Suami Ku Raja Iblis

Suami Ku Raja Iblis
Berkorban Untuk Yang Di Cintai


__ADS_3

Rey dan Selena membuka segel kekuatannya, Naura yang melihat itu pun maju menghambur memeluk ibunya, Ia menangis seakan tak rela meninggalkan orang tuanya bertarung sendirian, Naura tahu jelas kekuatan musuh jauh lebih kuat dari mereka, Selena mendorong pelan tubuh putrinya ke belakang di mana Alex berdiri.


"Jangan menangis sayang!! Apa kau tak percaya pada ayah dan ibu mu ini!!?" Selena tersenyum simpul pada putrinya.


"Kau sudah dewasa dan suatu saat nanti kau akan menjadi ratu, kau harus menjadi lebih kuat dan siap berkorban kapan pun!!" Rey menimpali ucapan Selena.


"Apapun yang terjadi kau harus kuat sayang!! Kami menyayangi mu!!" Setelah mengucapkan kata itu Selena dan Rey memandang dan mengangguk pada Alex, Kini mereka maju dan mulai bertarung, Alex menutup mata Naura sambil membawanya pergi melanjutkan perjalanan mereka.


"Tidakkkk.. ayah, ibu hiks...hiks..!!" Naura berusaha memberontak, Alex merangkul pinggangnya, membawa Naura dalam dekapannya terus melangkah maju meninggalkan Rey dan Selena, sama halnya dengan Zion dan Salsa saat di gerbang utama, Hanya saja Zidan lebih mampu mengendalikan hatinya.


"Ayah, ibu, seberat inikah tanggung jawab yang harus ku tanggung!! Satu persatu orang terdekat ku mengorbankan diri demi diri ku!!?" Alex bermonolog dalam hati sambil memejamkan matanya dan masih berjalan dengan memeluk sang kekasih yang masih menangis. Sama halnya dengan Alex, Zidan pun memejamkan matanya merasa hatinya seakan tersayat, Sungguh berat perjalanan yang harus mereka lalui, Ia juga tak ingin kehilangan orang tua dan orang - orang terdekatnya, namun keadaan memaksa mereka harus kuat.


"Maaf!!" Satu kata meluncur dari mulut Alex yang seketika itu juga membuat Naura yang sedari tadi menangis pun bungkam seribu bahasa, Ia menatap kekasih hatinya yang sekaligus seorang putra mahkota, Suatu saat ia akan menjadi raja yang memikul lebih besar lagi beban tanggung jawab, mau tak mau ia harus kuat melihat orang di sekitarnya berkorban untuknya. Naura menyentuh wajah Alex lalu mencium keningnya sambil memejamkan mata.


"Jangan meminta maaf!! ini sudah menjadi tanggung jawab mereka, dan pada akhirnya kami pun akan melakukan hal yang sama!!" Naura menatap wajah Alex dan membelainya.


"Jika suatu saat tiba saatnya aku melakukan hal itu, Berjanjilah kamu akan tetap berdiri teguh dan menatap ke depan!!" Lanjutnya lagi.


"Tidak sayang!!! Berjanjilah kau tak akan melakukannya!! Aku bisa kehilangan segalanya tapi tidak dengan mu!!?" Alex menatap miris sang kekasih sambil menggelengkan kepalanya.


"Tidak sayang!! Kau seorang putra mahkota, suatu saat akan menjadi raja, Tanggung jawab yang kau pikul akan lebih berat nantinya!! cepat atau lambat aku sebagai kekasih mu juga harus melakukannya!!" Naura menggenggam tangan Alex dan terus melangkah maju ke depan.


"Ayah, ibu terima kasih!! kini aku mengerti, Aku juga akan melakukannya suatu saat nanti!!" Naura berkata dalam hatinya sambil terus menatap ke depan.


"Sayang!!" Amelia menatap wajah Zidan yang terlihat begitu tegang.


"Aku tau yang!! Aku sudah siap dengan segala kemungkinan yang ada sejak pertama kali masuk ke area ini!!" Zidan menatap lembut Amelia.


"Maaf yang, Aku sudah menyeret mu dan klan vampir dalam kekacauan ini, setiap saat nyawa menjadi taruhannya!! Jika saja kau tak bersama.." Kata - kata Zidan terputus oleh Amelia, Ia membungkam bibir Zidan dengan tangannya sambil menggelengkan kepala.


