
Di istana iblis Alex mulai mempelajari segala hal. Sebagai putra mahkota ia dituntut sempurna. Yana selalu mendampingi Alex, Alex pun tak sulit mempelajari segalanya karena dia memang anak jenius. Dalam waktu beberapa bulan saja ia sudah mampu menguasai segala bidang. Alex telah siap terjun langsung mewakili ayahnya dalam beberapa urusan. Dia begitu tampan dan bertalenta, banyak raja dari kerajaan tetangga yang menyodorkan putri mereka untuk menjadi pendamping Akex akan tetapi Alex langsung menolaknya. Bagi Alex Naura adalah gadisnya. Cukup dengan Naura di sisinya, ia tak butuh perempuan lain. Meski baru berumur 3 tahun tapi pemikiran Alex sudah melebihi orang dewasa.
Tapi tetap saja sifat jahil Alex tak berubah, tentu saja yang jadi korbannya adalah Morgan, Zion dan Rey. Setiap hari selalu saja membuat mereka bertiga kualahan. Tapi semua orang menikmati kejahilan Alex sebagai hiburan. Disaat jahilnya keluar Alex tak seperti Yana maupun Morgan. Dia selalu bisa membuat orang - orang di sekitarnya tertawa. Berbeda dengan Morgan yang terkenal pendiam, dingin dan kejam, hanya pada Yana dan Alex saja ia bersikap lembut dan penuh kasih sayang. Bahkan Morgan akan terlihat seperti anak kecil saat Yana marah padanya.
Zion dan Salsa kini juga sudah memiliki seorang putra berusia satu tahun. Dia menjadi sahabat Alex dan dipersiapkan untuk menjadi kaki tangan Alex. Putra Zion bernama Zidan. Alex dan Zidan mulai terjun untuk menyelesaikan beberapa masalah.
"Zi apa laporan pajak bulan ini sudah di kirim oleh divisi keuangan." Alex berada di ruang kerja di sebelah kamarnya.
" Belum yang mulia putra mahkota." Zidan menggelengkan kepalanya.
"Zi besok kita main ke dunia manusia yuk, sama Naura juga, aku kangen dunia manusia nih.."
__ADS_1
"Kangen dunia manusia atau udah terlanjur janji mau ngajak kencan Naura." Ucap Zidan yang sudah hafal dengan sikap Alex.
"Kita masih kecil Alex, ntar kita di dunia manusia dikira anak yang hilang, lagian aku nggak mau jadi obat nyamuk". Zidan dan Alex hanya menggunakan bahasa formal saat bekerja tapi saat pribadi mereka akan seperti sahabat. Dia malas keluar rumah, pasalnya dari umur mereka, mereka itu anak kecil. tapi inilah dunia siluman, tak ada yang tak mungkin.
"Makannya kamu cepetan cari jodoh mu di mana Zi.., kan kamu bisa memakai darah mu untuk mencarinya."
"Tidak, aku yakin jodoh ku itu masih belum di lahirkan karena aku belum
merasakannya."
Padahal Alex bisa merasakan pasangan Zidan sudah muncul. Hanya saja sepertinya Zidan takut, entah apa yang membuatnya takut bertemu calon istrinya. Setiap Alex membahas jodohnya ia selalu menghindar. Tidak hanya Alex, bahkan Zion dan Salsa juga merasakan bahwa pasangan Zidan sudah muncul hampir bersamaan dengannya. Setiap mereka menawarkan untuk mencari keberadaan gadis itu Zidan selalu menolak dengan tegas. Tak ada yang tau apa yang ada di dalam hatinya.
__ADS_1
"Ayolah Zi...!!temenin aku ya besok.." Alex memohon pada Zidan. Sebenarnya itu hanya alasan Alex. Dia ingin membuat Zidan bertemu dengan calon istrinya secara tak sengaja. Ini semua sudah ia rencanakan dengan Morgan, Zion, Yana dan Salsa.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
*Kau adalah anugerah terindah dari tuhan..
Malaikat kecil tak bersayap...
Menggetarkan hati siapa saja yang melihat mu...
Menerangi setiap gelap ku....
__ADS_1
Menyejukkan hati yang gersang...
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁***