta...” Balas Ariana.
Keduanya berbalik dan berjalan menuju kereta yang sudah maju mendekati mereka. Setelah keduanya naik ke dalam kereta, kusir kereta memacu kudanya dengan kencang untuk melanjutkan perjalanan.
__ADS_1