
Xenon berlari maju menyambut para orc yang terus berlari maju bersama dengan Georg. Xenon memutar tombaknya dan melompat, dia mendarat di tengah tengah gerombolan orc dan “Boom.” Gerombolan orc itu langsung tercerai berai tidak bergerombol lagi. Georg yang berlari di belakang Xenon, menyabetkan kapak nya membelah beberapa orc yang terpencar ke arah nya. Lifina maju dan menyelinap ke belakang salah satu orc, kemudian memenggal kepalanya dari belakang, Ariana langsung memanah beberapa orc yang berlari ke arah nya, Edlan melontarkan sihir wind cutter nya karena di dalam hutan tidak boleh menggunakan sihir api dan membunuh beberapa orc, begitu juga dengan Cecil yang menggunakan sihir freeze untuk menghentikan langkah orc dengan membekukan nya, kemudian menyerang dengan ice lance. Dalam sekejap, gerombolan orc itu berhasil di binasakan, kemudian mereka menyembelih para orc itu dan mengambil daging nya,
“Hmmm katanya tidak ada monster seperti ini.....” Ujar Cecil sambil menyembelih orc di depan nya.
“Aneh, menurut keterangan di kertas katanya orc dan lainnya berada di sisi lain sungai dan lagi ini bukan orc biasa....tapi black orc, monster rank C....” Ujar Edlan.
“Ada yang salah mungkin....ugh aku malas menyembelih seperti ini.” Balas Lifina sambil terus menyembelih.
“Sekarang yang penting kita selesaikan dulu tugas kita....” Ujar Xenon.
“Um...sepertinya para sensei sedang berlari ke sini deh....” Balas Georg sambil menunjuk ke jalan setapak.
Xenon dan Ariana menoleh, mereka melihat Portemis dan sensei sensei lainnya sedang berlarian menuju ke arah mereka.
“Kalian tidak apa apa ?” Tanya Portemis yang baru sampai dan terengah engah.
“Tidak apa apa sensei, kami sedang menyembelih para orc ini....” Jawab Ariana.
Seorang sensei jongkok dan memeriksa bangkai salah satu orc, dia mengamati dengan serius tubuh orc itu.
“Mereka dari sebrang sungai, aku yakin itu, tapi kalau mereka ada di sini berarti ada yang mengusir mereka dari sebrang sungai....” Ujar sensei yang memeriksa nya.
“Hmm....kita harus beritahu pimpinan, untuk sementara kelas ini di bubarkan dulu, semua harus kembali.....Xenon kun, boleh aku minta tolong ?” Tanya Portemis.
“Apa sensei ?” Tanya Xenon.
“Bisa kalian selidiki ke sisi sebrang sungai apa yang terjadi di sana....sebab yang di serang oleh orc bukan hanya kalian, di sisi sebelah sana, beberapa kelompok juga bilang mereka di serang oleh laba laba raksasa, kobold dan hobgoblin. Semua monster itu harusnya ada di sebrang sungai.” Balas Portemis.
“Hmm...baiklah sensei....” Balas Xenon.
Setelah itu, para sensei kembali ke perkemahan dan meminta seluruh peserta pelatihan membereskan perkemahan mereka kemudian kembali ke akademi. Setelah Xenon, Ariana, Cecil, Georg, Lifana dan Edlan kembali untuk membereskan perkemahan, mereka masuk kembali ke dalam hutan tapi mengambil sisi sebelah kanan untuk langsung menuju ke tepi sungai. Ketika sudah mendekati sisi sungai, mereka mendengar suara suara dari tepi sungai, Xenon dan kelompoknya mengintip dari semak semak, mereka melihat banyak sekali monster monster beraneka ragam berkeliaran di tepi sungai, mereka juga melihat beberapa monster besar seperti ular cobra panjang yang bernama titan cobra dan monster seperti dinosaurus besar bernama giant rock lizard berkeliaran di tepi sungai.
__ADS_1
“Ini....sepertinya berbahaya....” Ujar Georg.
“Benar, kalau sampai gerombolan monster ini menyerang akademi....bisa gawat.” Tambah Cecil.
“Kita harus kembali memberitahu para sensei....” Tambah Lifana.
“Gimana Xenon kun ?” Tanya Edlan.
Xenon dan Ariana melihat satu sama lain, kemudian mereka menoleh melihat teman teman nya,
“Kalian berempat kembali dulu....di sini biar kita berdua yang menangani nya.” Ujar Xenon.
“Eh....” Balas ke empat teman nya.
