
Yana dan Morgan hampir selesai menyerap kekuatan yang berhamburan disana tiba - tiba tanah bergetar seperti ada gempa bumi besar. Suara petir menggelegar dan kilat menyambar kemana - mana, semua pasukan musuh yang tadinya diam tak bergeming menunduk serentak."Grudukkk... grudukkkk... duarrrrrr...." Seseorang tiba - tiba muncul dari dalam tanah. Kemunculannya dengan kekuatan teramat besar membuat Rey, Selena, Salsa juga Zion terlempar ke belakang di mana Zidan dan Alex berada melindungi Yana.
"Ugh baru juga muncul eh udah bikin kita terlempar, gimana kalau kita bertarung dengannya, bisa jadi perkedel kali ya...!!!". Zion mencoba berdiri.
"Huh bilang aja takut.!" Zidan bicara sambil membantu ibunya berdiri.
" Hey kunyuk, gak ada sopan - sopannya ya bicara sama ayah sendiri, heran aku, kamu anak siapa sih sebenernya..!!!?". Zion menggaruk tekuk lehernya yang tidak gatal. Salsa yang mendengar ucapan Zion matanya melotot sempurna.
"Ya anak ibu lah..." Zidan menjawab dengan santainya. Begitulah mereka, selalu berdebat hal yang tidak penting tidak peduli dengan sikon.
"Udah deh kalian nggak usah mulai, lebih baik berfikir bagaimana caranya mengulur waktu, musuh kita kayaknya kuat bangettt...!!" Salsa melirik ke arah pria yang baru saja muncul sudah membuat mereka terlempar, ia bahkan tak yakin meski bersatu bisa mengalahkannya atau tidak.
"Benar apa kata Salsa, sekarang raja dan ratu masih belum sadar, mereka masih berusaha menelan kekuatan yang entah dari mana datangnya.!" Selena melirik kebelakang.
"Harus bagaimana sekarang, tak ku sangka kekuatannya sungguh besar, aku takut tak bisa menyelamatkan putri ku.." Rey terlihat sendu, ia merasa menjadi orang paling lemah dan tak berguna.
__ADS_1
"paman Rey dan paman Zion hadapi anak buahnya sebentar lagi para kakek akan datang membantu, bibi Selena dan bibi Salsa tetap di sini untuk berjaga - jaga di samping ayah dan ibu karena sebentar lagi mereka akan selesai, sedangkan aku dan Zidan akan melawan Smit..!" Tukas Alex pada semua orang.
"Tunggu... tunggu.. dari mana kamu tau pria jelek itu bernama Smit.??? jangan - jangan kamu juga tau gimana caranya ngalahin itu cowok jelek..??" Zion merasa penasaran.
"Dari ingatan yang ada dalam pikiran ibu dan untuk membunuhnya aku harus menunggu ayah dan ibu selesai dulu, jadi untuk sekarang kita hanya bisa mengulur waktu.." Semuanya bersiap bertarung,untuk sementara ini hanya kekuatan Alex dan Zidan yang paling unggul diantara mereka semua.
"Ha... ha..ha...ha... akhirnya aku bebas, aku akan menuntut balas atas perbuatan kalian berdua ha...ha...ha..!!" Tiba - tiba mata Smit teralihkan oleh keberadaan Morgan dan Yana, lalu ia menatap tajam ke arah Alex dan Zidan, Smit yakin salah satu diantara dua bocah itu adalah putra dari Morgan dan Yana. Tiba - tiba ia menatap satu arah yaitu saat Alex membuka gerbang segel kekuatan terakhirnya, mata Alex berubah warna dan itulah ciri khas mata milik putra Morgan dan Yana. Dia memicingkan mata lalu tertawa licik. Dia berniat membunuh seorang anak yang diramalkan jadi pembunuhnya.
" Ha...ha...ha... lucu sekali..!! bahkan kekuatannya saja tidak ada secuil dari kekuatan ku namun ingin membunuh ku, ha....ha...ha.. akulah yang akan membunuh mu duluan bocah ingusan..!!"
" Benar lex sepertinya ia mengincar mu!!" Rey menimpali kata - kata Zion, ada rasa khawatir yang besar dalam hatinya.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
***Tiada usaha tanpa niat
__ADS_1
Tiada usaha yang sia - sia
Semua ada masanya
Suatu saat kita akan dapatkan apa yang telah Kita usahakan
Terus berusaha menggapai mimpi
Meski batu kerikil menghalangi
Mantapkan niat mu
Bulatkan tekan mu
Terus maju berjuang dan berusaha
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁***