
zion masih melamun, bergelut dengan pemikirannya sendiri. saat peter ingin mengobati lukanya zion tersadar dan menolak.
"jangan buang energi mu untuk mengobati pengkhianat seperti ku, biarkan luka ini menjadi sedikit hukuman untuk ku." zion berdiri ia memaksa segel kekuatannya untuk meningkatkan kekuatan. peter ingin mencegah zion namun terlambat, kekuatan zion telah aktif kini kekuatan besar keluar dari tubuhnya. tetap saja ada bayarannya untuk itu. setelah kekuatan hilang zion juga akan kehilangan nyawanya. ia ingin melindungi yana untuk terakhir kalinya.
"zioooonnnn..."yana berteriak saat tau apa yang dilakukan pria itu. kini zion bertarung dengan wanita bertopeng itu.
"tidakkkkk..... zion ku mohon berhenti." yana berteriak dan menangis. namun sudah terlambat kekuatan zion mulai menghilang, ia mulai ambruk dengan cepat yana menangkap kepala zion yang hampir menyentuh tanah, sedangkan wanita bertopeng itu juga terluka parah. ada seseorang yang secepat kilat menyelamatkan wanita bertopeng itu. wanita itu dibawa pergi. sementara zion sudah semakin lemah. yana berusaha mengobati zion dengan lukanya.
" ber... berhentilah yaya.. terima kasih kau sudah mengingat ku disaat terakhir ku ini, a.. aku men... cin.. ta... i... mu." tangan zion yang ingin menyentuh wajah yana terjatuh. zion kini telah tiada.
"zion bangun, zion jangan bercanda, buka mata mu, ziooonnnnnn..... hiks... hiks.."
yana terus mengguncang tubuh zion, ia berteriak dan menangis, seribu penyesalan dihati yana.
semua yang ada di sana ikut bersedih. yana terus saja berteriak dan mengguncangkan tubuh tak bernyawa itu, berharap ia akan membuka matanya lagi.
__ADS_1
yana tak terima jika zion meninggalkan dia, padahal baru tadi ia mendapatkan ingatannya bersama zion, tapi kini ia harus kehilangan zion. zion yang sedari kecil melindunginya, zion yang selalu menuruti keinginan yana apapun itu. bahkan hingga ia mati, zion tetap memegang janjinya untuk setia dan menunggu yana. janji hanya akan mencintai yana hingga mati.
"zion jangan tinggalkan aku... maafkan aku... hiks... hiks..."
"ini semua salah ku hiks... hiks... jika aku langsung mengingat mu ini semua tak akan pernah terjadi hiks... hiks... zion jangan pergi..." yana memeluk tubuh zion. ia menangis tersedu - sedu. morgan yang melihat itu hatinya serasa sakit dan hancur. tapi apa yang bisa ia lakukan, zion lebih dulu hadir di hidup yana, zion lebih dulu mencintai yana, apalagi zion juga kaki tangan sekaligus sahabat terdekatnya.
zion dikubur di samping batu besar berukirkan nama yana dan zion saat kecil. ia di kubur ditempat kebersamaanya dengan yayanya. yana masih enggan untuk pergi dari sana. morgan yang melihat istrinya seperti itu merasa semakin hancur. morgan merasa dialah penyebab semua ini.
" morgan bisakah kita menginap di rumah pohon ini untuk beberapa hari, aku... aku hanya ingin mengenangnya sebentar."
"huft... kau benar - benar ingin menginap di sini." yana menganggukkan kepalanya.
"hah, baiklah kita semua akan menginap di sini untuk beberapa hari". morgan memerintahkan yang lain untuk membuat tenda sementara ia dan yana akan tidur di rumah pohon. sebenarnya morgan tak ingin berada di rumah pohon yang penuh kenangan akan istrinya dengan pria lain, meskipun waktu itu mereka masih kecil.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
__ADS_1
***kepergian mu memberi luka.....
kau tinggalkan berjuta kenangan indah...
kau beri warna di hidup ku....
tak kan terlupakan saat bahagia bersama dengan mu...
rela, harus ku relakan kau pergi...
tunggu aku...
di tempat peristirahatan sejati....
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁***
__ADS_1