
sudah sangat lama yana menatap wajah morgan. saat morgan membuka mata yana berpura - pura tidur dan "cup" "cup" "cup" morgan mencium seluruh wajah yana. istri kecilnya sontak membuka matanya dan melotot menatap morgan, morgan yang melihat ekspresi istri kecilnya itu terkekeh. sebenarnya morgan sudah bangun saat yana bangun dan menatapnya, morgan ingin tau apa yang akan dilakukan istri kecilnya itu, namun lama menunggu ternyata yana hanya memandangnya morgan yang tak tahan langsung membuka matanya dan menjahili istri kecilnya itu.
" kau...kenapa tiba - tiba mencium ku atau jangan - jangan dari tadi kau tidak tidur. morgan kau mengerjai ku." yana menatap tajam morgan, namun yang ditatap memalingkan wajahnya sambil tersenyum.
" pergi sana....!" yana mendorong morgan dan memalingkan tubuhnya membelakangi morgan.
" sayang.... aku sangat mencintai mu." morgan memeluk yana dari belakang. ia membenamkan kepalanya dipunggung yana.
" aku juga sangat mencintai mu." ucap yana lirih hampir tak bisa didengar tapi morgan mendengarnya dengan jelas.
morgan yang mendengar pernyataan cinta dari istri kecilnya langsung membalik tubuh yana hingga berhadapan dengannya.
" apa kau bilang tadi sayang." morgan menatap yana penuh harap.
" morgan aku mencintai mu, sangat... sangat mencintai mu." morgan langsung memeluk yana erat. ia begitu bahagia, akhirnya gadis yang ia cintai juga mencintainya, meski awalnya hanya morgan yang mencintai yana tapi yana tidak.
__ADS_1
"morgan jangan terlalu erat meluknya, aku gak bisa nafas." morgan langsung melepas pelukannya. kini mata mereka saling pandang, morgan mendekatkan wajahnya pada yana dan "cup" ia mencium bibir yana, tak ada penolakan justru sebaliknya yana merangkul leher morgan. morgan dan yana pun melakukan hubungan suami istri. kini mereka benar - benar menjadi suami istri yang sesungguhnya.
yana yang kelelahan akibat ulah suaminya pun kembali terlelap. sedangkan morgan keluar menuju ruang rapat, di sana sudah berkumpul semua anggota dewan istana. mereka ingin membicarakan masalah kekuatan yana yang menjadi rebutan. orang tua morgan juga hadir disana selaku penatua istana.
sebelum pergi morgan telah menyuruh selena untuk menemani dan menjaga yana. orang tua morgan sudah bersiap membela yana jika para anggota dewan istana ingin mengusir yana. karena dari awal anggota dewan istana tidak setuju jika yana menjadi ratu. alasan mereka tak setuju karena yana manusia biasa ia tak memiliki kekuatan dan kemampuan untuk menjaga dan memberi kemajuan untuk bangsa iblis. keturunan raja juga akan rusak karena itu.
namun kali ini sepertinya berbeda. saat morgan memasuki ruangan bersama rey, semua anggota dewan istana berkeringat.
saling berbisik satu sama lain.
"kenapa kalian diam saja, cepat katakan apa lagi yang kalian keluhkan". lilian ibunya morgan sudah muak dengan para anggota dewan.
"kami ingin membicarakan masalah pengangkatan ratu, kita harus segera meresmikan pengangkatannya agar tidak terjadi kericuhan di dalam maupun luar istana." salah seorang perwakilan anggota dewan angkat bicara. ia menelan salivanya sendiri, keringat dingin bercucuran. ia takut raja dan penatua marah padanya, jika sampai itu terjadi ia bisa kehilangan nyawanya.
" oh mengapa kalian sekarang berubah pikiran, bukankah waktu itu kalian mati - matian menentang saat aku ingin menikahi dan menjadikan yana ratu kalian." morgan tersenyum menyeringai.
__ADS_1
semua anggota dewan menelan salivanya, mereka takut jika sampai morgan mengamuk. morgan tersenyum licik. ia dari awal sudah tau bahwa ini akan terjadi.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
***saat hati menyatu tak ada lagi keraguan...
saling percaya untuk kebahagiaan...
jemari bertaut menjadi satu....
bahagia untuk segala rasa....
aku dan kamu merajut asa bersama....
menuju titik tak terpisahkan.....
__ADS_1
💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝***