
Setelah itu, mereka masuk ke dalam auditorium untuk mengikuti orientasi tahun ajaran baru. Rafalna berpidato untuk membuka tahun ajaran baru dan menjelaskan peraturan juga ketentuan akademi. Sejam kemudian, mereka mulai masuk ke dalam kelas mereka. Seorang sensei laki laki dari ras manusai yang mengenakan jersey ketat karena tubuh nya yang besar dan kekar, masuk ke kelas mereka.
“Selamat datang semuanya, namaku Portemis, aku adalah wali kelas kalian, untuk kegiatan pertama kita, silahkan semuanya memperkenalkan diri.” Ujar Portemis sensei.
Akhirnya satu persatu memperkenalkan diri dengan berdiri di tempat duduk mereka. Setelah semua kebagian,
“Nah sekarang bentuk party kalian, di akademi petualang ini, teman satu party kalian yang akan bersama kalian sampai kalian lulus dan bekerja di luar....kita tentukan dari sekarang, berkenalan lah lebih lanjut dengan teman teman kalian, saya beri waktu satu jam.....karena kelas ini ada 54 orang, bentuklah menjadi 9 party, satu party berisi 6 orang....” Ujar Portemis.
“Baik sensei....” Teriak semuanya.
Semuanya langsung berdiri dan mencari teman untuk bergabung dengan party (kelompok) mereka. Tentu saja, semua langsung menghampiri Xenon dan Ariana yang duduk dengan santai. Pertanyaan demi pertanyaan di ajukan kepada Xenon dan Ariana yang menjawab dengan sebisanya saja. Tiba tiba Rafalna masuk ke dalam kelas dan memanggil keduanya kemudian menunggu di luar. Xenon dan Ariana pamit kepada teman teman yang mengerubungi nya, mereka keluar menemui Rafalna. Di luar,
“Kalian pakai ini.....” Ujar Rafalna sambil memberikan dua buah tas pinggang kepada Xenon dan Ariana.
“Apa ini sensei ?” Tanya Xenon.
“Tas dimensi, fungsinya sama seperti item box kalian, di dalam sudah ada senjata biasa untuk kalian pakai selama di akademi, jadi kalian jangan mengeluarkan senjata yang di berikan Gretude kemarin dan senjata dari dewi yang kalian punya.” Ujar Rafalna.
“Oh baiklah sensei...terima kasih...” Balas Ariana.
Setelah itu, keduanya kembali masuk ke dalam dan langsung di kerubungi oleh para teman sekelas. Xenon dan Ariana melihat Cecil, Georg, Lifana dan Edlan duduk terpisah dan diam saja, akhirnya Xenon dan Ariana menghampiri Cecil dan Georg yang duduk bersebelahan,
“Kalian bersama kami saja....” Ajak Xenon.
“Eh...bolehkah ?” Tanya Georg.
“Tentu saja..boleh, tidak ada masalah...” Jawab Ariana.
“Um...terima kasih ya....tapi.....” Balas Cecil menunduk.
“Anooo Xenon san, Ariana san.....jangan ajak mereka, keduanya bermasalah...” Ujar seorang siswa.
“Oh kenapa ?” Tanya Xenon berbalik.
Kemudian teman sekelas yang lain menarik Xenon dan Ariana, mereka berbisik menceritakan kalau Georg bersenjatakan kapak dan perisai, tapi dia lemah dan tidak bisa sihir jadi akan menjadi beban untuk Xenon dan Ariana kalau di ajak, begitu juga dengan Cecil yang hanya bisa menyembuhkan luka dan tidak bisa bertarung, kemudian selain Cecil dan Georg, teman sekelas juga menganjurkan jangan mengajak Edlan karena dia tidak bisa mengontrol sihirnya dan Lifana yang terlalu liar. Ke empatnya sudah seperti itu ketika masih di kelas pemula menurut teman teman sekelas. Mendengar perkataan teman teman sekelas nya, Xenon meminta Ariana menggunakan analyze pada Cecil, Georg, Lifana dan Edlan, ternyata hasilnya,
\==================
Nama : Cecil.
Level : 150 / 999
Stats rank : A
Skill : Healing water, water enchantment, water ball, water wall, tsunami.
\==================
Nama : Georg.
__ADS_1
Level : 120 / 999
Stats rank : A
Skill : Axe bash, power enchant, throw axe.
\==================
Nama : Lifana.
Level : 170 / 999
Stats rank : A+
Skill : Stealth, disarm trap, backstab, flash step.
\==================
Nama : Edlan.
Level : 200 / 999
Stats rank : S
Skill : Fire ball, fire storm, wind cutter, wind shield, dual elemental blast.
\==================
“Ok kalian bergabung bersama kami hehe...” Ujar Xenon.
“Terima kasih Xenon kun....” Ujar Georg sambil menangis.
“Aku senang sekali di ajak kalian....terima kasih.....” Balas Cecil yang juga menunduk.
Kemudian Xenon dan Ariana menghampiri Edlan kemudian mengajak nya, Edlan sedikit kaget ketika di ajak,
“Um...kalian yakin mau mengajak ku ?” Tanya Edlan.
“Yakin...selamat bergabung Edlan kun...” Jawab Xenon sambil menjulurkan lengan nya.
“Baiklah....aku akan berusaha sekuat tenaga untuk tidak mengecewakan kalian.” Balas Edlan sambil bersalaman dengan Xenon.
Setelah itu, Xenon dan Ariana menghampiri Lifana yang duduk di dekat jendela, mereka langsung duduk di sebelah nya.
“Lifana san, mau kan bergabung dengan kami ?” Tanya Ariana.
“Eh.....aku ? kalian mengajak aku ?” Tanya Lifana bingung.