“Tenang saja, kami tidak akan kenapa napa...” Tambah Ariana.
“Um...bukan itu, tapi kami ingin membantu.” Balas Georg.
“Benar, jadi serahkan saja yang di sini pada kami, lihat, yang berkeliaran di sini sampai monster rank A....berarti di sebrang sungai ada monster yang jauh lebih kuat dari mereka kan...” Tambah Ariana.
Ke empatnya langsung terdiam, kemudian mereka mengangguk kepada Xenon dan Ariana, mereka mengerti, sebab kalau mereka ikut dan ternyata bertemu dengan sesuatu yang di luar kemampuan mereka, mereka hanya akan menjadi beban bagi Xenon dan Ariana.
“Baiklah, kami mengerti, tapi tolong kalian jangan memaksakan diri...” Ujar Georg.
“Sip, tenang saja...kalian tau kami kan hehe.” Balas Ariana.
“Iya, kami pergi dulu ya....” Balas Cecil.
Ke empatnya berdiri, setelah pamit, mereka langsung berlari kembali menuju tempat perkemahan dan memberitahu sensei yang masih berjaga di sana. Setelah teman teman nya pergi,
“Rui, kamu atasi sebelah kiri dan aku sebelah kanan, langsung saja habisi saja semuanya.” Ujar Xenon.
__ADS_1
“Baiklah, ayo kita keluar....” Balas Ariana.
Keduany keluar dari semak semak, Xenon langsung menghadap ke sebelah kanan dan Ariana ke sebelah kiri. Melihat keduanya keluar, seluruh monster yang berada di tepi sungai dan sangat banyak itu, langsung berlari menyerang ke arah mereka. Xenon mengangkat tombaknya di dada mengarah ke atas dengan dua tangan nya, sedangkan Ariana menarik busur nya dan melintangkannya di depan wajah nya, keduanya terpejam, ketika suara langkah kaki monster monster yang menggetarkan tanah mendekat,
“Dark burst.....”
Dari ujung tombak Xenon keluar ribuan sinar seperti jarum yang langsung mengarah ke atas kemudian jatuh kepada ratusan monster yang mendekat dari sebelah kanan dan menghujani nya. Ariana mengarahkan busurnya ke arah ratusan monster yang mendekat dari sebelah kiri.
“Holy ray...”
Ariana melepaskan sebuah sinar panjang putih besar yang langsung menelan seluruh monster yang mendekat dari sebelah kiri. Dalam sekejap, ratusan monster yang berkumpul di tepi sungai itu musnah dan tidak ada satupun yang tersisa. Setelah memastikan semua monster sudah binasa, keduanya sadar kalau hutan di sekitarnya menjadi gundul.
“Um....kita merusak hutan Ayumu.....” Ujar Ariana.
“Mau bagaimana lagi, kalau melawan mereka satu satu kan cape....” Balas Xenon.
“Iya sih....” Balas Ariana.
“Ayo kita ke sebrang Rui....” Balas Xenon.
Xenon langsung menggandeng tangan Ariana dan melompat melewati sungai, kemudian mereka berlari masuk ke dalam hutan di sebrang sungai. Setelah berjalan cukup jauh menyebrang sungai dan menerobos hutan, mereka melihat sekelompok orang yang memakai jubah panjang sampai menutup kaki nya lengkap dengan kerudung berwarna hitam. Mereka sedang berdiri melingkari sebuah lingkaran sihir besar di tanah yang menyala. Terdengar suara mantra yang di bacakan serempak oleh kelompok itu, seperti nya mereka sedang berdoa dengan menjulurkan telapak tangan ke lingkaran sihir di depan nya,
“Hmm mereka siapa ?” Tanya Ariana.
“Tidak tahu, sepertinya mereka sedang melakukan semacam ritual ya....” Jawab Xenon.
Tiba tiba tanah bergetar hebat, pembacaan mantra di depan mereka semakin kencang di iringi suara gemuruh.
“Hati hati Rui....” Xenon langsung merangkul Ariana di sebelah nya.
“Ayumu....lihat....” Ariana menunjuk ke arah sekelompok orang di depan nya.
__ADS_1
Seekor monster raksasa berkepala banteng yang bertubuh seperti manusia keluar dari dalam lingkaran sihir. Monster itu membawa sebuah kapak besar dan memakai pakaian pelindung lengkap. “Graaaaaaaooooh....” Monster itu meraung kencang, Xenon dan Ariana bersiap dari balik semak semak.