"Jangan pernah katakan hal itu lagi, Meski berat aku tetap bahagia karena bisa berjuang bersama dengan mu!! Aku senang bisa mengenal mereka semua" Amelia menatap Zidan penuh cinta.

__ADS_1


Kini mereka semua telah sampai di gerbang yang ke tiga, Saat Orlando dengan naga api hendak maju untuk membukanya, Alex menghentikan mereka berdua, ia membelah diri, Dua duplikat tubuhnya maju untuk membuka gerbang ke tiga dan bertarung melawan musuh di balik gerbang ke tiga.


"Sayang!!" Naura merasa cemas akan hal itu, ia takut itu akan menguras banyak sumber aura milik Alex.


"Aku nggak apa - apa yang!! Aku tak akan membiarkan kalian tinggal, aku butuh kalian untuk menemani ku di gerbang utama!!" Alex membelai wajah Naura lalu beralih menatap ke yang lainnya, mereka semua mengangguk seakan mengerti rencana Alex karena bagaimana pun juga gerbang utamalah yang harus benar - benar di takuti.


" Baiklah, tapi jika sudah merasakannya, berjanjilah untuk berhenti dan membiarkan kami maju" Naura menatap tajam ke arah Alex binar matanya penuh keteguhan dan keyakinan, Alex tersenyum simpul lalu mencium kening Naura.


"Iya sayang, Aku tahu sampai di mana batasan ku!!" Alex mengelus pucuk kepala Naura.


Di tempat Zion berada, kini pertarungan diantara mereka begitu sengit, terlihat Zion dan Salsa mengalami luka yang cukup parah.


Duarr


Duarr


Suara benturan kekuatan mereka yang terus beradu menggema di gerbang utama, padahal para prajurit musuh sudah berhasil di habisi Salsa, namun kekuatan pemimpinnya cukup kuat, Salsa dan Zion yang menyatukan kekuatan masih kalah jauh dari kekuatan jendral gerbang utama.


"A..aku masih sanggup sayang!!" Salsa menatap sang suami sambil tersenyum kecut.


"Aishh, kita harus kuat yank, aku masih ingin memamerkan cucu ku nanti!!" Zion tersenyum pada Salsa.


Brugg


Duarrr


Tiba - tiba jendral gerbang utama melancarkan serangan pada mereka berdua, kini Zion dan Salsa hampir tak bisa bangkit karena aura yang terpancar dari tubuh jendral gerbang utama begitu mengintimidasi.


Di sisi lain, Di tempat Selena dan Rey berada, pertarungan terus terjadi, kedua belah pihak sama - sama terluka parah, kekuatan mereka imbang satu sama lain.


Duarr

__ADS_1


Duarr


Duagh


Brugh


Kini mereka sama - sama terpental dan jatuh ke belakang secara bersamaan.


"Hosh...hosh.. sayang apa kau baik - baik saja!!" Rey merangkak menghampiri sang istri yang terlempar lebih jauh darinya, Selena terlihat begitu parah.


"A..ak..aku baik - baik saja!!" Selena memegang wajah Rey sambil tersenyum, tiba - tiba tangannya terkulai lemas dan jatuh, Rey yang melihatnya pun merasa panik hingga membuat ia meledakkan segel yang terlarang dalam tubuhnya.


"Aaarggg.. sayang akan ku buat dia membayarnya berkali - kali lipat!!" Rey meletakkan tubuh Selena yang sudah terkulai lemas, ia menoleh ke arah jendral gerbang kedua, Kini kekuatan yang terpancar dari tubuh Rey pun begitu kuat dan mengintimidasi, bentuk Rey berubah begitu menakutkan, inilah ia yang sebenarnya, monster dari ras campuran.


"Bangsat kau, beraninya melukai istri ku, matilah" Rey mulai menyerang ke arah jendral gerbang ke dua.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


***Meski sulit untuk ku menggapai cinta mu


Tak akan aku menyerah untuk mu


Canda, tawa mu hiasi hari ku


Cinta mu sinari gelapnya dunia ku


Kau penuhi hati ini dengan bahagia


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


๐Ÿ˜ŠJangan lupa like dan komen ya๐Ÿ˜Š

__ADS_1


๐Ÿค—Selamat membaca๐Ÿค—***


__ADS_2