
peter yang menyadari arah serangan dari pria itu segera berlari, ia memblokir serangan itu menggunakan tubuhnya. dan tanpa aba - aba pun peter langsung ambruk tepat di depan mata yana.
"crushhhh.....sratttt...." darah menyembur keluar dari dada peter.
***deg....
deg...
deg***...
"tidakkkkk... peteerrrrrr..." yana memeluk peter yang bersimbah darah.
morgan yang menyadari itu langsung memenggal kepala pria berjubah itu. selena yang mendengar teriakan yana langsung berlari dan menjerit.
" kakakkkk....... tidakkkkk.... hiks... hiks...." selena menangis histeris melihat keadaan kakaknya.
" akhirnya aku memenuhi sumpah ku pada ibu untuk melindungi kalian.."
"putri jangan menangis, aku tak menyesal, jika ada kehidupan selanjutnya aku tetap ingin menjadi sahabat sekaligus pelayan setia mu."
"selena.. hi.. hiduplah dengan baik bersama rey, rey ingat janji mu gantikan aku men..ja...ga...nya." peter menghembuskan nafas terakhirnya dipangkuan yana. rey merangkul selena, membiarkan gadis itu menangis dalam pelukannya.
__ADS_1
"tidak peter, jangan lakukan ini.. hiks... hiks... kenapa kalian egois, kalian memutuskan tentang hidup ku tanpa persetujuan ku, kau jahat peter, kau dan zion egois..hiks... hiks..."
"peterrrrr..... hiks.... hiks... kenapa kalian berdua tega meninggalkan aku..".
semua prajurit telah di sembuhkan. selena masih menangis dalam pelukan rey. yana masih tak mau melepaskan pelukannya dari peter, morgan tetap setia duduk di sebelah yana.
akhirnya yana mau melepas peter, mereka pun memakamkan peter diarea dekat istana. selena sudah mulai tenang. sedangkan yana masih menangis dalam pelukan morgan.
beberapa hari kemudian yana , morgan, selena dan rey pergi ke penjara menara. yana ingin melihat wajah pria berjubah dan wanita bertopeng itu. saat yana melihatnya. yana begitu terkejut. selena pun tak kalah terkejutnya.
" bagaimana mungkin kalian..".yana melangkah mundur hingga menabrak morgan. begitupun selena ia terus mundur hingga menabrak tubuh rey.
"ada apa sayang... kenapa kamu begitu terkejut dan apa kamu mengenal mereka berdua.?" morgan menatap yana yang masih syok.
"uh hiks... hiks... bagaimana bisa kalian melakukan semua ini.. bahkan... bahkan kalian juga tega membunuh zion."
"zion anak kandung kalian... zion... zion... uhk.." yana tak mampu berkata - kata lagi kini ia menangis sejadi - jadinya di dalam pelukan morgan.
tiba - tiba yana tak sadarkan diri. morgan langsung menggendong yana menuju istana ratu. ia menggenggam tangan yana. ia menatap lekat wajah istri kecilnya itu. sungguh rumit cerita hidup yang dijalani istrinya. ia harus kehilangan orang - orang terpenting dalam hidupnya. ia juga sudah menjalani hidup susah bertahun - tahun. morgan membaringkan dirinya di samping yana.ia menarik tubuh yana dalam pelukannya. ia dekap tubuh istrinya hingga ia pun ikut terlelap bersama istri kecilnya itu.
saat yana terbangun ia merasa sesak dan ada sesuatu yang berat melingkar diperutnya. yana mengerjapkan matanya berusaha menyadarkan dirinya. saat ia benar - benar sadar terlihat suaminya yang terlelap sembari memeluk tubuh yana. entah kenapa yana juga tak ingin melepaskan pelukan suaminya itu. ia merasa nyaman dalam dekapan suaminya. yana terus memandang wajah morgan tiba - tiba ia teringat akan zion dan peter, matanya berkaca - kaca. dalam hati ia bersumpah tak akan membiarkan orang terdekatnya mengorbankan nyawa untuk dirinya lagi. yana tak ingin kehilangan orang - orang yang ia sayangi lagi.
__ADS_1
💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝
***takdir begitu rumit...
kita yang menjalani namun tak mengerti...
kita ingin apa, takdir berkata apa...
tuhan bisakah aku menulis takdir ku sendiri....
ingin rasanya ku miliki cintanya....
tak ingin kehilangan....
tak ingin terluka....
tuhan berikan bahagia tak terhingga untuk takdir ku....
jangan biarkan ku menangis....
jangan biarkan aku kehilangan ia....
__ADS_1
💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝***