Suami Ku Raja Iblis

Suami Ku Raja Iblis
Rapuh


__ADS_3

"Inilah aku.,inilah hidupku..., ini hanya hal kecil dari bagian hidup ku...,.ada hal baik ada juga keburukan hidup ku..., siap atau tidak kau harus menerimanya karena aku tak akan mengijinkan mu pergi dari hidup ku...,apa kau mengerti sayang.."Raja iblis menjelaskan panjang kali lebar agar yana bisa mengerti.


"Bisakah kau memberi tahu ku semua tentang diri mu dan kehidupan mu.."


" Aku tak ingin hanya memberitahu mu lewat kata - kata karena mungkin kau tak akan percaya, lebih baik mulai dari sekarang kamu langsung masuk dalam hidup ku jadi kamu bisa tau dan merasakan bagaimana kehidupan ku dan juga diri ku.."


"Sudahlah jika kau tak ingin memberi tahu ku semua tentang mu lebih baik aku tidur..,.lupakan saja pertanyaan ku.., kau sama saja seperti yang lain tak mau terbuka pada ku..." Yana berbalik menuju tempat tidur. Dia merasa kesal karena Morgan tak mau menceritakan tentang dirinya.


"Sayang...,jangan marah aku bukanya tak mau menceritakan tentang diri ku...,aku hanya ingin kau menilai tentang diri ku dan hidup ku sendiri setelah menjalani hidup dengan ku.. "


"Sayang..."Morgan mengguncang pelan pundak Yana tapi tak ada respon. Gadis itu sama sekali tak merespon. Saat raja iblis membalikkan tubuhnya ternyata sang empunya sudah tidur.


Raja iblis menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya yang menurutnya terlihat menggemaskan.


"Sayang semoga kau bisa mengerti maksudku, aku mencintai mu...,selamat tidur sayang".


Raja iblis pergi keluar dari kamar yana.


Dia pergi menuju ruang tengah istana dimana orang - orang kepercayaannya sedang menunggu.


"Hormat pada yang mulia raja iblis" Seluruh iblis yang ada di ruangan itu memberi hormat.


"Yang mulia raja iblis timur mulai menyerang, hanya dalam waktu setengah hari mereka sudah berhasil menduduki wilayah perbatasan timur, saya takut ada mata - mata diantara kita..."

__ADS_1


"bagaimana jika mereka menyadari tentang kekuatan yang tersembunyi di tubuh yang mulia ratu..,saya takut mereka akan mengincar yang mulia ratu" Iblis kepercayaan sekaligus tangan kanan raja iblis memberikan penjelasan.


"Huh...,padahal aku benar - benar tak ingin ada perkelahian tapi kenapa kakak jadi berubah seperti ini..,kau benar aku juga berfikiran sama dengan mu..,lalu menurutmu bagaimana Rey...? apa yang harus kita lakukan.."


"Yang mulia saya harap anda bersikap tegas.., jika kita tidak melawan maka akan semakin banyak korban yang berjatuhan di kubu kita..,. apa lagi jika anda terus menerus mendiamkan hal ini saya takut yang mulia ratu juga akan menjadi korbannya.."


Hanya Rey dan Zion yang berani berpendapat dihadapan raja iblis. Karena mereka berdua tidak hanya kaki tangannya, melainkan sahabat dari kecil hingga kini. hidup dan mati sudah pernah mereka lewati bersama."


"Hufff....,sebenarnya aku benar - benar tak ingin berseteru dengan saudara kandung ku sendiri, tapi sepertinya kau benar...,kakak ku adalah orang yang serakah, sebelum ia mendapatkan apa yang di inginkannya ia tak akan menyerah meski harus berjatuhan banyak korban."


"Dia akan menghalalkan segala cara apapun resikonya untuk mencapai apa yang di inginkannya "


"Baiklah semuanya dengarkan perintah ku bersiaplah berperang" Ucapan raja iblis terdengar tegas dan lantang tapi jauh dari sorot matanya terlihat sendu, terlihat jelas guratan kesedihan yang mendalam karena harus bertarung melawannya.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Jika sesuatu yang disebut keluarga yang menjatuhkan kita, maka tak ada lagi harapan...


Dunia seakan runtuh...


Puing - puing kesedihan menyayat hati...


Tergores luka yang mendalam...

__ADS_1


Bagai hidup tiada bermakna...


Hancur.....


Seakan kita ada di puncak tertinggi dunia lalu terlempar...


Jatuh.....


sejatuh - jatuhnya...


Hingga benar - benar tak ada lagi yang tersisa...


Teriak...


Namun tak ada yang mendengar..


Menangis....


Namun tak ada yang peduli...


Tak ada kata yang bisa menjelaskan asa dalam raga....


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


__ADS_2