“Iya, kamu Lifana san....mau tidak ?” Tanya Ariana lagi.
__ADS_1
“Um....tapi kalian sudah dengar tentang aku kan.....yakin kalian mau mengajak aku, aku tidak bisa di kontrol loh....” Ujar Lifana.
“Tidak masalah kan....kamu silahkan saja mau berbuat apa, yang penting tidak merugikan kelompok....benar kan.” Ujar Xenon kepada Ariana.
“Yap benar, gimana Lifana san ?” Tanya Ariana lagi.
“Um....baiklah......terima kasih.....” Jawab Lifana.
Akhirnya party mereka terbentuk, para teman sekelas langsung menjauhi Xenon dan Ariana yang memilih membentuk party dengan orang orang yang menurut mereka orang buangan. Alasan Xenon dan Ariana mengajak mereka karena mereka tahu rasanya di kucilkan dan di buang di kehidupan lalu maupun awal kehidupan sekarang. Mereka melapor kepada sensei dan mendaftarkan kelompok mereka, Portemis yang membaca daftar nama yang di ajukan Xenon, tersenyum dan menyuruh mereka ke arena untuk perkenalan lebih lanjut. Xenon langsung mengajak semuanya keluar kelas untuk menuju ke arena. Begitu sampai di arena,
“Baiklah, sekali lagi, namaku Xenon, senjataku tombak dan di sebelah ku Ariana, dia memakai busur spirit.” Ujar Xenon memperkenalkan dirinya kembali beserta Ariana, walau dia dan Ariana sudah mengetahu status yang lain.
“Aku Edlan, aku adalah penyihir, elemen yang ku kuasai adalah api dan angin....mohon kerjasamanya.” Edlan memperkenalkan diri.
“Um...namaku Cecil, aku penyembuh, tapi sekarang aku juga petarung jarak dekat menggunakan gada...mohon kerjasamanya.” Cecil memperkenalkan diri.
“Aku Lifana, aku pemburu dan pengintai, senjataku dua bilah pedang pendek ini, aku mengandalkan kecepatan untuk bertarung.....mohon kerjasamanya.” Lifana memperkenalkan diri.
“Anooo.....uh....namaku Georg, aku dwarf, aku menggunakan kapak dan perisai, aku bertarung di garis depan dan menahan musuh....tapi aku lemah, maaf kalau aku mengecewakan....” Georg memperkenalkan diri.
Xenon mengambil tombaknya dari dalam tasnya, kemudian dia mengajak Lifana dan Georg ke tengah arena.
“Coba kalian serang aku.....” Ujar Xenon.
Lifana memberi hormat, dia mencabut dua buah pedang pendek nya dan tiba tiba menghilang, kemudian dia muncul di belakang Xenon dan menyabetkan kedua pedang nya. Dengan santai Xenon menyilangkan tombaknya ke punggung nya dan menangkis serangan Lifana.
“Hmm....aku paham sekarang, Georg kun, coba kamu serang aku.”
Georg langsung mengambil kapak dan perisai dari tas nya, kemudian dia maju menyerang Xenon dengan kapak nya. Xenon kaget karena ayunan kapak Georg ternyata sangat kuat, ketika dia menangkisnya, Xenon terdorong mundur walau tidak terluka.
“Hmmmmmm..........aku mengerti....kalian tidak lemah, tapi kalian salah posisi...” Ujar Xenon.
“Maksudnya Xenon kun ? aku tidak mengerti....” Tanya Lifana.
Akhirnya Xenon menjelaskan, Lifana bukan pengintai dan pemburu, tapi pembunuh yang bisa membunuh musuh sekejap, itu sebabnya dia tidak mau di atur untuk tetap di belakang dan hanya sekedar mengintai sebab dia bisa menghabisi lawan dengan mudah dan cepat. Sedangkan Georg tidak bisa menahan serangan musuh dan menjadi perisai, dia adalah penyerang karena kekuatannya sangat besar.
“Jadi begitu ya....” Ujar Georg sambil melihat kapak nya.
“Benar, tentu saja kamu di bilang lemah kalau bertahan, memang kamu harusnya bukan untuk bertahan Georg kun, kamu penyerang....” Balas Xenon.
“Hehehe aku jadi tahu sekarang, memang aku tidak suka di suruh diam dan hanya mengintai saja....makanya semua bilang aku liar....” Ujar Lifana.
“Bagus kan, sekarang coba lihat ke sana....” Ujar Xenon.
Georg dan Lifana melihat Cecil dan Edlan yang sedang berlatih sihir bersama dengan Ariana. Cecil ternyata bisa menggunakan sihir air dan menyerang dari jarak dekat, sedangkan Edlan bisa mengeluarkan sihir tanpa menggunakan tongkat. Xenon mengajak Georg dan Lifana menghampiri Ariana.
“Gimana Rui ?” Tanya Xenon menggunakan bahasa jepang.
“Edlan harus ganti tongkatnya, wajar saja dia tidak bisa mengontrol sihirnya karena tongkatnya terlalu kuat di tambah kapasitas mana nya yang besar di dalam tubuh nya, sedangkan Cecil bisa menggunakan sihir air, baik menyerang dan bertahan, jadi dia lebih ke arah pengguna sihir di banding penyembuh....aku rasa tidak ada masalah...” Jawab Ariana.
__ADS_1
Melihat keberhasilan mereka, Georg dan Lifana langsung menghampiri Cecil dan Edlan, wajah ke empatnya menjadi ceria. Xenon merangkul Ariana dan tersenyum melihat teman teman sekelompoknya yang merupakan orang buangan bagi teman teman sekelas yang lain padahal kemampuan ke empatnya di atas rata rata yang lain.