
Tiba - tiba Smit meningkatkan kekuatannya dengan paksa, Ia merasa marah dan geram dengan tingkah para bocah di depannya. Alex pun tak mau kalah ia meledakkan pembatas kekuatan yang dipasang oleh ibunya, Kekuatannya pun terus naik berkali - kali lipat dibanding sebelumnya.
"Widihhh.... Keren...!!!?" Zidan mengacungkan dua jempolnya.
"Kalau begini kan aku bisa cuma jadi penonton aja, Iya kan Mel!!?" Zidan merangkul pundak Amelia.
"Penonton kepalamu itu, Nggak lihat tuh bagian mu, Kau dan Amelia bekukan lava abadi itu!!" Alex menunjuk ke arah lava yang berada di bawah jantung Smit.
"Gila, Aku mana bisa!! Itu kan lava abadi Lex, Nggak mungkin bisa dibekukan!!?" Zidan menggaruk tekuk kepalanya yang tidak gatal. Ia merasa kini jadi senjata makan tuan.
"Ya itu urusan kamu, Ini perintah!??" Alex tersenyum kemenangan padahal ia sekarang di posisi sedang beradu kekuatan dengan Smit tapi ia masih bisa terus mengobrol dengan Zidan, Bahkan masih bisa bercanda dan itu sukses membuat Smit merasa semakin murka. Smit menghantam Alex bertubi - tubi hingga terpukul mundur kebelakang beberapa kali.
"Waduh, Pria tua lagi ngambek nih!!!?" Kini giliran Zidan yang mengejek, Mereka sengaja memanasi Smit agar semakin marah dan pada akhirnya tak tahan untuk tidak mengeluarkan kartu as yang ia sembunyikan, Alex masih menyimpan setengah kekuatannya ke dalam pedang cahaya, Berkat bantuan Morgan dan Yana hal itu tak dapat dirasakan oleh Smit.
"Ini gara - gara kamu Zi!!!?"
"Lha kok gara - gara aku sih!!"
"Ya iyalah orang dia jomblo abadi, Kamu malah pamer mesra - mesraan di depannya!!?" Alex menunjuk ke arah Smit, Membuatnya semakin dan semakin murka, Tubuhnya seperti air mendidih dan kepalanya kini seperti bom waktu yang siap meledak kapan saja.
"Lha kayak kamu nggak aja, Kamu kan juga sama seperti ku Lex, Bahkan lebih parah!!" Zidan mengedipkan sebelah matanya. Amelia dan Naura tak bisa menahan tawa mereka melihat kejahilan para prianya itu. Lagi - lagi Smit meledakkan sumber auranya untuk meningkatkan kekuatannya, Zidan dan Alex semakin gencar memanasi Smit, Alex masih bertarung melawan Smit sementara Zidan dan Amelia masih berkutat pada lava abadi, Mereka masih berusaha membekukannya tanpa Smit sadari sebenarnya ia sudah teralihkan hanya pada Alex tanpa ia mengerti Zidan dan Amelia telah melemahkan jantungnya sedikit demi sedikit. Kini Naura telah selesai mengurus para antek - antek Smit, Ia mulai membantu Amelia dan Zidan untuk melemahkan jantung Smit dan membekukan lava abadi sepenuhnya meski hanya sementara.
"Woy, Tugas kami sudah selesai, Kini tinggal giliran mu!!"Zidan melambaikan tangannya ke arah Alex, Alex yang melihatnya pun tersenyum penuh kemenangan, Sementara Smit yang baru sadar bergegas ingin mencairkan lava itu dengan kekuatan apinya.
__ADS_1
"Eits, Tidak bisa!!!?" Zidan, Naura dan Amelia menyatukan kekuatan untuk menghalangi Smit, Sementara Alex kini mengumpulkan seluruh energinya hingga terpusat pada satu titik agar sekali menyerang ia bisa menghancurkan jantung Smit.
"Aaaaaghhh..., Brengsek kalian semua, Akan aku habisi kalian!!!?" Tiba - tiba Smit meledakkan seluruh pusat auranya, Matanya berubah merah menyala, Zidan, Amelia dan Naura terpental ke belakang dan terluka hingga memuntahkan darah, Perisai yang mereka buat pun hancur. Alex yang melihat Naura terluka hingga muntah darah pun murka.
"Brengsek kau Smit!! Beraninya membuat gadis ku terluka, Akan aku hancurkan kau..!!!?" Alex menghantam jantung milik Smit menggunakan pedang cahaya yang telah tersalur dengan aura kekuatan penuh miliknya.
"Aaarrrgggg...!!!??" Smit tertunduk dan meraung kesakitan, Namun tak sampai disitu, Tiba - tiba Smit bangkit memeluk Alex dan membawanya terjun ke arah lava abadi yang sudah mulai aktif dan mencair lagi.
"Jika aku mati, Maka kalian bertiga juga akan mati bersama ku!!!?" Smit ingin Alex, Roh milik Yana dan Morgan juga hancur bersamanya.
"Tidaaaakkkk!!!!" Naura berlari ke arah Alex terjatuh tapi dengan sigap Zidan dan Amelia mencegahnya.
"Lepaskan, Lepaskan aku, Ku mohon cepat tolong Alex...Hiks...hiks...hiks..selamatkan dia!!!"Naura menangis histeris dan terus memberontak ingin mencebur ke arah lava itu.
"Zi, Ada apa ini dan dimana Alex!!??" Lilian yang merasa bingung pun akhirnya angkat bicara karena dia tak melihat Alex disana.
"Alex... Alex.. hiks...hiks.."Zidan menangis dan bersujud di kaki Lilian. Lilian mundur ke belakang, Menggelengkan kepalanya dan menjerit.
"Tidakkkkk, Katakan Zi, Kalian bercanda kan??! Jawab aku!!?"Lilian menjerit dan berteriak ke arah Zidan, Sementara Zidan merasa lemas dan masih menangis, Amelia memeluk Zidan. Bram mencoba menenangkan Lilian yang terus berteriak histeris memanggil Alex.
"Alex, Dimana kamu sayang, Alex jangan bercanda, Hiks...hiks...hiks...!!?" Lilian tersungkur ke bawah, tubuhnya terasa lemas. Orlando mulai menanyakan apa yang terjadi pada Amelia, Karena dari mereka bertiga yang sudah merasa tenang hanya Amelia, Benar saja Amelia baru mengenal Alex sementara Naura dan Zion sudah bersama Alex dari kecil. Amelia menceritakan kejadian itu dari awal hingga akhir tanpa ada yang terlewatkan, Semuanya menangis histeris. Tiba - tiba tubuh Naura bergetar dan bercahaya, Itu menandakan kondisi tubuh Naura sedang drop dan terus menurun, Rey dan Selena mencoba mengalirkan kekuatan kehidupan pada Naura tapi tubuh Naura terus menolak kekuatan itu. Selena menjerit dan menangis.
"Sayang, Naura sayang, Bangun nak, Ini ibu sayang hiks...hiks...Naura ibu minta kamu bangun sekarang, Buka mata kamu nak!!??" Selena mengguncangkan tubuh Naura tapi tak ada respon apapun. Semua yang ada di sana ikut panik, Masalah Alex belum terjawab kini Naura sudah menyerah pada hidupnya. Di alam bawah sadarnya, Naura sudah tak ingin hidup lagi, buat apa hidup jika tak bersama dengan Alex. Para kakek pun ikut mencoba menyadarkan Naura, Semua menggabungkan kekuatannya mencoba membuat Naura sadar kembali. Salsa juga tak bisa berbuat apa - apa, Ia hanya bisa melihat putranya bersedih dan putus asa, Salsa mengelus rambut Zion yang masih tak sadarkan diri.
__ADS_1
"Sayang, Kau bilang semua akan baik - baik saja, Lihatlah semuanya berantakan dan putra kita begitu menyedihkan, Bangun sayang, Bawa bocah nakal kembali ke sisi kita!!?" Salsa berbisik di telinga Zion.
ππππππππππππππππππππππππππππππππ
***Ikatan hadir dari perasaan kita
Menjadi tali penghubung rasa
Membuat kau dan aku menjadi kita
Yang awalnya sendiri jadi bersama
Berawal sepi berakhir dengan canda, tawa
Terpatri dalam raga bersama rasa
Jalani hari tak sendiri lagi
ππππππππππππππππ.
π€selamat membacaπ€
ππππππππππππππππ***
__ADS_1