
yana dan morgan kini berada di dalam rumah pohon. yana menceritakan tentang masa kecilnya pada morgan. morgan setia mendengarkan istrinya bercerita. hanya jika yana menceritakan tentang pria lain meskipun itu hanya masa kecilnya ia merasa cemburu, kenapa ia tak secepatnya bertemu dengan yana.
"apa kau masih punya teman pria yang istimewa lagi selain zion" morgan ingin memastikan pada yana agar tak ada lagi zion yang lainnya yang akan merebut istri kecilnya itu. yana cekikikan mendengar pertanyaan dari suaminya itu.
"ada, itu dia ada di luar." yana menunjuk kearah peter dan selena. karena memang mereka berdua sahabat yana saat kecil selain zion. morgan menatap peter tajam. yang ditatap merasa bingung dan tak tau apa - apa.
"hi... hi... hi... ternyata yang mulia raja iblis bisa cemburu juga ya...". morgan yang melihat istri kecilnya sedang menertawakannya langsung memeluk yana.
" kau tau saat melihat mu berpelukan dengan zion aku hampir gila dan saat melihat mu menangisinya aku merasa iri padanya, apa kau juga akan seperti itu jika aku tiada." yana langsung mendorong raja iblis dan menatapnya tajam.
"sudah cukup aku kehilangan zion dan orang tua ku, jika kau berani pergi dari ku aku akan mengejar mu meski ke neraka sekali pun." mata yana berkaca - kaca.
" aku bisa kehilangan apapun tapi tidak dengan mu, apa kau mendengar ku morgan" yana sudah tak mampu membendung air matanya lagi. kini ia menangis dalam pelukan suaminya itu.
pagi hari yana duduk di atas batu yang terukir namanya dengan zion. ia mengingat saat - saat bersama zion. air matanya mengalir tanpa bisa dihentikan. jika ia lebih cepat bisa mengingat zion mungkin sekarang zion masih ada disampingnya.
__ADS_1
yana menabur bunga kesukaannya di makam zion. ia harus merelakan kepergian zion, bagi yana zion masih hidup di dalam hatinya. kini mereka bersiap kembali ke istana.
selena merasa ada yang tidak beres selama perjalanan kembali ke istana. ada yang mengganjal di hatinya. rey yang melihat tingkah selena mendekati selena.
"ada apa, kenapa kau terlihat gelisah..?"
"tidak tau, entah kenapa aku merasakan firasat buruk, semoga saja tidak terjadi apa - apa." selena meremas jari tangannya. rey mengambil alih jari selena lalu ia genggam.
"apapun yang terjadi nanti berjanjilah kau tak akan mengambil resiko yang membahayakan nyawa mu, jangan pernah berfikir tuk meninggalkan aku.?"
"kau menyembunyikan sesuatu yang berbahaya dari ku kan, cepat katakan selena." kini suara rey naik dua oktaf, semua yang ada disana menoleh kearah rey dan selena. peter yang mengerti akan permasalahan mereka berdua mendekat.
"rey ikut aku sebentar." peter mengajak rey pergi ke samping sungai. peter menjelaskan semuanya pada rey. rey tak tau harus berbuat apa, ia kembali menghampiri selena. ia tak tau harus bereaksi seperti apa. tapi rey benar - benar tak ingin kehilangan kekasihnya itu.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
__ADS_1
***terkadang semua tak sejalan dengan keinginan kita...
tapi percayalah semua sudah ada porsinya...
mungkin itulah yang terbaik untuk kita...
namun terkadang hati tak mau menerimanya....
mencoba berlari dari kenyataan...
menghindar dari fakta yang ada...
merangkai mimpi, merajut asa...
meski mimpi tetaplah mimpi, tak ada yang nyata...
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁***