
Yana memeluk ibunya. Dia menangis, meluapkan segalanya pada ibunya. Ibu yang dari dulu ia inginkan kini ada disampingnya namun hanya untuk sesaat.
"Sayang waktu ibu tidak banyak lagi..!! ibu akan membantumu untuk menguasai kekuatan mu."
"Tidak ibu..!! aku mohon jangan tinggalkan yana lagi..!!hiks... hiks.."
"Sayang kamu tidak sendirian lihatlah disana ada seseorang yang sedang memperjuangkan kamu, apa kamu tidak ingin berjuang bersamanya".
"Yana dengarkan ibu baik - baik, terkadang apa yang kamu dengar dan lihat bukanlah kenyataan yang sebenarnya."
"Iya bu Yana janji,Yana akan berubah, Yana akan mengingat apa yang ibu katakan, aku tidak akan mudah percaya dengan orang lain lagi."
Ibunya menyalurkan sisa energinya untuk Yana agar bisa menguasai kekuatannya.
Yana bersiap untuk sadar dan ia ingin segera memeluk suaminya itu. Dia benar - benar merindukan suaminya.
"Anak ku ibu dan ayah menyayangi mu, hiduplah dengan baik dengan dia yang begitu mencintai mu, selalu bahagia sayang...!!" Ucapnya sembari mengusap air mata yang sedari tadi ia tahan.
Akhirnya Yana berpisah dengan ibunya. Kini ia harus segera bangun dan berjuang bersama suaminya.
Saat Yana membuka matanya kilatan cahaya yang keluar dari tubuhnya pun mulai redup. Tiba - tiba seorang yang penuh dengan darah dan luka di sekujur tubuhnya memeluk Yana erat.
"Morgan jangan terlalu erat meluknya, aku bisa mati kehabisan nafas."
__ADS_1
"Maaf, sayang aku sangat merindukan mu, apa kamu baik - baik saja, apa ada yang sakit, ini semua salahku karena tak bisa menjaga mu" Morgan menundukkan kepalanya ia merasa bersalah atas apa yang menimpa istrinya.
"Morgan, ini bukan salah mu dan lihatlah aku tak terluka sedikit pun, tapi sebaliknya lihat diri mu, tubuh mu penuh dengan luka, sayang maaf karena membuat mu terluka." Yana memeluk raja iblis.
"Aku akan menggunakan kekuatan ku untuk menyembuhkan mu"
" Tidak boleh, bagaimana jika kekuatan mu tak terkendali lagi, itu bisa membahayakan nyawamu".
"Tidak akan lagi, ibu sudah mengajari ku dan memberiku kekuatan untuk bisa mengendalikan kekuatan ku."
"Jadi biarkan aku mengobati lukamu ya... setelah itu kita berjuang bersama melawan mereka" Yana memperlihatkan senyuman termanis yang ia miliki.
"Kau, huh aku benar - benar tak bisa menang melawan mu" Morgan menatap lembut istrinya. ia begitu merindukan istri kecilnya itu.
"Kami memberi hormat pada tuan putri" Kelompok yang tiba - tiba membantu Morgan itupun memberi hormat pada Yana. Morgan yang melihat semua itu hanya bingung.
"Terimakasih karena kalian sudah membantu suami ku untuk menyelamatkan ku"
"Ibu sudah mengatakan pada ku bahwa kalian adalah pengawal bayangan yang diperintahkan ibu untuk melindungi ku disaat kekuatan ku bangkit."
"Saya Peter dan ini Selena, kami berdua akan menjadi pengawal bayangan anda mulai sekarang."
"Eh... i... ini.." Yana menoleh pada Morgan meminta persetujuan dari suaminya. Morgan mengangguk tanda bahwa ia setuju Yana memiliki pengawal pribadi. Dia juga tak ingin kejadian kali ini terulang lagi mengingat banyaknya musuh yang dimiliki Morgan.
__ADS_1
Menjadi seorang raja tidaklah mudah, ia harus bertanggung jawab atas rakyat dan kerajaannya. Dia tak bisa selalu berada di samping Yana untuk melindunginya.
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Mentari selalu pergi saat senja tiba....
Namun ia selalu menepati janjinya...
Janji ia akan hadir saat fajar tiba....
Tak pernah ingkar tuk beri kehangatan...
Selalu berikan cahaya setelah gelapnya malam.....
Tak pernah biarkan hidup larut dalam gelap....
Berikan warna tersendiri bagi dunia....
Nikmati indah dan hangatnya....
Mentari,.....
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏***
__ADS_1