Srinayu Di Bukit Randu

Srinayu Di Bukit Randu
Prolog


__ADS_3

"Nafsu itu bagaikan rantai yang membelenggu cinta,


Yang akan membuat cinta terpaksa menjalani takdirnya.

__ADS_1


Bila engkau memahami kalimat ini maka,


Engkau benar-benar telah mengenal seorang Randu."

__ADS_1


 


"Maaf, kawan... Aku tak bisa ikut... Aku kurang enak badan." Begitu kalimat yang tertera di layar handphone. Tinggal menekan tombol send, maka pesan singkat itu akan segera terkirim.

__ADS_1


Namun, hingga lima menit berlalu pesan singkat itu belum jua dieksekusi sebagaimana mestinya. Sepertinya, sosok itu ragu untuk melanjutkan.


Ia beranjak berdiri. Berjalan mondar-mandir gelisah. Lalu kembali lagi ke tempat duduknya. Diam membisu, tak bergeming, bahkan ia tak lagi memedulikan senja.

__ADS_1


__ADS_2