
zion kesal dengan kata - kata yana. ia mencengkeram pun yana. gadis itu meringis kesakitan.
"stop yaya, kau milik ku dan hanya mencintai ku..."
"di mana aku berada itulah rumah mu, lupakan pria itu.." zion meninggikan suaranya.
"ukh.. sakit zion hiks.... hiks..."
melihat yana menangis zion tersentak sadar bahwa ia telah mencengkeram bahu yana terlalu kuat, membuatnya terluka.
"maaf yaya, aku sudah melukai mu dan jangan sebut nama pria lain lagi yaya, aku bisa gila jika mendengarnya dari mu..."
"zion aku mencintai morgan dan selamanya akan tetap seperti itu, ku mohon lepaskan aku zi.. hiks.. hiks.."
"cukup yana". mata zion merah menahan amarah yang sudah di ubun - ubun.
"kau hanya mencintai ku dan tiga hari lagi kita akan menikah, istirahatlah di kamar ini". zion pergi keluar dari kamar itu, ia tak peduli dengan yana yang menangis. zion mengamuk, menghancurkan bebatuan yang ada. sungguh ia tak tega melihat yana menangis tapi hatinya juga sakit saat yana bilang cinta pada pria lain. ia merasa miris, selama ini ia begitu mencintai yana. kali ini zion bertekat apapun yang terjadi ia akan menikahi yana. kakek zion yang melihatnya mengamuk datang untuk menenangkan zion.
__ADS_1
"zi tenangkan diri mu, hanya masalah waktu saja gadis itu akan mencintai mu lagi, ia hanya terlalu lama hidup dengan pria itu." kakek zi menepuk - nepuk pundak zion.
"kakek benar, yaya hanya mulai terbiasa dengan morgan, ia tak mencintainya, yaya hanya mencintai ku".
morgan pergi ke aula pelatihan bersama kakeknya. ia melatih lagi kekuatannya.
yana mengusap kasar air matanya, ia berjalan keluar. yana terkejut melihat dia ada di puncak batu tembus di atas langit. ia melihat kebawah begitu dalam. yana berpikir keras mencari cara untuk kabur dari tempat itu. zion yang kembali ke kamar tak mendapati yana disana. ia bergegas lari keluar mencari yana. saat ia celingukan mencari ke sana ke mari, ia melihat seorang gadis duduk di tepi tebing sambil menangis.
"yaya kenapa kamu disini, disini sangat berbahaya, ayo kita masuk" tangan zion hendak meraih pundak yana namun dengan cepat yana menepisnya. mata yana menatap tajam ke arah zion, matanya tak lagi lembut. mata yana memperlihatkan kebencian dan kemarahan besar pada zion.
"yaya jangan macam - macam, ini di puncak bukit tertinggi kau bisa mati."
"aku lebih baik mati dari pada harus bersama orang seperti mu, kau egois dan kejam." yana terus melangkah mundur hingga kakinya tersandung batu dan terjatuh kebawah. dengan cepat zion berubah menjadi kilatan merah dan menyelamatkan yana, ia membawa yana kembali namun yana tak sadarkan diri. ia meminta ibunya untuk mengobati yana. namun saat ibunya memeriksa yana ia terkejut. zion yang melihat ekspresi ibunya pun penasaran. ibu zion tak melakukan apapun dan bergegas pergi keluar dari ruangan itu. zion, ayah dan kakeknya pun segera menyusul keluar ibunya. mereka ingin tau kenapa dengan ibunya zion, karena mereka sudah setuju zion menikahi yana.
"zion batalkan pernikahan mu dengan gadis itu.!" kata - kata ibunya membuat zion dan yang lain terkejut.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
__ADS_1
***ku merindukan mu...
peluklah aku, rengkuh aku, dekap aku ...
ku mencintai mu....
jangan menyerah pada ku....
di sini ku nantikan kamu....
ku bisikan lewat angin malam rasa rindu ini....
dimana mentari terbenam, di situlah ku berada....
di sudut tergelap dunia ini....
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁***
__ADS_1