
Di kelas, Xenon dan Ariana di sambut oleh teman teman sekelasnya, mereka semua lega melihat Xenon dan Ariana baik baik saja, sebab semua teman sekelas menyangka mereka pergi di bawa oleh demon dan kemudian mengalahkannya, seperti yang di katakan kepala akademi petualang dan kepala akademi keseluruhan, yaitu Marlon. Yang tahu hal sebenarnya hanyalah Cecil, Georg, Lifana dan Edlan di tambah kepala akademi petualang yaitu Rafalna.
Hari ini, di adakan latihan berburu monster dan bertahan hidup selama 2 hari di hutan yang terletak di belakang kota dan bisa keluar dari pintu belakang komplek akademi. Portemis sensei mengatakan kalau semuanya harus kumpul di pintu belakang komplek akademi yang langung mengarah ke hutan 1 jam lagi setelah melakukan persiapan untuk berkemah dan berburu. Mereka akan masuk ke dalam hutan per kelompok sampai batas yang sudah di tentukan,
“Wah melawan monster sungguhan ya.....” Ujar Cecil.
“Ah jangan pura pura takut ah, kita sudah menghadapi yang jauh lebih seram kan...” Balas Lifina.
“Hehehe benar....” Balas Cecil.
Ketika Potemis sensei keluar dari kelas untuk bersiap siap, seluruh teman sekelas mengerubungi Georg dan mengajak Georg ikut kelompok mereka.
“Wow...Georg jadi populer....” Ujar Xenon.
“Wajar saja, dia menghadapi demon dan masih hidup walau kalah....” Balas Edlan.
“Oh benar juga ya...syukurlah, sekarang dia sudah tidak di jauhi dan di hina lagi....” Ujar Ariana.
“Iya benar, aku juga jadi ikut senang....” Tambah Xenon.
“Tapi tidak bisa, Georg sudah masuk kelompok kita....” Balas Lifina yang langsung menghampiri kerumunan yang sedang mengerumuni Georg.
“Hehe benar tuh....biarkan saja Lifina chan yang menarik nya....” Tambah Cecil.
“Kita harus bersiap siap, aku mau melihat toko senjata di akademi....” Ujar Edlan.
“Aku ikut....” Ujar Cecil.
Keduanya berdiri dan keluar dari kelas, di dalam komplek akademi, ada toko senjata dan toko keperluan seperti potion atau lainnya, yang khusus di sediakan dan di kelola oleh akademi untuk siswa akademi, selain itu, ada juga toko penempa senjata dan apotek yang merupakan kegiatan club siswa siswa akademi. Lifina menarik Georg keluar untuk menyusul Edlan dan Cecil yang sudah pergi terlebih dahulu. Xenon dan Ariana berdiri, mereka menuju ke gerbang di belakang komplek akademi karena mereka tidak butuh persiapan.
*****
__ADS_1
1 jam kemudian, seluruh teman sekelas sudah berkumpul di depan pintu gerbang, semuanya langsung berkumpul berdasarkan kelompok masing masing dan berbaris. Xenon, Ariana, Cecil, Georg, Lifana dan Edlan berbaris di paling belakang. Portemis sensei dan beberapa sensei lain maju ke depan.
“Sekarang kita akan mulai pelatihan berburu dan bertahan hidup di hutan selama 2 hari. Aturan pertama, batas yang boleh di masuki hanya sampai sungai, sangat di larang keras untuk menyebrang sungai karena di dalam hutan yang berada di sebrang sungai banyak terdapat monster yang kuat. Aturan kedua, berkemah di tempat yang sudah di sediakan dan di awasi oleh para sensei, jangan mencari tempat sendiri apalagi sampai jauh dari tempat tujuan. Aturan ketiga, di larang saling berkelahi apalagi sampai bertarung satu sama lain, kalau memang ada masalah selesaikan baik baik, pakai kekuatan kalian untuk melawan monster monster. Aturan keempat, tunjukkan hasil bukti hasil monster buruan kalian di tempat sensei yang bertugas di perkemahan. Baiklah, ada pertanyaan ?” Portemis memberikan pengarahan singkat.
“Tidak ada sensei....” Balas seluruh peserta.
“Baiklah, kelompok pertama silahkan berangkat, mulai dari sebelah kiri.....” Ujar Portemis.
