
selena memeluk rey erat, tubuhnya bergetar, ia menangis tanpa suara dalam pelukan rey. rey mengusap punggung selena berusaha menenangkannya. yana menyadari selena yang menangis dalam pelukan rey. ia dan morgan menghampiri selena. yana menarik tangan selena dan memeluknya. kini yana ikut menangis.
" maaf yang mulia, gara - gara aku yang mulia bersedih."
"selena jangan berbicara begitu.. hiks...hiks...kita sahabat, mulai sekarang kita hadapi semuanya bersama..ya..!!"
selena memeluk erat yana, dari mereka berempat sahabat kecil kini tinggal yana dan selena yang tersisa. setelah merasa tenang mereka berdua menggandeng pasangan masing - masing menikmati indahnya taman. tiba - tiba ada prajurit yang mendekat dan membisikkan sesuatu pada rey. rey memberi isyarat pada morgan. morgan yang mengerti pun mengangguk, ia dan rey memberitahu yana dan selena ada urusan sebentar. kini tinggal yana dan selena berada di taman.
rey dan morgan datang keruang rapat. disana para anggota dewan sudah berkumpul, mereka memberikan kertas yang tadi pagi dibagikan oleh rey tapi ada yang berbeda, kini kertas itu sudah distempel dengan darah mereka. bukti bahwa anggota dewan setuju dengan semua ketentuan yang ada di kertas itu.
di taman tempat selena dan yana berada, tiba - tiba muncul kilatan merah seperti petir. kilatan itu menyerang semua prajurit, selena menghindar dan menangkisnya namun kilatan itu lebih kuat darinya. selena terluka parah hingga tak sadarkan diri. yana masih terus melawan namun akhirnya kilatan merah itu mengikat tubuhnya dan membawanya menghilang. morgan yang merasa ikatannya dengan yana terputus berlari keluar secepat yang ia bisa, rey yang menyadari gelagat aneh morgan ikut berlari mengikutinya. betapa kagetnya morgan melihat taman yang hancur, semua prajurit terkapar sekarat dan selena yang bersimbah darah akibat lukanya yang terlalu parah. rey yang melihat selena berlari dan berteriak, sementara morgan masih celingukan mencari keberadaan istri kecilnya.
__ADS_1
"selenaaaa...." rey memeluk selena lalu menggendongnya dan berlari mencari seorang penatua untuk mengobati lukanya sebelum terlambat.
morgan menyuruh sebagian prajuritnya membawa yang terluka ke ruang pengobatan dan sebagian lagi menyebar mencari istrinya. bahkan morgan sendiri tak yakin dengan keberadaan istrinya. ikatannya dengan yana terputus padahal itu adalah hal yang tak mungkin terjadi. morgan menjambak rambutnya kasar, bagaimana bisa ia mengulangi kesalahan yang sama untuk kedua kalinya. tapi untuk saat ini ia benar - benar tak bisa merasakan keberadaan istrinya. lilian ibunya morgan mencoba menggunakan giok leluhur untuk mencari yana namun yang muncul hanya kilatan merah.
"bagaimana keadaan selena rey?". morgan menatap sendu kearah rey.
"ia masih koma, lukanya begitu parah padahal peter sudah memasukkan giok abadi ketubuhnya dulu sebelum mati tapi sepertinya musuh kali ini sangat kuat, aku tak yakin kita bisa melawannya.!" ujar rey yang masih mengelus rambut panjang selena.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
***ku nikmati indah dunia....
__ADS_1
ku teguk manisnya kehidupan....
ku arungi samudra bahagia....
ku nikmati lagu alam.....
terduduk dibawah senja....
lantunkan melodi bahagia....
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁***
__ADS_1