
Hari ini Alex, Naura dan Zidan akan berjalan - jalan. Sebenarnya Zidan tak mau ikut tapi Alex terus merengek agar Zidan mau ikut, begitulah Zidan tak akan bisa menolak permintaan Alex jika ia sudah mulai merengek terus menerus. Saat mereka bertiga berangkat kini giliran Morgan, Rey dan Zion beraksi menjalankan rencana. Yana dan Selena menemani Salsa pergi ke klan vampir untuk bertemu dengan ketua mereka. Mereka ingin membicarakan masalah jodoh Zidan yaitu putri mahkota klan vampir. Semua berjalan sesuai rencana mereka tapi mereka tak tahu ada bahaya yang sedang mengintai diri Alex. Seseorang yang memiliki kekuatan besar yang selama ini menjadi dalang di balik kecelakaan dan penyerangan yang menimpa Yana sejak bayi. Kini ia berpaling dan mengincar Alex yang memiliki kekuatan semesta, yang mampu menghancurkan segalanya jika jatuh ke tangan yang salah.
"Kenapa yank.." Naura melihat kecemasan di wajah Alex.
"Entahlah, aku merasa ada sesuatu yang dari sebulan lalu selalu mengawasi ku". Alex celingukan mencari siapa yang membuntuti dia. Jarena ia tak dapat merasakan aura dan kekuatannya ia pasti cukup kuat.
"Apa kau tak bisa merasakannya atau melihatnya.?"Kini Zidan yang mulai ikut resah pun angkat bicara, Alex menggelengkan kepalanya. Zidan membuka segel di matanya. Dia menggunakan kekuatan mata klan kuno yang ia warisi dari ayahnya. Saat ia menemukan orang itu ia diserang menggunakan kekuatan tak terlihat. Sontak Zidan terpental dan memuntahkan darah. Naura dan Alex yang melihatnya pun bergegas mendekati Zidan. Naura segera menyembuhkan tubuh Zidan.
"Zi kita kerja sama, ayo alirkan kekuatan mata kamu biar aku yang serang, dan kamu yank bersiap untuk pengobatan langsung dibelakang ku." Alex memegang pundak Zidan dan Naura memegang pundak Alex, mereka memulai kekuatan tripel yang mereka miliki bersamaan. Terjadi pertarungan diam - diam menggunakan kekuatan. Akhirnya orang itu terpukul mundur.
"Huft sayang sekali ia memakai topeng jadi kita tak bisa melihat dan tau siapa dia.." Zidan dan Naura bicara bersamaan.
"Kata siapa..?"Alex tersenyum menyeringai menunjukkan benda yang ia pegang pada Naura dan Zidan. Mereka pun menggelengkan kepala, sikap jahil Alex tetap ada meski dalam pertarungan sekalipun namun itu sangat menguntungkan bagi mereka.
__ADS_1
"Dia pasti muncul kali ini karena ini adalah batu kehidupan leluhur". Mereka bertiga pun tersenyum puas. Saat mereka tersenyum bersama, mereka mendengar suara pertarungan. Saat mendekat mereka melihat pelayan dan prajurit klan vampir yang terluka parah dan tinggallah seorang gadis bertarung sendirian, gadis itu terlihat terluka juga namun masih bisa bertarung. Alex ingin menyuruh Zidan membantunya tapi belum sempat Alex bicara ternyata Zidan sudah bertindak. Alex dan Naura saling menatap mereka hanya melihat Zidan dan tak berniat turun tangan karena Zidan sendiri sudah cukup untuk mengalahkan musuh. Benar saja tak perlu waktu lama Zidan sudah bisa membunuh tanpa ampun para musuh yang menyakiti gadis itu, ia seperti tak terima melihat gadis itu terluka oleh mereka meski hanya luka kecil jika orang lain yang lihat namun masalah besar bagi Zidan.
"Sini biar ku lihat luka mu..?!" Zidan menarik tangan Amelia. Dia mengobati tangan Amelia dengan kekuatan penyembuh yang tak pernah ia gunakan kecuali untuk Alex saja ia pernah gunakan.
"Kenapa kamu ada di sini Zi..?" Amelia memandang pria pujaannya itu.
"Huftt... harusnya aku yang bertanya pada mu, kenapa kamu keluar dari istana vampir. ini berbahaya, bagaimana jika tadi aku tak datang.."
"Amel sayank, aku kesini cuma nganterin Alex dan Naura kencan, aku udah punya kamu buat apa cewek lain dan aku tuh jadi obat nyamuk mereka aja.."Zidan masih mengecup kepala Amelia.
"Beneran..??" Amelia menatap Zidan seolah masih tak percaya.
"Iya.. tuh mereka". Zidan menunjuk kearah Naura dan Alex. Amelia yang baru sadar masih di peluk dan dicium Zidan langsung melepas pelukannya. Dia malu, wajahnya merah seperti tomat, Zidan yang sadar kekasihnya sedang menahan malu tersenyum.
__ADS_1
"Huh masih ingat kita juga kamu, tapi tunggu dulu, sejak kapan kalian bersama dan kapan bertemu.?" Alex menghujani Zidan dengan berbagai pertanyaan yang diangguki Naura juga. pasalnya Zidan selalu saja menghindar jika bicara masalah jodohnya.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Tersenyumlah saat bersama ku
Genggam tangan ku melangkah maju bersama, Hingga maut memisahkan kita
Hingga jantung tak lagi berdetak
Rangkai cinta kita menjadi satu
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹***
__ADS_1