Kelompok yang berbaris di paling kiri pun mulai masuk ke dalam, di susul oleh kelompok kedua dan seterusnya. Xenon, Ariana, Georg, Cecil, Edlan dan Lifana masuk paling belakang, ketika mereka sudah mau memasuki hutan, Portemis sensei memegang pundak Xenon,
“Xenon kun....titip teman teman sekelas ya.....kalau ada apa apa, tolong di atasi...” Ujar Portemis sambil berbisik.
“Baik sensei....” Jawab Xenon.
Xenon, Ariana dan lainnya masuk ke dalam hutan, Cecil membuka lembaran tugasnya, di sana tertulis monster monster apa saja yang ada di sisi sebelah dalam sungai. Dia membacakan monster apa saja yang ada di dalam, tidak ada monster yang berjenis humanoid seperti goblin, orc dan lainnya, tapi monster buas bernama dire wolf, red grizzly dan saber tiger. Selain berburu, mereka juga di beri tugas untuk memetik dan mengambil tanaman tanaman yang berguna untuk meracik obat.
“Huh tidak masalah kan, kita sudah melawan yang jauh lebih seram....” Ujar Lifana ketika membacanya.
“Tetap kita harus waspada, jangan lengah...” Balas Xenon.
“Iya, kalau darurat kita bisa lari ke dungeon, benar tidak Ariana chan ?” Tanya Cecil.
“Wah tidak boleh, lagipula ku rasa tidak akan ada bahaya.....” Jawab Ariana.
“Semoga tidak terjadi apa apa....” Tambah Georg.
Ke enam nya terus berjalan sampai akhirnya mereka menemukan sebuah tempat terbuka di dalam hutan yang akan di gunakan sebagai tempat perkemahan. Kelompok kelompok sebelum mereka sudah mendirikan kemah kemah untuk kelompok mereka masing masing dan menyebar masuk lebih dalam ke dalam hutan. Di tengah juga ada sebuah tenda yang cukup besar untuk para sensei yang mengawasi jalan nya pelatihan dan menaruh hasil buruan. Xenon, Ariana dan lainnya kemudian mendirikan tenda mereka, setelah itu, mereka berjalan masuk ke dalam hutan untuk mulai menjalankan tugas mereka. Setelah masuk jauh ke dalam hutan,
“Apa ini.....aaaaaaaah.....” Teriak seorang siswa.
“Kok ada monster ini di sini ? aaaaaah....tolooong.” Teriak seorang siswi.
__ADS_1
Mendengar suara teriakan di dekat mereka, Xenon, Ariana, Cecil, Georg, Edlan berlari mendekati nya. Lifana yang memiliki gerakan lebih lincah, melompat ke atas pohon dan melompati pohon demi pohon dengan cepat ke arah datang nya teriakan. Setelah sampai, Lifana mengintip dari atas pohon dan melihat satu kelompok teman sekelas sedang berlari ke arah Xenon dan teman teman yang lain, di belakang mereka segerombolan orc berkulit hitam yang berjumlah sepuluh ekoar sedang mengejar mereka sambil mengacungkan senjatanya.
“Eh....kok ada Orc itu.....” Gumam Lifana.
Dia langsung berbalik dan dengan cepat melompati pohon pohon mendahului teman teman sekelas yang berlari di bawah. Lifina bersalto dan mendarat persis di depan Xenon yang sedang berlari maju mendekat.
“Hufff.....ada orc di sini....dan bukan orc sembarangan, black orc.” Ujar Lifina.
“Hooo...jadi teriakan itu karena mereka melihat monster itu.” Ujar Xenon.
“Iya dan sekarng mereka di kejar....” Ujar Lifina.
“Lihat, mereka datang....” Ujar Georg.
“Lari.....lariiii.....” Teriak seorang teman sekelas dengan wajah ketakutan.
Kelompok yang di kejar berlari melewati Xenon, Ariana, Cecil, Georg, Lifina dan Edlan menuju arah perkemahan. Di belakang mereka terdengar gemuruh makhluk besar berlari, ternyata segerombolan orc sedang berlari mengejar kelompok yang melewati mereka. Ariana langsung menggunakan skill analyze nya ke salah satu orc yang mendekati mereka.
\=================
Monster : Black Orc
Level : 180, Rank : C
\=================
“Hmm....lemah, tapi repot juga kalau sebanyak itu..” Ujar Ariana.
“Baiklah, kita hadang mereka di sini......” Balas Xenon yang mengambil tombaknya dari tas dimensi nya.
Ariana dan lainnya langsung mencabut senjata mereka dan berdiri menghadang gerombolan orc yang berlarian ke arah mereka.
__ADS_1