Solram Saga

Solram Saga
Chapter 18


__ADS_3

Setelah itu, ke enam nya masuk kembali ke gedung akademi karena arena mau di pakai oleh akademi ksatria untuk mengadakan penghormatan bagi siswa kelas 3 yang baru saja meninggal. Beberapa siswa dari akademi ksatria membawa sebuah papan nama untuk mengenang siswa itu, ketika Xenon dan Ariana membaca papan nama itu, ternyata nama yang tertulis adalah nama Bardo, anak seorang count penasihan kerajaan di ibukota. Xenon dan Ariana melangkah keluar dengan santai, tanpa menggubris mereka. Tapi tiba tiba, pundak Xenon di pegang seseorang dari belakang,


“Kalian....yang malam itu di restoran kan....” Ujar seorang pria.


Xenon menoleh kemudian berbalik, dia menampik tangan pria yang memegang nya. Ariana yang melihat Xenon berbalik juga ikut berbalik, sedangkan yang lain langsung berdiri di belakang keduanya. Xenon mengenali ketika melihat, kalau pria yang berdiri di depan nya itu adalah salah satu teman Bardo yang berada di restoran. Kemudian dua orang pria menghampiri pria yang memegang pundak Xenon, ketiganya memakai seragam akademi ksatria, yaitu blazer putih dan pelindung silver.


“Benar, lalu ?” Tanya Xenon dengan tatapan siap membunuh.


“Ma...maaf, bukan maksud ku untuk macam macam...aku hanya ingin memberitahu kalau pria yang tangan nya di remukkan kekasihmu sudah meninggal...” Jawab pria itu.


“Begitu...ya sudah, turut berduka cita....kita masuk dulu...” Xenon berbalik dan merangkul Ariana di sebelah nya, kemudian berjalan masuk ke dalam gedung bersama teman teman nya.


Ketiga siswa pria yang merupakan teman Bardo hanya melihat mereka berjalan masuk ke gedung akademi petualang. Karena penasaran, Edlan berjalan di sebelah Xenon.


“Xenon kun, kamu kenal mereka ?” Tanya Edlan.


“Gimana ya, waktu baru datang ke kota ini, mereka mencari masalah...” Jawab Xenon.


“Oh...aku tahu, mamaku cerita kalau kalian yang mengusir mereka dari restoran mama ku di bawah penginapan, mereka suka tidak membayar kalau makan....manusia rese.” Tambah Cecil.


“Hati hati Xenon kun, mereka noble ibukota, biasanya urusan sama mereka akan panjang.....” Edlan menasihati Xenon.


“Aku mengerti, terima kasih Edlan kun....” Balas Xenon.


Ke enam nya melanjutkan berjalan masuk ke dalam akademi, ketika sampai di depan kelas, mereka melihat teman sekelas mereka hampir semua berada di luar kelas. Xenon dan Ariana maju duluan menerobos kerumunan untuk masuk ke dalam kelas. Ternyata di dalam kelas ada enam orang siswa senior yang berpakaian lengkap dan membawa senjata mereka. Seorang gadis berpakaian zirah separuh badan, menoleh ketika melihat Xenon dan Ariana masuk ke dalam kelas, dia kemudian menghampiri keduanya.


“Heee jadi dua orang ini ya yang di katakan Lynx nee san.....” Ujar wanita itu sambil mengamati wajah Xenon.


“Hei...mundur...ada yang bisa di bantu ?” Tanya Ariana yang berjalan ke depan Xenon dan mendorong gadis itu.


“Wow....galak sekali. Tenang saja, aku kesini hanya ingin tahu soal kalian, sebab Lynx nee san bercerita kalau kalian mengalahkan sekampung goblin hanya dalam sekejap dan tidak terluka sama sekali....” Ujar gadis itu.


“Siapa kamu ?” Tanya Xenon.


“Ah...maaf, namaku Inggrid, aku dari akademi ksatria dan setahun di atas kalian, aku mendengar cerita Lynx nee san mengenai kalian, jadi aku ke sini mau menantang kalian bertanding, kelompok ku melawan kelompok kalian.....” Ujar Inggrid.


“Haaah....maaf tapi aku tidak punya waktu meladeni kalian...” Balas Xenon.

__ADS_1


“Oh tenang saja, tidak sekarang, dua minggu lagi akan di adakan eksebisi untuk membuka tahun ajaran baru, nanti akan ada pertandingan kelompok dari tiga akademi di arena, kita bertanding di sana....bagaimana ? aku akan daftarkan kalian.” Tanya Inggrid.


Xenon dan Ariana saling melihat satu sama lain, begitu mereka menoleh kebelakang, mereka melihat Georg, Cecil, Edlan dan Lifana menggelengkan kepala dengan antusias yang maksudnya mengatakan kalau Xenon jangan menerimanya.


“Lalu ketentuan nya ?” Tanya Xenon.


“Hmm kalau kita menang, kamu akan jadi milik ku dan pindah ke akademi ksatria.” Jawab Inggrid.


“Hah......ok aku terima, kalau kita menang, jangan pernah menginjakkan kaki di depan kami lagi....” Teriak Ariana geram.


Xenon kaget melihat Ariana geram dan bersuara kencang, sedangkan ke empat teman nya di belakang menutup wajah mereka dengan kedua tangan nya sambil menggelengkan kepalanya seakan akan berteriak “Tidak.”


“Hahaha maaf, tapi kalian tidak mungkin menang...iya tidak teman teman...” Ujar Inggrid sambil tertawa dan menoleh kebelakang.


Seluruh anggota tim nya langsung tertawa kencang di belakang Inggrid, kemudian mereka melangkah keluar begitu saja sambil tertawa, Ariana menjadi semakin geram dan ingin mengejar mereka, tapi Xenon mencegah nya.


“Aduh bagaimana ini.....kelompok mereka terkenal di akademi....” Ujar Cecil.


“Ini gawat....benar benar gawat....baru satu hari masuk kita sudah mendapat tantangan dari kelompok elit di akademi ksatria....” Tambah Georg yang tidak percaya diri.


“Ah aku tidak tahu.....hiks, kehidupan sekolah ku.....” Tambah Edlan.


“Enak saja mau mengambil Xenon......” Ujar Ariana.


“Um...Ariana san, maksudnya mereka mungkin mau merekrut Xenon kun, bukan ambil dalam artian lain...” Balas Cecil.


“Oh....begitu ya. Ya sudah lah, sudah terlanjur, kita harus menang pokoknya.....aku tidak mau pisah dari Xenon...jangan seenak nya.” Ujar Ariana sambil melipat kedua lengan nya di dada.


“Duh....ojousama keras kepala......” Pikir Cecil, Georg, Lifana dan Edlan.


“Sudahlah, kita pasti menang, mereka lebih lemah dari kita semua....” Balas Xenon santai.


Cecil, Georg, Lifana dan Edlan langsung berceloteh mengeluarkan unek unek mereka kepada Xenon dan Ariana yang hanya mendengarkan sambil tersenyum. Setelah selesai, akhirnya ke enam nya berdiskusi,


“Kita masih ada waktu 2 minggu kan, mulai besok kita latihan, bagaimana ?” Tanya Xenon.


“Latihan dimana ? bagaimana caranya ?” Tanya Georg.

__ADS_1


Xenon dan Ariana mulai berpikir bagaimana mereka bisa melatih teman teman mereka supaya menjadi lebih kuat dari pada senior senior itu. Selagi mereka mencari cara dan berpikir, tiba tiba item box milik Xenon terbuka sendiri dan peta yang di berikan oleh dewi keluar dengan sendirinya.


“Hmmm ?” Tanya Xenon yang bingung melihat peta di tangan nya.


“Um...itu apa Xenon kun ?” Tanya Edlan.


“Peta.....coba ku buka.....” Jawab Xenon.


Dia membuka petanya, terlihatlah sebuah menara terbalik yang masuk ke dalam tanah sebanyak 300 lantai dan penuh dengan titik berwarna merah, kemudian dia melihat di lantai 300 tepan di bangunan kuil, ada sebuah kotak berwarna kuning, dia mencoba menekannya dan keluar sebuah tulisan yang hanya bisa di lihat oleh nya dan Ariana, tulisan nya,


[Open gate to floor 300 ?] [Yes] [No]


“Rui, sepertinya kita bisa membuka gerbang menggunakan peta ini.” Ujar Xenon menggunakan bahasa jepang.


“Iya, tapi jangan di sini....” Balas Ariana.


“Ya, kita ajak mereka keluar....” Balas Xenon.


Xenon menutup petanya, kemudian mengajak semuanya keluar dari kelas untuk mencari tempat yang sepi. Akhirnya ke enam nya pergi ke sebuah gudang kosong di belakang akademi dan masuk ke dalam. Setelah mengunci pintunya, Xenon membuka petanya kembali dan menekan lantai 300 yang merupakan lantai paling bawah di menara yang terbalik. Tiba tiba di dinding gudang mengeluarkan cahaya terang, Xenon, Ariana, Cecil, Georg, Lifana dan Edlan menutup mata mereka dengan lengan karena terlalu silau, setelah cahaya menghilang, mereka melihat sebuah gerbang tertutup di dinding. Cecil, Georg, Lifana dan Edlan yang melihatnya hanya tertegun dan tidak bisa berkata apa apa,


“Aku coba buka dengan kunci yang ada padaku...” Ujar Ariana sambil mengambil kunci dari item box nya.


“Baik, semuanya pegangan ya...siap siap.” Teriak Xenon.


Cecil langsung menggandeng Georg di sebelah nya dan menggandeng Xenon. Georg langsung menggandeng Lifina yang juga menggandeng Edlan. Ariana juga menggandeng Edlan sambil memasukkan kunci ke gerbang. Ternyata kunci itu cocok dan Ariana memutar kuncinya untuk membuka gerbang di dinding, ketika gerbang terbuka, semuanya terserap masuk ke dalam gerbang. Setelah menempuh perjalanan melalui lorong cahaya sampai keluar gerbang, semuanya keluar dari gerbang yang berdiri tegak di tengah tengah kuil, ketika baru keluar,


“Groaaaaaaaar......”


Mereka di sambut seekor naga besar berwarna hitam yang terlihat sangat perkasa dan langsung meraung kencang begitu melihat mereka keluar.


“Waaaaaaaaaa.....” Teriak Cecil, Georg, Lifina dan Edlan panik.


“Wah halo....apa kabar....kita pulang.” Ujar Xenon kepada naga itu.


“Hehe ketemu lagi....yu semuanya....hajar dia....” Tambah Ariana.


“Apanya yang mau di hajar.....” Teriak Cecil, Georg, Lifina dan Edlan yang saling berpelukan karena ketakutan.

__ADS_1


__ADS_2