Suami Ku Raja Iblis

Suami Ku Raja Iblis
Kekhawatiran Zion


__ADS_3

Sebenarnya dalam hati Zion ia takut Zidan mengulang kesalahan yang pernah ia lakukan dulu. Zion takut bahwa Zidan diam - diam jatuh cinta pada Naura. Tidak seperti Zion, Zidan sangat pintar menyembunyikan perasaannya. Dia tak pernah terbuka pada siapapun mengenai isi hati dan pikirannya. Salsa dan Zion pernah mencoba bicara pada Zidan namun hasilnya nihil. Zidan menutup dirinya jika sudah bicara mengenai hati.


"Ayolah Zi...!!mau ya..!!masak kamu tega sih sama sahabat mu yang ganteng pakek banget ini." Ucap Alex sambil memperlihatkan wajahnya yang di buat sok ganteng.


"Hufftt... oke tapi jangan deketin muka jelek mu itu pada ku berasa jijik tau" Zidan menonyor wajah Alex. Seketika tawa di antara mereka pun pecah. Itulah Zidan ia tak pernah bisa menolak keinginan sahabatnya.


Sementara di ruangan lain Zion, Rey dan Morgan sedang bicara. Zion mengungkapkan pemikirannya pada mereka.


"Hufft, aku sepertinya takut Zidan akan mengulangi kesalahan yang pernah ku perbuat dulu." Ucap Zion sambil mengusap wajahnya kasar.


"Maksudnya??"Jawab keduanya bersamaan.


"Iya..,aku takut Zidan sebenarnya mencintai Naura itu sebabnya ia selalu menolak jodohnya." Zion menatap kedua sahabatnya dalam terutama Morgan, ia takut Morgan akan marah besar.


"Apa kamu yakin..?" Rey pun mulai penasaran.


"Aku tidak tau, aku hanya melihat gelagat aneh putra ku saat di dekat Naura." Zion masih menatap Morgan, ada rasa bersalah begitu mendalam di hatinya.

__ADS_1


"Jangan menatap ku seperti itu, masalah anak - anak biar mereka yang selesaikan, kita lihat saja nanti bagaimana,dan kau Zi, jangan selalu merasa bersalah pada ku semuanya sudah berlalu, itu hanya masa lalu jangan mengingatnya lagi..!!" Morgan menatap Zion dan Rey bergantian.


"Haishh putri ku memang sangat cantik jadi pantas kan ia jadi rebutan, bagaimana lagi gen ayahnya sangat bagus." Rey mengacak pinggang menyombongkan diri.


"Dasar narsis" Ucap Morgan.


"Rey kamu nggak lagi sakit kan.?" Zion memegang kening Rey.


"Hey kalian iri ya lihat kegantengan ku"


"Idih amit - amit". Ucap Zion dan Morgan bersamaan memutar bola mata mereka malas dan akhirnya tertawa bersama. Baru kali ini Rey bertingkah konyol. Sebenarnya Rey juga mengkhawatirkan ketiga anak itu namun Rey yakin dengan Alex. Dia percaya Alex mampu menghadapi masalah apapun yang akan menimpa mereka bertiga karena Alex memiliki sifat tulus Yana dan tegas seperti Morgan ya walaupun kadang - kadang sifat jahilnya kebangetan entah menurun dari siapa karena Morgan dan Yana tak bisa menjahili orang. Tiba - tiba pintu diketuk Alex muncul dari balik pintu sendirian karena Zidan sudah pulang. Alex memberi kabar bahwa Zidan setuju untuk keluar ke dunia manusia besok. Semua mengangguk mengerti dan akan mempersiapkan rencana mereka. Zion merasa khawatir, bagaimana jika setelah bertemu dengan gadis takdirnya Zidan menolak dan tetap diam - diam mencintai Naura. Sementara Alex dan Naura sudah sama - sama saling mencintai dan tak bisa hidup tanpa pasangannya. Saat Rey dan Morgan keluar ruangan Alex menepuk Zion.


"Dasar bocah tengik, kau selalu kebiasaan mengintip pikiran orang lain". Zion menjitak kepala Alex.


"Auw... sakit paman, jika aku tak melihatnya aku akan khawatir dengan paman yang sudah semakin tua dan jelek ini.." Ucap Morgan sambil berlari karena tak mau kena jitakan ke dua.


"Dasar bocah tengil..!!meski tua aku tetap gagah dan tampan."

__ADS_1


"Apa Zi tau kau bisa membaca pikiran". Zion berteriak kepada Alex.Alex menoleh sebentar dan menggelengkan kepalanya lalu ia berlalu pergi tanpa menoleh lagi.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Badai pasti berlalu...


Bunga pasti bermekaran...


Masa ******lalu****** ***tak akan menjadi Masa depan...


Nikmati segala rasa...


Jalani prosesnya...


Tak perlu mengeluh...


Syukuri apapun yang kita miliki...

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁***


__ADS_2